Huawei Berhasil Kalahkan Samsung, Jadi Nomor Satu Di Dunia

Walau didera tekanan berat dari dunia barat, ambisi Huawei mengalahkan Samsung sebagai smartphone paling laris di dunia akhirnya tercapai. Tapi sampai kapan?

Sudah sejak beberapa tahun terakhir Huawei memiliki ambisi untuk menduduki posisi nomor satu di dunia. Secara perlahan, perusahaan dari daratan Cina ini merangkak naik di peringkat smartphone dunia.

Pada bulan Agustus 2018, untuk pertama kalinya Huawei berhasil mengalahkan Apple dan meraih posisi kedua dari smartphone paling laris di dunia. Walau sempat naik turun dan berganti, Huawei tetap berhasil mempertahankan posisi kedua tersebut di tahun 2019, bahkan di awal tahun 2020.

Akhirnya, di pertengahan tahun 2020, Huawei berhasil menaklukkan sang raja, Samsung, dan menduduki posisi nomor satu smartphone dunia.

Penjualan Smartphone Terbanyak

Laporan tentang Huawei berhasil mengalahkan Samsung ini berasal dari perusahaan riset Canalys. Mereka melaporkan kalau Huawei berhasil menjual smartphone lebih banyak dari Samsung.

Huawei disebut menjual perangkat sebanyak 55,8 juta unit, turun 5% dari tahun lalu. Sementara Samsung menjual 53,7 juta unit, turun 30% dari tahun lalu.

huawei kalahkan samsung
statistik Canalys

Huawei tentu saja masih berada dalam daftar hitam Amerika. Dengan begitu pergerakan mereka boleh dibilang masih terbatas secara global. Terutama karena smartphone baru Huawei hadir tanpa Google Mobile Service (GMS).

Namun, tahun 2020 juga boleh disebut cukup berpihak pada Huawei. Pandemi COVID-19 memukul ekonomi dunia cukup keras. Termasuk pasar smartphone.

Seiring pulihnya ekonomi di daratan Cina, Huawei memanfaatkan kesempatan itu untuk mendorong laju penjualan perangkat mereka. Seperti kita ketahui, jumlah penduduk Cina sangat banyak. Hal ini memberi keuntungan tersendiri pada Huawei.

Samsung di sisi lain, hanya punya porsi kecil di daratan Cina. Seperti kata Ben Stanton dari Canalys, “Samsung hanya punya kurang dari 1% pangsa di Cina, dan beberapa pangsa utamanya di dunia, seperti Brazil, India, Amerika, dan Eropa, dikacaukan oleh lockdown (karantina akibat pandemi).”

data penjualan dari Canalys

Akankah Huawei Bartahan?

Sulit. Huawei menghadapi terlalu banyak halangan di depan mata. Selain tidak adanya dukungan GMS, Huawei juga sulit mendapatkan komponen untuk memproduksi smartphone, terutama komponen dari perusahaan barat.

Lalu, tidak hanya Amerika, wilayah lain seperti Eropa juga mulai kuatir untuk memasarkan perangkat Huawei. Bahkan Inggris pun sudah menyatakan akan mencabut infrastruktur jaringan 5G dari Huawei.

Analis lain dari Canalys pun menyatakan, “Kuatnya (penjualan) di daratan Cina saja tidak cukup untuk mempertahankan Huawei di posisi puncak seiring ekonomi dunia pulih (paska pandemi).”

%d blogger menyukai ini: