Setelah dicekal Amerika dan terancam tidak bisa memakai sistem operasi Android dengan dukungan Google Play Store, Huawei dikabarkan menyiapkan sistem operasi lain. Namun kabar terakhir menyebutkan kalau sistem operasi baru Huawei itu bukanlah pengganti Android.
Sistem operasi tersebut pertama kali dikenal dengan nama Hongmeng. Seiring perkembangan tentang sistem operasi ini, Huawei disebut sudah mendaftarkan nama lain di Eropa.
Berdasar laporan dari kantor berita Cina, Xinhua, Huawei menyebutkan kalau Hongmeng sudah berada dalam pengembangan sebelum era pemerintahan Presiden Trump. Sistem operasi buatan Huawei ini lebih ditujukan untuk sektor industri.
Pada pertemuan media di Brussel itu, Wakil Presiden Huawei, Catherine Chen, menyatakan Hongmeng relatif lebih sederhana kalau dibandingkan dengan Android. Jadi Huawei masih berniat memakai Android.
Hal senada juga pernah dilontarkan oleh pimpinan Huawei lain, Liang Hua, pada konferensi pers di Shenzhen. Ia menyatakan kalau Hongmeng dikembangkan terutama untuk perangkat Internet of Things (IoT).
Liang Hua pun menyatakan kalau Huawei masih meletakkan Android sebagai “pilihan pertama”. Huawei masih belum menentukan apakah Hongmeng akan dikembangkan sebagai sistem operasi smartphone, apalagi sebagai pengganti Andorid.
Saat ini, pencekalan Amerika terhadap Huawei sudah sedikit diperlunak. Perusahaan Amerika sudah bisa menjual komponen teknologi kembali pada Huawei. Walau begitu, posisi Huawei masih belum aman di mata Amerika.
Sebenarnya, kehadiran sistem operasi smartphone ketiga yang sanggup menandingi Android dan iOS akan sangat menarik. Walau begitu kita juga sama-sama tahu kalau hal itu nyaris tidak mungkin.
Perkembangan Android dan iOS kelihatannya sudah sulit dikejar oleh sesuatu yang baru. Lihat saja apa yang terjadi dengan Windows Phone dari MIcrosoft atau Blackberry, yang ironisnya lebih dulu populer. Apalagi sekarang kedua sistem itu sudah jauh lebih matang.




