Skandal Rekaman Suara dari Smart Assistant

Berita mengejutkan muncul sehubungan dengan teknologi voice atau smart assistant. Ternyata orang lain bisa mendengar rekaman suara dari perangkat yang mendukung teknologi smart assistant tersebut.

Teknologi smart assistant adalah teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intellogence (AI). Saat ini perusahaan teknologi terkemuka sudah memiliki smart assistant masing-masing. Misalnya Apple dengan Siri, Google dengan Assistant, Amazon dengan Alexa, Samsung dengan Bixby, atau Microsoft dengan Cortana.

Teknologi ini sudah hadir di berbagai perangkat. Mulai dari smartphone, smartwatch, komputer, dan speaker. Fungsinya mulai dari membalas email sampai mengatur rumah dan berbelanja sesuai konsep smart home.

Ketika hendak melakukan sesuatu, kita tinggal memberikan perintah suara ke perangkat tertentu. Biasanya diawali dengan perintah pengaktifan atau istilahnya wake word Seperti: “Hey, Google”, “Alexa”, “Echo”, “Hey Siri”, dll.

logo smart assistant
Logo Google Assistant, Siri, Alexa, dan Cortana

Tentunya, karena perangkat itu dekat dengan kita dan keluarga, penggunaannya erat berkaitan dengan keamanan dan privasi. Namun yang mengejutkan, muncul laporan (atau bocoran) kalau ada pihak lain yang mendengarkan rekaman suara dari perangkat smart assistant itu.

Sejauh ini, berita itu menyangkut tiga perusahaan teknologi besar. Yaitu Amazon, Google, dan Apple.

Amazon

Berdasar laporan dari Bloomberg, karyawan Amazon dan kontraktor pihak ketiga secara rutin mendengarkan rekaman suara dari produk smart speaker mereka. Disebutkan bahwa proses itu merupakan bagian dari pengembangan layanan.

Ada yang mendengar kata seperti “Taylor Swift” dan mencatatnya sebagai pencarian musisi. Namun ada pula yang mendengar hal-hal pribadi, seperti orang menyanyi di kamar mandi, anak kecil berteriak minta tolong, bahkan yang berbau kriminal, seperti kekerasan seksual.

smart speaker Amazon Alexa
Smart speaker Amazon Alexa (sumber: Tommy Ferraz)

Amazon menganggapi kasus ini dengan pernyataan kalau mereka menangani masalah keamanan dan privasi konsumen dengan serius. Mereka hanya mencatat sebagian kecil rekaman Alexa untuk meningkatkan layanan. Seperti mengenali kata-kata, memahami perintah, dan menjamin layanan bekerja baik untuk semua.

Amazon juga menyebutkan kalau mereka menetapkan peraturan keras dan tidak ada toleransi untuk yang melanggar peraturan tersebut.

Google

Begitupun dengan Google. Pihak yang menjadi kontraktor untuk Google juga mendengarkan percakapan hasil rekaman Google Assistant. Hal ini terkuak berdasar bocornya rekaman dalam bahasa Belanda yang berhasil didapat oleh VRT dari Belgia. Disebutkan ada lebih dari 1000 klip audio dengan 153 klip berisi percakapan yang tidak sengaja terekam.

VRT menyebutkan kalau percakapan yang tidak sengaja terekam itu ada yang bersifat pribadi. Seperti percakapan orang tua dengan anaknya, percakapan telepon antar perusahaan dengan berbagai informasi rahasia, pria mencari video porno, dll. VRT bahkan sempat melakukan cek dengan beberapa orang, dan ada yang mengenali suara anak dan cucunya.

Google Assistant dan smart speaker Google Home
Google Assistant dan smart speaker Google Home (sumber PC World)

Google sendiri mengakui kalau mereka bekerjasama dengan ahli bahasa di seluruh dunia. Jadi bukan menguping, tapi menganalisa perintah suara. Mereka menyebutkan kalau “hanya sekitar 0,2 persen pecahan klip audio” yang didengar oleh tim analis tersebut.

Apple

Hal yang mirip juga terjadi di Apple. The Guardian menyebutkan kalau pihak ketiga yang menjadi kontraktor untuk Apple secara rutin juga mendengarkan percakapan dari rekaman smart assistant, baik dari Apple Watch, iPhone, HomePod, dll.

Apa yang didengar oleh kontraktor itu termasuk “informasi sensitif”, seperti informasi medis, transaksi obat-obatan terlarang, bahkan juga orang berhubungan seksual. Sumber The Guardian juga menyebutkan kalau rekaman ini disertai dengan informasi pribadi, seperti lokasi, detil kontak, dan data aplikasi.

Apple iPhone dan HomePod
Apple iPhone dan HomePod

Sebenarnya, tujuannya pun sama. Melakukan kontrol kualitas layanan, agar lebih baik mengenali perintah suara. Apple juga menyebutkan kalau hanya sedikit (sekitar 1%) dari perintah Siri melalui proses analisa tersebut, dan hal itu tidak terhubung dengan Apple ID. Para analis bekerja di bawah kontrak dan kerahasiaan ketat dari Apple.

Permasalahan Yang Ada

Sebenarnya, sevara teknis konsumen yang memakai layanan smart assistant sudah memberi ijin untuk penggunaan data sebagai bahan analisa. Coba saja kamu mengaktifkan Google Assistant di ponsel Android milikmu.

Permasalahannya, pada persetujuan itu tidak disebutkan kalau proses analisa mengikut sertakan orang lain. Yang ada di benak kita adalah kecanggihan program artificial intelligence.

Masalah berikutnya terletak pada perintah suara. Dari ketiga kasus di atas, masing-masing sumber berita menyebutkan kalau seringkali program AI di perangkat salah mendengar dan mengira apa yang diucapkan pengguna adalah perintah pengaktifan atau wake word. Fungsi “mendengar” aktif secara tidak sengaja, dan dengan begitu menangkap apa yang seharusnya tidak terekam.

Gosip soal smart assistant merekam obrolan kita memang sempat ramai. Mungkin akan tetap ramai diperbincangkan dan menjadi perhatian. Karena bagaimanapun, hal itu berhubungan erat dengan privasi dan keamanan kita. Tapi sejauh mana hal itu terjamin? Hm, sulit menjawabnya.

%d blogger menyukai ini: