Tips Fotografi Menggunakan Handphone

tips fotografi dengan smartphone
Anom Penulis

Memotret dengan handphone bukan berarti hasil foto tidak bagus. Simak tips fotografi berikut untuk memotret dengan handphone yang lebih baik.

Ya, kamera handphone jaman sekarang memang sudah canggih. Untuk sekedar kegiatan fotografi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan kamera biasa. Bahkan, kalau tahu caranya, memotret dengan handphone bisa memiliki hasil yang tidak kalah dengan kamera DSLR.


Baca juga: Tips Memotret Foto Hitam Putih Keren


Bersihkan lensa kamera handphone

Tips fotografi yang pertama ini merupakan hal yang sering dilupakan. Handphone sering berada di tangan kita, di dalam tas, jaket, atau kantung celana. Seringkali lensa kamera tertutup minyak atau debu. Saat kita mau memotret, hasil di layar kadang terlihat berkabut atau tidak jelas.

Membersihkan lensa kamera handphone akan membuat kamera mengambil fokus dan mengukur cahaya lebih baik, dan pada akhirnya menghasilkan foto yang lebih baik pula.

Pilih kualitas foto paling besar

Pada umumnya, di aplikasi kamera handphone terdapat pengaturan untuk aspect ratio dan hasil kualitas foto. Misalnya 16:19, 4:3, atau 1:1. Ada yang mencantumkan ukuran file foto sehubungan dengan aspect ratio tersebut, ada yang tidak.

Biasanya aspect ratio 4:3 memiliki ukuran foto lebih besar. Tapi kalau tidak ada informasi soal itu, kamu bisa mencoba dan melihat hasilnya. Pilih resolusi foto terbesar, sehingga lebih leluasa ketika mengedit foto.

Jangan gunakan flash kalau tidak perlu

Kenapa? Pertama, cahaya lampu flash terlihat tidak natural. Kedua, lampu flash kamera handphone menyinari obyek secara frontal dan tidak bisa diatur (bouncing, dll). Banyak alasan yang membuat hasil foto tidak natural saat menggunakan lampu flash. Ini merupakan salah satu tips fotografi yang paling sering saya bahas.

Kalau ada handphone lain, lebih baik gunakan handphone itu sebagai senter dan arahkan ke obyek (untuk memperkuat sumber cahaya asli). Karena mengikuti sumber cahaya, lampu senter ini akan terlihat lebih natural daripada lampu flash yang frontal.

Di sisi lain, lampu flash bisa berguna untuk mengisi pencahayaan. Misalnya ketika menghadapi backlight. Kita bisa menyinari bagian obyek yang gelap dengan lampu flash.

Jangan gunakan digital zoom

Zoom dihasilkan dari pengaturan lensa. Karena handphone tidak memiliki ruang untuk lensa, maka kamera handphone tidak memiliki zoom yang sebenarnya. Digital zoom hanyalah memperbesar gambar dan seringkali mengurangi resolusinya. Untuk hasil yang lebih baik, mendekatlah ke obyek.


Baca juga: 5 Aplikasi Editor Foto Terbaik untuk Android


Kenali pengaturan teknis fotografi dan konsekuensinya

Di fotografi ada pengaturan teknis kamera yang bisa mempengaruhi foto. Pengaturan teknis fotografi meliputi: Bukaan (aperture), kecepatan (speed), dan ISO.

Bukaan (aperture) merupakan ukuran seberapa besar diafragma kamera terbuka sehingga cahaya masuk ke sensor kamera.

Kecepatan (speed) aslinya adalah ukuran seberapa cepat rana terbuka dan menutup sehingga film menerima cahaya. Di kamera handphone, ini berarti seberapa lama sensor foto di kamera handphone aktif untuk menerima cahaya.

ISO aslinya merupakan ukuran kepekaan film terhadap cahaya. Di sensor kamera handphone, ini berarti sensitivitas sensor.

Dengan mengenali pengaturan bukaan, kecepatan, dan ISO, kamu bisa memanfaatkan mode manual di kamera handphone dan mengaturnya sesuai kebutuhanmu.

Cari sudut pengambilan gambar yang sesuai

Saat memotret orang (seluruh tubuh), kalau bisa, memotretlah dengan posisi kamera handphone sejajar atau sedikit dari bawah (ke atas). Hal ini akan mencegah orang tersebut terlihat pendek.

Sebaliknya, kalau kamu memotret selfie (atau wajah), gunakan sudut yang cenderung dari atas (ke bawah). Bisa juga meminta obyek menundukkan wajah sedikit.

Lalu, tiap orang memiliki sudut terbaik masing-masing. Latihlah untuk mencari sudut terbaik bagi tiap orang. Sebenarnya hal ini tidak berlaku hanya untuk orang, tapi setiap obyek.

Posisi menentukan prestasi

Fotografi pada dasarnya adalah melukis dengan cahaya. Jadi cari posisi dengan pencahayaan yang baik. Kalau belum terlatih mengatur pencahayaan, jangan berhadapan dengan sumber cahaya (hindari backlight).

Perhatikan di mana letak sumber cahaya dan posisi obyek. Geser posisimu dan obyek untuk menyesuaikan sumber cahaya. Intinya, usahakan obyek mendapat cahaya yang cukup.

Arah cahaya juga bisa membuat foto lebih artistik. Misalnya, cahaya dari samping bisa membuat foto lebih memiliki tekstur. Kalau sudah terlatih, bahkan cahaya dari belakang obyek (backlight) kadang bisa terlihat dramatis.


Baca juga: 5 Aplikasi Kamera iPhone yang Bikin Iri Pengguna Android


Tentukan fokus secara manual

Pilih fokus di obyek entah menggunakan tap di layar atau dengan slider. Fokus, selain menentukan posisi gambar yang paling tajam, juga membantu kamera handphone mengukur cahaya yang ada di titik tersebut.

Coba beberapa kali pilih titik fokus yang berbeda di sebuah obyek, dan lihat perubahan cahayanya. Pilih yang memiliki keseimbangan cahaya yang paling baik (antara bagian paling terang dan bagian paling gelap).

Bersandar saat memotret lowlight atau dengan kecepatan rendah

Tips fotografi ini merupakan pengetahuan standar. Memotret dalam kondisi lowlight biasanya akan menggunakan kecepatan rendah. Terutama kalau kamu tidak menggunakan lampu flash atau lampu tambahan. Gerakan sekecil apapun bisa membuat handphone bergoyang.

Perlu diingat, handphone memiliki berat yang cukup ringan. Jadi, sentuhan sekecil apa pun bisa membuatnya bergoyang.

Gunakan tripod saat memotret dalam kondisi lowlight. Kalau tidak ada, usahakan tangan bertumpu dengan stabil, atau bersandarlah. Usahakan tidak ada gerakan yang mengganggu.

Gunakan timer untuk foto lowlight / kecepatan rendah

Sekali lagi, saat memotret dengan kecepatan rendah (biasanya kondisi lowlight), sentuhan sekecil apa pun bisa membuat handphone bergoyang. Salah satu cara untuk menghindarinya, gunakan timer.

Dengan demikian ada selisih waktu antara saat kita menekan tombol kamera dengan saat kamera mengambil gambar. Sehingga kita punya waktu untuk kembali memposisikan tangan jadi lebih stabil.

    %d blogger menyukai ini: