Twitter Luncurkan Privacy Center untuk Tingkatkan Transparansi Data

Twitter telah meluncurkan Privacy Center yang baru. Privacy Center dibuat agar pengguna tahu kinerja Twitter dalam menggunakan data mereka.

Keamanan data telah menjadi isu utama di lingkup media sosial dua tahun terakhir. Sebelumnya, ada beberapa perusahaan media sosial yang mendapat kasus kebocoran data pengguna.

Salah satu yang kena kasus tersebut adalah Facebook. Media sosial ini sempat dicap gagal melindungi data pengguna, sebab ada 540 juta data pengguna yang bocor ke publik.

Nah, untuk mengamankan data pengguna, Twitter baru-baru ini membuat Privacy Center baru. Privacy Center dibuat untuk meningkatkan tranparansi di Data Protections.

Sumber Gambar : Social Media Today

Tentang Data Privacy Baru Twitter

Twitter berusaha memberi kejelasan lebih lanjut terkait apa yang mereka lakukan dalam melindungi data. Privacy Center adalah pusat dari semua informasi pengguna yang disimpan dengan aman.

Sementara itu, Privacy Center akan menampilkan cara Twitter menggunakan data. Pengguna juga bisa mengetahui kendali yang mereka punya di Privacy Center.

Privacy Center mencakup tautan ke dokumentasi peraturan terkait. Itu semua sudah termasuk GDPR dan California Consumer Privacy Act (CCPA).

Privacy Center akan berlaku berbarengan dengan penerapan CCPA. Undang-undang ini mewajibkan perusahaan untuk memberi tranparansi dan kontrol terhadap informasi pribadi konsumen.

Oya, undang-undang tersebut rencananya mulai berlaku mulai 1 Januari 2020. Jadi kemungkinan Privacy Center juga mulai berlaku resmi tanggal itu juga.

Pentingnya Transparansi Data

Facebook telah ada di garis depan dalam hal proses privasi data media sosial. Hal ini tidak mengagetkan, mengingat kasus Facebook yang paling banyak adalah soal keamanan data.

Sementara Twitter, jalan perusahaan untuk melindungi data pengguna juga tidak terlalu mulus. Beberapa bulan lalu, sempat terjadi masalah terkait penggunaan data pengguna.

Kembali di bulan Oktober 2019, Twitter sempat mengeluarkan permintaan maaf. Twitter minta maaf karena telah menggunakan email dan nomor telepon pengguna untuk kepentingan iklan.

Sejak saat itu, Twitter telah memperbaiki masalah tersebut. Selain itu, Twitter juga menyatakan akan lebih fokus dalam menjaga keamanan data.

Twitter mengungkapkan jika halaman ini masih punya banyak kekurangan. Tapi perusahaan berjanji, mereka akan terus meningkatkan kinerja Privacy Center secara berkala.