Twitter Rilis Fitur “Labs” ke Pelanggan Twitter Blue, Ini Fungsinya!

Indri Penulis

Twitter resmi meluncurkan fitur “Labs” ke pelanggan Twitter Blue. Lewat fitur ini, pelanggan dapat mengakses fitur baru Twitter lebih awal.

Twitter bisa dibilang sibuk banget akhir-akhir ini. Kenapa? Pasalnya mereka gosipnya tengah menguji coba banyak fitur baru akhir-akhir ini. Katakanlah uji coba terhadap label akun bot Twitter, fitur kustomisasi bar navigasi, sampai tampilan iklan di tengah-tengah tweet.

Akhirnya perlahan tapi pasti, Twitter mulai meluncurkan satu per satu fitur barunya. Contohnya pada tanggal 29 Oktober kemarin, Twitter resmi mengumumkan fitur baru yang mereka namakan “Labs.”

Fitur tersebut khusus dibuat untuk pelanggan Twitter Blue. Buat yang belum tahu, Twitter Blue adalah layanan berlangganan premium yang bakal memberimu akses ke fitur dan fasilitas tambahan seperti kemampuan membatalkan tweet, mode Reader, Bookmark Folder, dll.

Untuk sementara ini, langganan Twitter Blue baru tersedia di Australia dan Kanada. Tapi Twitter bilang kalau sebentar lagi mereka juga bakal meluncurkan layanan ini ke negara lain (semoga saja masuk ke Indonesia juga).

Oke, balik lagi ke fitur Labs. Saat ini pelanggan Twitter Blue dapat mencoba dua fitur eksperimental yang ada di Labs. Yakni fitur Pinned Conversations di iOS, serta kemampuan memposting video berdurasi lebih panjang di desktop.

Pinned Conversations memungkinkan pengguna menempelkan DM (pesan langsung) favorit mereka di bagian atas. Caranya yakni dengan swap pesan ke kanan.

Sedangkan kemampuan yang kedua adalah mengunggah dan men-tweet video berdurasi hingga 10 menit di desktop. Sebagai referensi, pengguna biasanya hanya bisa mengunggah video berdurasi maksimal 2 menit 20 detik. Peningkatan yang lumayan kan?

Oya karena fitur ini adalah bagian dari Twitter Blue dan layanan tersebut baru ada di Australia serta Kanada, jadi otomatis Labs juga baru bisa dinikmati pengguna di kedua negara tersebut. Tapi nggak perlu khawatir, Karena Twitter sudah memberi spoiler kalau mereka bakal menghadirkan fitur ini ke negara lain.

    %d blogger menyukai ini: