Twitter Sebentar Lagi Punya Fitur Belanja, Kini Masih Tahap Uji Coba

Twitter mengkonfirmasi jika mereka sekarang sedang menguji coba fitur belanja. Fitur ini mereka kemas dalam tombol bernama ‘Shop.’

Keberadaan fitur belanja yang ‘nyempil’ ke dalam platform media sosial bukan hal yang asing. Kita lihat saja di Instagram dan Facebook. Banyak penjual online yang sudah memakainya kan?

Mungkin inilah yang membuat platform media sosial lain mulai beramai-ramai menguji coba fitur belanja. Sebut saja TikTok, yang kabarnya fitur belanja memungkinkan kreator mendapat uang dari tautan afiliasi dan sesi belanja live streaming.

Sekarang giliran Twitter yang mengabarkan jika mereka sedang menguji coba fitur belanja. Kira-kira bagaimana cara kerjanya? Apakah sama dengan platform lainnya?

Twitter Uji Coba Fitur Belanja

Dilansir dari Techcrunch, Twitter menguji cara baru untuk menampilkan tweet yang tertaut ke halaman produk e-commerce, contohnya produk di toko Shopify.

Perusahaan juga sedang bereksperimen dengan tweet yang ada tombol ‘Shop’ di dalamnya. Tombol tersebut nantinya akan mengintegrasikan detail (nama barang, nama toko dan harga) produk langsung ke dalam tweet itu sendiri.

Uji coba ini dibeberkan oleh konsultan media sosial, Matt Navarra. Pria tersebut lalu men-tweet screenshot dari temuannya itu ke Twitter. Sementara pengunggah gambar aslinya adalah @YasserM86 dari Qatar. Ia menemukan uji coba ini di Twitter Android.

Sekilas kalau kita perhatikan, tweet di atas terlihat mirip seperti iklan promosi ya. Hm, yang biasanya nongol di feed Instagram itu lho.

Namun Twitter mengkonfirmasi kalau model di atas adalah contoh tweet versi baru, alias tweet ‘asli’ yang fokus pada e-commerce.

Di sisi lain, sepertinya Twitter perlahan ingin berganti format menjadi platform konten kreator. Kenapa saya bisa berasumsi seperti itu?

Oke. Sebelum menguji coba fitur Shop, Twitter telah lebih dulu menguji coba fitur Super Follow. Ini adalah fitur premium yang memungkinkan pengguna Twitter membayar biaya langganan, mengakses buletin, konten eksklusif, lencana pendukung, penawaran, dan diskon lainnya.

Format tweet yang mirip ‘toko’ ini memungkinkan content creator mengarahkan penggemar mereka ke produk dan barang dagangan.

Twitter sebelumnya juga pernah secara singkat menyebutkan rencananya untuk berinvestasi ke dalam e-commerce. Rencana ini sempat mereka singgung selama Investor Day minggu lalu.

Kami.. mulai mencari cara untuk lebih mendukung perdagangan di Twitter,” kata Pemimpin Pendapatan Twitter, Bruce Falck, selama acara tersebut.

Nah, bagaimana menurut kalian?

%d blogger menyukai ini: