HEBOH! Ubisoft Gugat Apple dan Google, Ini Fakta Selengkapnya

Industri game kini dihebohkan oleh kasus Ubisoft gugat Apple dan Google. Dari berbagai kabar yang beredar, inilah fakta yang sebenarnya terjadi.

Ubisoft adalah salah satu pengembang game terpopuler di dunia. Salah satu game fenomenal yang dibuat perusahaan ini adalah Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege.

Tom Clancy’s Rainbow Six: Siege adalah game FPS yang hanya rilis di PC dan konsol. Sayangnya permainan ini tidak rilis di perangkat mobile. Akhirnya, Ubisoft pun kecolongan dengan pesaingnya.

Karena merasa kecolongan, akhirnya Ubisoft pun gugat Apple dan Google. Tapi bagaimana fakta sebenarnya di balik kasus ini?

Sumber Gambar : VampYr

Ubisoft Gugat Apple dan Google

Jadi sebenarnya alasan Ubisoft kesal dengan Apple dan Google karena game Area F2. Buat kalian yang belum tahu, Area F2 adalah game yang dibuat oleh Ejoy.com di bawah Alibaba Group Holdings.

R6S (Rainbox Six Siege) jadi asset berharga Ubisoft karena punya 55 juta pemain terdaftar dan pengguna aktif 3 juta per hari. Sedangkan Alibaba seenaknya saja mencomot hampir semua aspek R6S ke AF2 (Area F2).

Menariknya, di sini Ubisoft tidak menggugat Alibaba. Tapi Ubisoft justru menggugat Apple dan Google sebagai bursa aplikasi.

Ini terjadi karena sebelumnya Ubisoft sudah pernah mengadu ke Apple dan Google soal AF2. Tapi aduan itu tidak digubris. Lalu hal ini juga berhubungan dengan lokasi pengembang Ejoy.com dan Alibaba yang berada di Cina. Menggugat perusahaan Cina di negara Cina sudah terbukti sulit.

Kesamaan Antara Game RS6 dan AF2

Sejak pertama rilis, AF2 memang telah menerima banyak kontroversi. Sebagian besar kontroversinya yakni karena kemiripan AF2 dengan game R6S.

Kedua permainan ini memiliki permainan tactical shooter. Ubisoft mengklaim kalau Area F2 begitu mirip mulai dari awal (layar seleksi) sampai akhir (skor) dan “nyaris berupa salinan”.

Perbedaan Platform

Seperti yang kalian tahu, R6S hanya dirilis untuk perangkat PC dan konsol. Ubisoft memang sengaja tidak merilis game ini pada perangkat mobile.

Padahal kalau misalnya game ini rilis di mobile, bisa dipastikan pengunduhnya juga bakal banyak. Apalagi sekarang bermain game lewat ponsel sudah menjadi tren tersendiri.

Melihat hal ini, Alibaba pun langsung mengambil peluang. Perusahaan itu langsung membuat game AF2 yang mirip banget dengan R6S, kemudian merilisnya ke perangkat mobile.

Walau menuai banyak kontroversi, tapi tidak bisa dipungkiri kalau AF2 juga disukai banyak orang. Apalagi untuk mereka yang pengen merasakan sensasi main R6S tapi belum kesampaian, karena mungkin tidak punya PC atau konsol.

Sudah Banyak Kasus Sejenis

Rupanya kasus plagiarisme bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya juga ada kasus serupa yang melibatkan Tencent Holdings dan pengembang Mobile Legends, Moonton Technology.

Sebenarnya kasus awalnya antara Riot Games yang menggugat Moonton. Riot menggugat karena konsep League of Legends mereka dicomot Moonton, kemudian dimasukkan ke Mobile Legends.

Sidang pertama tidak membuahkan hasil, akhirnya Tencent pun yang maju. Gugatan dimenangkan oleh Tencent, sedangkan Moonton harus membayar sebesar $ 2,9 juta ke Tencent.

Wah, kalau Ubisoft menang, kira-kira perusahaan itu bakal dapat berapa ya dari Apple dan Google?

%d blogger menyukai ini: