Xiaomi Jadi Ponsel Paling Laris di Eropa, Kalahkan Samsung dan Apple

Berdasar laporan Canalys, Xiaomi berhasil duduk di posisi kedua merek smartphone paling laris di dunia. Kabar terbaru memberikan salah satu alasannya, yaitu Xiaomi berhasil jadi merek ponsel paling laris di Eropa, mengalahkan Samsung dan Apple.

Laporan ini datang dari hasil riset Strategy Analytics. Laporan itu menyebutkan kalau Xiaomi berhasil duduk di puncak dengan pangsa pasar sekitar 25% pada kuartal kedua (Q2) tahun 2021.

Larisnya ponsel Xiaomi merupakan hasil dari pulihnya kembali ekonomi Eropa setelah dihantam pandemi, seiring kebutuhan smartphone baru dan harga menarik yang ditawarkan Xiaomi untuk perangkat 5G.

Xiaomi berhasil memasarkan hampir 13 juta unit smartphone dan meraih sukses di beberapa negara, seperti Rusia, Ukraina, Spanyol, dan Italia. Kombinasi merek Mi dan Redmi berhasil menarik minat konsumen dengan harga yang bersaing.

Sementara itu, Samsung hanya berhasil memasarkan sekitar 12 juta unit smartphone. Dengan begitu tingkat pertumbuhannya menurun 7%. Samsung mendapat tantangan dari Apple di pangsa ponsel premium, dan menghadapi ponsel produksi Cina di pangsa ekonomis. Samsung juga dinilai gagal mengambil alih pangsa yang tadinya dimiliki Huawei.

Sementara Apple, yang tumbuh 15,7% dengan jumlah yang dipasarkan hampir 10 juta unit, berada di posisi ketiga. Di bawah Apple ada OPPO yang meraih hampir 6% pangsa pasar Eropa, dan secara mengejutkan, realme berhasil duduk di posisi ke-5 dengan ponsel yang laku sejumlah hampir 2 juta unit.

laporan xiaomi jadi merek ponsel paling laris di eo[ropa

Kesuksesan Xiaomi di negara-negara Asia mungkin sudah bukan berita baru. Terutama karena harga ponsel yang memang bersaing. Namun naiknya posisi Xiaomi di Eropa sebagai merek nomor dua paling laris, tentu sangat menarik.

Tapi paruh tahun kedua bisa jadi tantangan tersendiri bagi Xiaomi. Selain harus terus memuaskan konsumen baru, Xiaomi menghadapi Apple, Samsung, dan Google yang akan meluncurkan smartphone terbaru mereka. Jadi perubahan sangat mungkin terjadi.

Kita lihat saja apa yang terjadi di kuartal ketiga (Q3) tahun 2021 ini. Bisakah Xiaomi bertahan? Apakah posisi ini akan berubah?

%d blogger menyukai ini: