Apple dan iPhone Melemah di Pangsa Pasar Smartphone Dunia

Kabar mengejutkan hadir. Survey menyebutkan kalau posisi Apple turun ke posisi ke-4 di pangsa pasar smartphone dunia. Benarkah iPhone sudah tidak menjadi idaman?

Laporan survey tersebut hadir dari organisasi IHS Markit. Secara umum, mereka menyebutkan kalau penjualan smartphone menurun 3,6% dibanding tahun lalu. Penurunan ini sudah berjalan terus selama 7 kuartal (sejak kuartal ke-3 tahun 2017).

Apple Turun ke Posisi 4

Laporan IHS Markit menyebutkan kalau Apple mengalami penurunan sebanyak 14,6%. Apple “hanya” menjual 35,3 juta iPhone di kuartal kedua 2019, dibandingkan 41,3 juta unit pada tahun lalu.

OPPO-lah yang berhasil merebut posisi ketiga dari tangan Apple. Mereka berhasil menjual 36,2 juta unit smartphone pada kuartal ke-2 tahun 2019.

Yang menarik, Huawei, yang mendapat terpaan badai besar dari blacklist Amerika, berhasil bertahan di posisi kedua. Walau mereka mengalami penurunan di pasar global, Huawei bisa menggantinya dengan penjualan di Cina. Tentu karena sentimen terhadap produk Amerika (dalam hal ini iPhone).

apple turun posisi 4
Laporan IHS Markit

Tapi benarkah seperti itu? Mungkin ada baiknya kita melihat laporan lain.

iPhone Memang Terancam

Dalam laporan dari Counterpoint, posisi Apple masih ada di nomor 3 di pangsa smartphone dunia. Namun, memang Apple mengalami penurunan sebanyak 11,9% dibanding tahun lalu, dengan penjualan 36,4 juta unit.

Menurut Counterpoint, Xiaomi-lah yang berpotensi mengambil alih posisi Apple dengan penjualan 32,3 juta unit. Sedangkan OPPO ada di bawahnya dengan penjualan 29 juta unit.

laporan counterpoint smartphone dunia
Laporan Counterpoint

Laporan dari Statista menunjukkan hal serupa. Apple masih duduk di posisi ke-3. Apple “hanya” memiliki bagian 10,1% dari seluruh pangsa pasar smartphone dunia.

Samsung dan Huawei tetap di posisi pertama dan kedua. Sedangkan Xiaomi ada di posisi ke-4 dengan pangsa pasar 9,7%, dan OPPO di posisi ke-5 dengan 8,9%.

Laporan Statista

Sedangkan IDC belum mempublikasikan laporan untuk kuartal ke-2 tahun 2019. Laporan mereka masih menunjukkan Q12019 di laporan terakhir.

Alasan Memilih Sudah Berubah

Walau sebagian besar masih menunjukkan Apple dan iPhone di posisi ke-3, harus kita akui posisi mereka memang melemah. Kelihatannya tren ini masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Saat ini, sebagian besar pengguna smartphone sudah tahu dan bisa memilih apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan. Mereka juga sudah bisa memperhitungkan kapan harus membeli smartphone. Itu sebabnya, pembelian smartphone menurun.

iPhone X

Apple sendiri, sejak iPhone X, membuat produk mereka menjadi lebih premium. Dengan kata lain menjadi lebih mahal. Mereka percaya kualitas dan nama besar masih bisa jadi pegangan.

Toh kondisi pasar berkata lain. Teknologi terus berkembang. Sekarang smartphone kelas menengah sudah cukup canggih untuk keperluan sehari-hari. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun lalu.

Di samping itu, sistem operasi Android sendiri sudah semakin matang. Argumen bahwa iPhone “just works” sudah tidak relevan. Smartphone Android kelas menengah pun sudah berfungsi baik out-of-the-box.

Smartphone asal Cina, seperti Huawei, Xiaomi, OPPO, Vivo, dan Realme, sadar akan hal ini. Sementara mereka mendorong inovasi teknologi di kelas atas, mereka juga mempercepat adaptasi tersebut ke ponsel kelas menengah.

Dengan begitu, konsumen sudah merasa tercukupi dengan ponsel seperti itu. Dengan harga yang lebih terjangkau dan fungsi yang memadai, pembelian lebih mungkin terwujud. Yah, memang itulah yang terjadi.