Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Apple dan Perusahaan Amerika Lain Keluhkan Ancaman Blokir WeChat

ilustrasi kontroversi wechat
Anom Penulis

Rencana pemerintah Amerika yang juga hendak memblokir aplikasi WeChat membuat beberapa perusahaan Amerika, termasuk Apple, merasa kuatir. Mereka pun berusaha melobi agar rencana itu dibatalkan.

Perang dagang antara Amerika dan Cina memang sudah berlarut-larut. Setelah kejadian Huawei, TikTok menjadi sengketa selanjutnya. Sengketa TikTok ini berujung pada rencana Microsoft membeli operasional TiKTok di Amerika dalam tenggat waktu 45 hari.

popculture.id

Namun kemudian terdengar pula rencana pemerintahan Trump yang lebih bombastis. Yaitu juga akan memblokir aplikasi WeChat. Aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi pesan populer di dunia, terutama di Cina. Memblokir aplikasi seperti ini tentu punya resiko tersendiri.

The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa beberapa perusahaan Amerika berusaha melobi agar rencana itu gagal. Perusahaan-perusahaan ini adalah mereka yang memiliki pasar besar di negara tirai bambu itu.

Beberapa di antaranya yang mengeluhkan rencana blokir WeChat, yaitu Apple, Ford, Goldman Sachs, Intel, Morgan Stanley, Walmart, dan Walt Disney.

WeChat di iPhone

Presiden Dewan Bisnis Amerika-Cina Craig Allen mengatakan bahwa mereka yang tidak tinggal di Cina tidak mengerti besar akibatnya jika perusahaan Amerika tidak boleh memakainya. Mereka (perusahaan Amerika) akan lebih lemah dari setiap kompetitor lain.

Memang, di Cina WeChat bukanlah sekedar aplikasi pesan biasa. Namun sudah menjadi sebuah ekosistem yang bahkan dipakai untuk bertransaksi sehari-hari. Jadi bayangkan bagaimana kalau WeChat tidak ada di App Store iPhone.

Bukan saja perusahaan komersial Amerika tidak punya akses ke sana (misalnya untuk layanan konsumen), bahkan iPhone pun bisa tidak laku lagi. Jadi tidak heran kalau perusahaan Amerika, termasuk Apple, kuatir dengan rencana blokir WeChat.

Itu baru dari sisi akses ke konsumen melalui aplikasi WeChat. Belum lagi kalau kita bicara soal perusahaan di balik aplikasi tersebut, yaitu Tencent.

    %d blogger menyukai ini: