Beberapa Film yang Dilarang Tayang Karena Alasan Aneh

Film yang dilarang tayang tentu disebabkan alasan yang logis. Namun bagaimana jadinya jika film dilarang tayang karena alasan yang sangat aneh?

Dalam pembuatan film tentu melalui serangkaian proses rumit. Dimulai dari penentuan tema, judul, pemilihan pemeran, penggunaan biaya besar, dll.

Ada banyak film yang berhasil di pasaran. Namun ada pula film yang tidak laku, bahkan dilarang tayang di beberapa negara, termasuk di Indonesia.

Biasanya film gagal tayang karena rentan dengan isu sensitif. Tapi ada juga film yang tidak boleh tayang karena alasan tidak masuk akal.

Berikut ini beberapa film yang dilarang karena alasan aneh:

Brokendown Palace (1996)

Film ini menyelenggarakan proses syuting di Manila, Filipina tahun 90-an. Sayangnya setelah merampungkan proses syuting, Claire Danes dikecam oleh presiden Filipina saat itu.

Bukan tanpa sebab, karena aktris cantik ini mengatakan bahwa Manila dipenuhi bau kecoa. Selain itu, Claire juga menyebut Manila tidak punya saluran air yang baik.

Tidak sampai disitu, Claire mengungkapkan bahwa penduduk Manila tidak punya apa-apa. Selain itu, Manila juga dipenuhi banyak tikus.

Karena pernyataan itu, pemerintah Filipina melarang penayangan semua film yang dibintangi Claire. Meski sudah meminta maaf, tapi pemerintah tetap tidak mau menerimanya.

Offside (2006)

Offside menceritakan seorang wanita Iran yang menyukai sepak bola. Sayangnya dia harus terhalang peraturan yang melarang wanita masuk stadium.

Kemudian perempuan itu menyamar sebagai laki-laki supaya bisa menonton bola. Waktu itu kebetulan ada pertandingan antara Iran dan Bahrain.

Film ini menuai berbagai kritik dari masyarakat. Kritikan ini perihal larangan perempuan menonton bola di stadium sendirian.

Offiside kemudian dilarang tayang dan sang pembuat film ditangkap pihak berwajib. Produser itu dilarang membuat film selama 20 tahun.

E.T (1982)

Film E.T. pernah membawa empat Piala Oscar. Ini adalah salah satu film klasik yang penuh dengan nuansa nostalgia.

E.T. menceritakan persahabatan antara anak bernama Elliott dengan alien luar angkasa. Meski sangat inspiratif, namun film ini justru dapat kecaman dari sekelompok orang dari Scandinavia.

Kelompok itu tidak suka dengan orang dewasa yang ada dalam film E.T. Mereka menganggap orang dewasa itu sebagai sosok yang tidak bisa dipercaya.

Bahkan mereka khawatir jika pikiran anak-anak akan dicuci. Kelompok dari Scandinavia itu juga khawatir jika anak-anak menakuti orang yang lebih tua. Hm, aneh juga ya.

Karena banyak mendapat protes, maka film besutan Universal Studio ini tidak punya izin tayang. Namun disisi lain ada pihak yang tidak mempermasalahkan film ini.

%d blogger menyukai ini: