Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Beberapa Mitos Instagram yang Sebaiknya Tidak Kalian Percaya

Indri Penulis

Selama ini ada banyak mitos yang beredar seputar Instagram. Berikut beberapa mitos yang tidak perlu kalian percaya di media sosial itu.

Instagram telah lama digunakan masyarakat. Bahkan sampai saat ini, media sosial tersebut masih masuk di urutan atas dalam tingkat popularitas.

Selama ini mungkin kalian sempat percaya beberapa hal di Instagram. Hal ini dikaitkan dengan mitos-mitos seputar media sosial tersebut.

Padahal beberapa mitos tersebut ada yang tidak benar. Oleh karena itu, kali ini saya akan meluruskan hal yang mungkin selama ini kalian percaya, namun sebenarnya tidak benar.

Beberapa Mitos Instagram yang Tidak Boleh Dipercaya

Sumber Gambar : Technobezz

Instagram Menerapkan Shadowbanning ke Pengguna

Mitos: Shadowbanning adalah praktik Instagram untuk menyembunyikan akun yang dianggap tidak layak. Hal ini biasa terjadi pada akun yang sebelumnya terkena pinalti dari Instagram.

Beberapa pengguna percaya, akun mereka sudah terkena shadowbanning. Shadowbanning membuat akun tidak muncul di pencarian, sehingga hanya sedikit orang yang bisa melihat akun mereka.

Realita: Instagram telah mengklarifikasi hal ini. Shadowbanning bukanlah praktik yang mereka terapkan. Pengguna bebas menggunakan banyak tagar, atau like  di postingan orang lain.

Mungkin ada pengguna yang tidak mengalami peningkatan followers di Instagram. Hal ini disebabkan penggunaan tagar yang kurang tepat dari pemilik akun, bukan hasil dari shadowbanning.

Hashtag Kalian, Milik Kalian

Mitos: Beberapa orang pasti pernah menggunakan tagar di Instagram. Hal ini dilakukan untuk branding akun mereka agar dikenal banyak orang.

Sayangnya, tidak sedikit orang memiliki anggapan kurang tepat. Mereka tidak mengizinkan orang lain untuk menggunakan tagar yang sama.

Beberapa pengguna menganggap bahwa, tagar tersebut hanya milik mereka. Bahkan ada beberapa kasus, pengguna tagar mengambil tindakan hukum karena pemakaian hashtag yang sama.

Realita: Sebenarnya kalian tidak memilii konten media sosial apa pun di Instagram. Sebab segala sesuatu yang kalian unggah ke media sosial, berarti sudah menjadi milik platform tersebut.

Hal ini juga berlaku pada kepemilikan hashtag. Setiap pengguna Instagram bisa menggunakan tagar apapun, dan mereka bebas mengaitkan tagar dengan postingan mereka.

Instagram Menyembunyikan Postingan

Mitos: Tidak sedikit orang mengira bahwa Instagram menyembunyikan postingan mereka. Hal ini terjadi setelah mereka mengunggah postingan, namun saat scroll di timeline, postingan tersebut menghilang.

Realita: Instagram tidak lagi menampilkan kiriman kalian dalam urutan kronologis. Biasanya postingan kalian ada di urutan bawah. Sedangkan urutan atas diisi postingan lain yang lebih baru.

Instagram memiliki algoritma sendiri dalam mengatur hal ini. Instagram juga telah mengatur postingan mana yang paling penting bagi pengguna.

Bisa Membeli Pengikut di Instagram

Mitos: Membeli like dan followers adalah jalan pintas untuk menjadi influencer populer di Instagram. Instagram akan menilai bahwa kalian adalah orang populer, sehingga banyak orang akan follow kalian.

Realita: Instagram telah menindak likers dan followers palsu. Instagram juga menindak pengguna yang memakai aplikasi pihak ketiga untuk membuat akun palsu.

Selama ini banyak kasus penipuan yang dilakukan influencer palsu. Oleh sebab itu, Instagram menindak tegas bagi influencer palsu, atau orang yang membeli followers.

Selain itu, membeli followers tidak akan meningkatkan interaksi penggguna. Hanya konten berkualitas yang dapat menarik banyak komentar dan like sungguhan dari pengguna.

    %d blogger menyukai ini: