6 Alat Edit Foto di Snapseed Yang Paling Berguna

edit foto di snapseed

Snapseed adalah salah satu aplikasi Android paling berguna. Karena aplikasi ini memiliki peralatan edit foto yang banyak dan lengkap. Terus terang saja, kadang justru bikin kita bingung. Jangan kuatir, kami mau membahas alat edit foto di Snapseed yang paling berguna.

Ya, mungkin kalian sudah membaca tips & trik Snapseed sebelum ini. Di sini, saya mencoba pendekatan berbeda. Yang saya gunakan di sini adalah fitur dasar edit foto saja. Tanpa filter yang mewah.

Tujuannya cukup sederhana. Yaitu membuat foto lebih enak dilihat. Paling tidak, nggak bikin malu kalau kamu kirim ke Instagram.

Nah, hal yang asik dari alat edit foto di Snapseed adalah perubahan yang ada hadir dengan halus. Hal ini membuat foto tetap tampak natural. Tidak terlalu terlihat “efek digital”-nya.

Jadi, apa saja alat edit foto Snapseed yang paling asik dipakai?

1. Tune Image

edit foto di snapseed dengan tune image

Tune Image berisi peralatan untuk mengatur pencahayaan dasar di foto. Mulai dari brightness, saturation, sampai warmth. Kalau kamu ingin fotomu tampak lebih baik—terutama kalau dari filter atau setelan otomatis kurang seru—Tune Image harus kamu coba.

Sebagai contoh, sebagai negara tropis, foto outdoor di Indonesia cenderung memiliki kontras tinggi. Salah satu cara menguranginya adalah dengan mengatur highlight dan shadow di Tune Image.

2. Crop

crop di snapseed

Semua sudah tahu fungsi crop. Dengan alat ini kamu memotong bidang foto sesuai keinginanmu. Bisa dengan rasio tertentu (bujur sangkar, 3:2, 4:3, dll) atau bebas.

Crop juga membawa fungsi lain yang jarang kita sadari. Sembari memotong bidang foto, kita bisa mengatur komposisi foto. Misalnya meletakkan obyek sesuai garis bantu.

Selain itu, kamu juga bisa meletakkan obyek jadi “lebih besar”. Lebih baik menggunakan crop daripada memotret dengan digital zoom. Hal ini sudah saya bahas di artikel kesalahan ketika memotret dengan handphone.

3. Details

details di snapseed

Details adalah alat edit foto yang menarik. Dengan Details, kita bisa menonjolkan bentuk obyek dengan lebih baik. Saya suka dengan tool ini karena bisa mempertajam foto lebih halus daripada efek HDR (kadang berlebihan). Walau berbeda, kamu bisa mendapat efek yang mirip seperti foto-foto karya Dave Hill.

Ada dua pilihan di sana. Yang biasa saya gunakan adalah structure. Walau sharpening juga berguna, saya tidak terlalu sering menggunakannya.

4. Tonal Contrast

tonal contrast di snapseed

Tonal contrast memberikan kontras lebih jauh pada highlight (cahaya terang) dan shadow. Dengan alat ini, kamu bisa menunjukkan bentuk dan detil obyek lebih jauh lagi.

Yang perlu kamu latih saat menggunakan alat ini adalah membedakan cahaya terang (highlight), menengah (middle), dan bayangan. Perhatikan juga detil yang kemungkinan hilang saat mengaturnya. Untuk ini gunakan Protect Shadow/Highlight.

5. Vignette

vignette di snapseed

Alat ini akan memberikan gradasi gelap terang transparan dari pinggir foto ke tengah. Sangat berguna untuk memberikan efek dramatis. Yang menyenangkan, di Snapseed kita bisa mengatur letak titik tengah vignette dan kadar terang gelapnya.

6. Portrait

edit foto filter potret snapseed

Portrait adalah sebuah filter yang akan membuat wajah lebih terang. Alat ini akan mengenali wajah yang ada di foto, lalu meningkatkan kecerahannya, sementara sedikit menggelapkan area lain. Sangat berguna untuk memberi fokus pada wajah.

Tentu saja kamu bisa mengatur elemennya. Ada Face Spotlight untuk membuat wajah terang, skin smoothing untuk memperhalus kulit, dan eye clarity untuk menjernihkan mata (siapa tahu mata merah karena begadang).

Itulah alat edit foto di Snapseed yang menurut saya paling berguna. Dengan menguasai alat-alat tersebut, kamu juga bisa mempelajari lebih jauh bagaimana komposisi, pencahayaan, warna, dan detil bekerja di fotografi.

Satu hal yang perlu saya ingatkan. Jangan terlalu berlebihan memberi efek. Jaga foto agar tetap terlihat natural. Kalau terlalu terlihat “edit digital”, foto bisa kehilangan daya tariknya. Kecuali kalau kamu memang lebih bertujuan “desain grafis” seperti membuat promosi di Instagram, dll.