Inilah Berbagai Fenomena Dunia Teknologi Paling Seru di Tahun 2020

Kita sudah sampai di penghujung tahun 2020. Sebagai tahun yang kontroversial, kali ini kami memilih beberapa fenomena seru yang muncul di dunia teknologi pada tahun 2020 ini.

Tahun 2020 mungkin merupakan salah satu tahun yang paling memukul umat manusia. Tentunya karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda. Lockdown yang terjadi di mana-mana mengubah tata cara dan kondisi di berbagai sektor. Termasuk dunia teknologi.

Beberapa fenomena di bawah ini muncul sebagai imbas pandemi Covid-19 tersebut. Namun ada juga yang bukan.

1. Pertemuan Online

Ya, dengan adanya lockdown dan anjuran social distancing, kita tidak bisa bertemu keluarga, teman, atau rekan kerja secara fisik. Pertemuan itu pun beralih ke media online, termasuk untuk perkantoran (rapat) dan sekolah. Di tahun 2020 ini, pertemuan online menjadi fenomena teknologi paling masif.

Popularitas Zoom

Pertemuan secara online ini kemudian mendorong aplikasi video converence menjadi sangat populer. Di antara berbagai layanan yang ada, aplikasi Zoom berhasil menjadi yang paling populer. Bahkan mengalahkan Google Meet dan Microsoft Teams.

aplikasi video call zoom

Kepopuleran Zoom ini juga sempat menghadirkan sisi buruk, yaitu yang disebut Zoombombing. Banyak pengguna yang masuk ke berbagai pertemuan online dan menampilkan gambar atau video tidak senonoh.

Pengumuman Produk Online

Kondisi pandemi juga menghalangi berbagai perusahaan besar meluncurkan produk melalui konferensi besar. Akhirnya berbagai perusahaan besar menyajikan presentasi produk mereka secara online pula.

Dalam hal ini, Apple berhasil menyajikan presentasi yang paling menarik. Melalui ruang-ruang di Apple Park dan teknologi visual yang canggih, mereka menampilkan berbagai aspek produk secara dinamis dan tidak membosankan.

2. Perubahan Peringkat Smartphone Dunia

Seiring halangan produksi dan menurunnya kemampuan ekonomi di berbagai belahan dunia, peringkat merek smartphone paling laku di dunia pun berubah. Lagi-lagi, pandemi Covid-19 menghasilkan fenomena menarik di tahun 2020 yang belum terlihat sebelumnya di dunia teknologi.

Huawei Kalahkan Samsung

Secara mengejutkan, Huawei sempat mengalahkan Samsung dan duduk sebagai merek smartphone nomor satu dunia pada kuartal kedua tahun 2020. Hebatnya, hal ini terjadi di tengah pencekalan Amerika terhadap Huawei.

Prestasi Huawei ini terjadi karena penurunan penjualan smartphone Samsung akibat kondi ekonomi di masa pandemi. Sementara itu, penjualan smartphone Huawei di daratan Cina, yang punya penduduk banyak, berhasil meningkat. Sayangnya, prestasi Huawei tidak bertahan lama.

Xiaomi Kalahkan Apple

Fenomena lain yang menarik adalah berhasilnya Xiaomi mengalahkan Apple. Xiaomi naik ke posisi ke-3 dan menurunkan Apple ke posisi ke-4 (sementara Samsung berhasil kembali nomor satu).

Apple terpuruk karena peluncuran iPhone 12 mengalami penundaan. Sedangkan Xiaomi, dengan berbagai lini produk yang harganya relatif murah, berhasil menjadi pilihan konsumen di masa sulit.

3. Apple Rilis Chipset M1

Di luar imbas pandemi Covid-19, ada Apple yang mengumumkan dan meluncurkan chipset rancangan mereka sendiri. Mereka secara resmi mengumumkan pengembangan chipset Apple Silicon di acara WWDC20. Kemudian Apple secara resmi mengumumkannya dengan nama M1.

Ketika Apple mengumumkan chipset ini, kami sudah memprediksi kalau Apple Silicon menghebohkan dunia teknologi. Benar saja, ketika resmi meluncur dengan MacBook Air, MacBook Pro, dan Mac Mini, chipset M1 berhasil menunjukkan performanya.

4. Pertarungan Perusahaan Teknologi

Persaingan antara perusahan di dunia teknologi memang sudah biasa. Namun di tahun 2020 ini hadir beberapa fenomena yang dramatis. Ada beberapa pertarungan yang jadi pokok pembicaraan di internet.

Epic Games vs Apple

Sebagai protes tarif bursa plikasi, Epic membuat alternatif tempat pembelian dalam game Fortnite, yang membuat game itu dihapus di App Store dan Play Store. Epic Games kemudian menuntut Apple dan Google. Menariknya, karena Android memungkinkan memasang Fortnite dari sumber lain, Epic menyasar Apple habis-habisan.

Epic Games membuat kampanye #FreeFortnite dengan memplesetkan iklan klasik Apple. Kampanye itu terus berjalan, sampai Samsung pun ikut serta dalam kampanye yang menyertakan Galaxy Tab S7.

Facebook vs Apple

Kemudian ada Facebook yang rewel akibat kebijakan baru Apple soal privasi di iOS 14. Apple meminta para pengembang meminta persetujuan pengguna untuk pelacakan aktivitas guna personalisasi iklan. Facebook rupanya tidak suka.

Menanggapi hal itu, Facebook kemudian memasang iklan satu halaman penuh di berbagai harian terkemuka di Amerika. Mereka juga mempublikasikan artikel secara online. Facebook menganggap persyaratan Apple itu bisa membuat layanan internet jadi lebih mahal dan merugikan bisnis kecil-menengah.

5. Kepopuleran Game “Among Us”

Karena video streamin di Twitch, game Among Us menjadi game paling populer di tahun 2020 ini. Lucunya, game Among Us sendiri sebenarnya sudah meluncur pada tahun 2018.

Saking populernya game ini, sang pengembang sampai membatalkan rencana sekuelnya Among Us 2, dan memutuskan menambah fitur game asli lebih jauh. Selain itu, ada pula fans yang niat membuat penampilan versi 3D game Among Us. Game ini berhasil meraih penghargaan “Best Mobile Game” dan “Best Multiplayer” di ajang The Games Awards.

6. TikTok Jadi Target Amerika

Setelah Huawei, TikTok menjadi target pemerintah Amerika berikutnya. Pemerintahan Trump mengancam akan memblokir TikTok, kecuali aplikasi media sosial itu mengalihkan operasinya ke Amerika.

Tekanan ini cukup ramai jadi pembicaraan. Apalagi Kevin Mayer, CEO TikTok yang baru dilantik, langsung turun dari jabatannya. Selain itu, beberapa perusahaan besar Amerika, seperti Microsoft dan Oracle, berusaha mengambil alih operasional TikTok.

Berita ini menjadi tambah ramai ketika pemerintah Amerika juga mengikut sertakan WeChat dalam daftar yang akan diblokir. Walau begitu, ancaman pemerintah Amerika ini sampai kini belum terwujud.

%d blogger menyukai ini: