Inilah 5 Film Indonesia dengan Waktu Perilisan Kurang Tepat

Sebenarnya film di Indonesia sudah semakin baik daripada dulu. Bahkan karena sudah semakin maju, film di Indonesia masa kini sudah punya identitas tersendiri.

Perlahan tapi pasti, pasar penonton film di Indonesia sudah semakin meningkat. Ditambah lagi, setiap tahun ada beberapa film yang sudah ditunggu-tunggu tanggal tayangnya.

Hal ini juga selaras dengan beberapa film Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan dari ajang Internasional. Ditambah lagi, sudah ada beberapa nama aktor dan aktris Tanah Air yang mulai diperhitungkan.

Namun sebagus apapun kualitas dari sebuah film, jika waktu perilisan tidak tepat maka akibat yang diperoleh bisa fatal seperti sepi penonton, turun layar untuk beberapa waktu, dll.

Berikut ini telah kami rangkum beberapa film Indonesia dengan waktu perilisan kurang tepat.

Buffalo Boys (2018)

Film Buffalo Boys memang tidak kalah keren dengan film action lain. Selain menghadirkan deretan aktor ternama, film ini juga mempunyai jalan cerita yang bagus.

Namun sayangnya, Buffalo Boys tidak bisa bertahan lama di bioskop Indonesia. Film ini dijadwalkan tayang pada awal Juli 2018. Sementara sepanjang bulan Juli terdapat berbagai film Hollywood yang juga tayang.

Beberapa film keren Hollywood seperti Hotel Transylvania 3, Ant Man the Wasp, hingga Mission: Imposible – Fall Out bertengger di bioskop Tanah Air waktu itu. Hasilnya membuat Buffalo Boys tenggelam seketika.

Chrisye (2017)

Untuk mendalami perannya sebagai seorang Chrisye, Vino G. Bastian harus meluang banyak waktu. Sayangnya, usaha keras yang dilakukan olehnya tidak mendapat respon bagus.

Pencapaian film ini justru bisa dibilang tidak terlalu menggembirakan. Padahal film biopik legenda pop Indonesia ini sebenarnya sudah dibuat sangat cantik.

Mungkin film Chrisye tidak terlalu booming karena tanggal tayang yang kurang tepat. Chrisye tayang dibulan yang sama dengan penayangan dua film Box Office Hollywood, yaitu Jumanji 2 dan Star Wars: The Last Jedi.

Night Bus (2017)

Film ini memang berhasil memenangkan FFI di tahun 2017. Namun jika dilihat dari segi penonton di bioskop, maka hal ini sangat berlawanan dengan prestasi yang telah diraih film Night Bus.

Film besutan Emil Heradi ini sebenarnya mempunyai alur cerita yang cukup unik serta detail keren. Sayangnya, film ini hanya tayang sebentar di bioskop dengan jumlah penonton sedikit.

Selain kurangnya promosi, film ini juga ditayangkan pada tanggal yang kurang tepat. Hal ini karena penayangan Night Bus berdekatan dengan tanggal rilis film The Guys dan Smurf: The Lost Village. Hal ini membuat Night Bus hanya ditonton oleh 20.000 orang saja.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Jika berbicara mengenai film, maka hal itu tidak akan pernah ada habisnya. Akan selalu ada hal yang bisa diperbincangkan. Salah satunya adalah berbagai prestasi yang telah dicapai suatu film.

Walaupun menuai banyak prestasi, namun film ini tidak begitu laku di Indonesia. Bahkan waktu tayang di bioskop hanya satu minggu saja.

Hal ini tidak mengherankan, sebab waktu itu film Justice League sedang booming. Bahkan kepopuleran film tersebut sudah santer diberitakan sejak November 2017. November merupakan bulan yang sama film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak rilis.

Foxtrot Six (2019)

Film ini sempat digadang-gadang menjadi yang paling keren selama 2019, sekaligus menjadi film yang paling laris ditahun ini. Namun kenyataannya Foxtrot Six justru tenggelam begitu saja.

Sampai tulisan ini saya buat, penonton film Foxtrot Six belum mencapai satu juta orang. Kalian mungkin tahu sebabnya, karena waktu perilisan Foxtrot Six berdekatan dengan Dilan 1991.

Film Dilan 1991 tayang satu minggu setelah penayangan Foxtrot Six. Foxtrot Six yang harusnya ditonton oleh jutaan orang, jadi tidak begitu diminati.

Mungkin media baru dalam menonton film, seperti streaming bisa membantu penonton menjangkau film Indonesia yang keren. Misalnya lewat Netflix atau Bioskop Online Indonesia.

%d blogger menyukai ini: