Twitter Kembangkan Fitur Birdwatch untuk Laporkan ‘Tweet Sesat’

Sumber Gambar: Scroll

Twitter saat ini tengah mengerjakan fitur baru bernama Birdwatch. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melaporkan tweet yang menyesatkan.

Zaman modern seperti saat ini, hampir semua pengguna smartphone pasti punya media sosial. Twitter adalah salah satu media sosial yang masih eksis sampai sekarang.

Sayangnya selama ini, Twitter tidak jarang dipakai oleh orang tidak bertanggung jawab. Mereka kadang menyebarkan berita hoax sampai yang sifatnya menyesatkan. Untuk mengatasi masalah ini, Twitter kini tengah mengembangkan fitur Birdwatch. Apa itu?

Bocoran Cara Kerja Fitur Twitter Birdwatch

Keberadaan Birdwatch memang telah dikonfirmasi langsung oleh perusahaan. Mereka mengatakan jika saat ini fitur tersebut masih dalam tahap pengembangan. Hanya itu yang disampaikan. Jadi kami belum tahu resmi seperti apa cara kerja fitur ini.

Untungnya beberapa waktu lalu telah muncul berbagai bocoran soal fitur Birdwatch. Bocoran pertama, fitur ini masih dalam tahap pengembangan awal dan tidak akan rilis menjelang pemilu AS.

Cuitan Jane Manchun Wong

Dikutip dari TechCrunch, fitur ini awalnya ditemukan oleh Jane Manchun Wong, Agustus lalu. Jane mengatakan, di fitur ini pengguna bisa melampirkan cacatan ke tweet yang menyesatkan.

Cuitan Matt Navarra

Kemudian pada akhir September, konsultan media sosial Matt Navarra sempat melihat tombol khusus ‘Add to Birdwatch’ di bawah konten yang dia tweet.

Lanjut pada 3 Oktober, Birdwatch terlihat memiliki mini survey. Survey ini muncul saat pengguna melaporkan tweet yang dinilai ‘menyesatkan.’

Mini Survey di Fitur Birdwatch

Pertanyaan yang diajukan Twitter pun beragam. Seperti apa menurut pengguna tweet ini menyesatkan atau tidak, lalu alasan kenapa tweet ini bisa menyesatkan, sampai seberapa besar kerugian yang dihasil tweet menyesatkan ini.

Sementara itu, salah satu pimpinan produk Twitter terlihat membalas cuitan Jane Manchun Wong. Orang tersebut mengatakan jika Twitter akan ‘berbagi lebih banyak tentang fitur ini segera.’

Twitter memang tidak main-main untuk menangkal cuitan hoax atau menyesatkan. Seperti Mei lalu, Twitter meluncurkan label di cuitan yang mengandung informasi sesat tentang COVID-19.

banner cybersport
%d blogger menyukai ini: