Mirip Clubhouse, Inilah yang Perlu Kamu Tahu Soal Fitur Twitter Space

Setelah diumumkan akhir tahun lalu, sekarang fitur Twitter Space akhirnya resmi diluncurkan. Seperti apa fitur itu? Baca detilnya di sini.

Clubhouse telah menjadi fenomena tersendiri selama beberapa waktu lalu. Platform berbasis ruang obrolan audio ini langsung digemari banyak orang, dan jumlah penggunanya terus menanjak.

Tak mau kehilangan kesempatan, Twitter pun ikut-ikutan mencoba membuat fitur yang mirip Clubhouse. Dinamakan Space, fitur ini diumumkan pada akhir tahun 2020 dan sekarang sudah resmi diluncurkan.

Informasi Penting Soal Fitur Twitter Space

Sebenarnya, Space rencananya diluncurkan pada bulan April lalu. Namun entah kenapa, peluncuran mundur sedikit ke awal Mei.

Melalui pengumumannya, Twitter mengatakan beberapa informasi penting tentang Space. Untuk sementara ini, Space sudah bisa digunakan untuk pengguna aplikasi Twitter Android dan iOS.

Cara Kerja Twitter Space

Lalu bagaimana cara kerja fitur ini? Kalau kamu pernah memakai Clubhouse atau Discord Stage Channel, pasti kamu tak akan asing dengan Twitter Space. Sebab mereka bertiga punya cara kerja yang hampir sama.

Ketika seseorang yang kamu ikuti memulai atau berbicara di Space, mereka akan muncul di bagian atas timeline sebagai gelembung ungu selama tayang.

Minta untuk Berbicara di Space – Sumber Gambar : Twitter Blog

Ketika kamu bergabung ke Space sebagai pendengar, kamu dapat mengirim reaksi emoji, melihat Tweet yang disematkan, mengikuti teks, menge-Tweet atau DM Space, hingga meminta ikut bicara.

Teks di Space – Sumber Gambar : Twitter Blog

Ketika kamu gabung ke Space sebagai pembicara, selain bicara, kamu juga bisa menyematkan Tweet ke Space, mengaktifkan teks, dan menge-Tweet Space agar pengikutmu bisa bergabung.

Menyematkan Tweet di Space – Sumber Gambar : Twitter Blog

Lalu ketika kamu meng-hosting Space, kamu punya kendali penuh. Kamu bisa mengundang orang atau mengirim DM untuk bergabung ke Space.

Sebagai host, kamu dibekali kemampuan untuk membisukan speaker dan mengambil mikrofon anggota tertentu, mengeluarkan anggota tertentu dari Space, atau menonaktifkan semua speaker secara bersamaan.

Namun untuk bisa meng-hosting Space, tidak bisa dilakukan sembarang orang. Twitter mengatakan, hanya pengguna yang punya minimal 600 followers saja yang bisa meng-hosting Space.

Fitur yang akan Datang

Apakah Space benar-benar ‘sama persis’ dengan Clubhouse. Tentu tidak. Ada beberapa fitur unik di Space yang tidak dimiliki Clubhouse. Fitur-fitur ini akan ditambahkan beberapa bulan lagi.

Jadi nantinya, Twitter berencana menawarkan cara ke pengguna untuk memonetisasi Space lewat tiket. Kedepan, host bisa menetapkan harga dan jumlah tiket yang bakal dijual. Dengan begitu, host bisa mendapatkan uang dari usaha (meng-hosting Space) mereka.

Agar sama-sama adil, Twitter nanti akan mencubit sedikit pendapatan dari penjualan tiket. Fitur tiket akan tersedia untuk ‘grup terbatas’ dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi lain, Twitter juga mengumumkan kalau mereka sedang mengembangkan fitur Space terjadwal dan hosting. Perusahaan juga berencana menambahkan kemampuan menjeda teks, menggulir kembali, dan menyesuaikan font. Namun perusahaan belum membeberkan kapan fitur ini akan diluncurkan.

Fitur-fitur di atas bakal membuat Space lebih unggul dari Clubhouse. Sebab sampai sekarang, Clubhuse masih belum punya opsi teks. Inilah yang harus jadi PR buat Clubhouse. Kalau Space datang dengan banyak fitur menarik, tidak menutup kemungkinan pengguna Clubhouse bakal hijrah ke Space.

Terakhir, Twitter juga sedang mengembangkan Space untuk versi web. Lagi-lagi, perusahaan tetap bungkam soal kapan Space web akan diluncurkan.

%d blogger menyukai ini: