Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Kenali Karakter Media Sosial Populer Saat Ini

media sosial

Media sosial merupakan layanan yang kita pakai sehari-hari. Ada yang memakainya untuk sekedar mencari hiburan, ada juga yang memakainya untuk bisnis. Pernahkah kamu memikirkan karakter masing-masing media sosial?

Dari sekian banyak jejaring sosial yang ada saat ini, ada yang relatif mirip, namun ada juga yang berbeda jauh karakternya. Beberapa layanan menggunakan sistem lini masa (timeline), ada yang menampilkan saran konten, dan sejenisnya.

Oleh karena itu, di sini kami tidak mambahas beberapa media yang memiliki karakter berbeda. Salah satunya YouTube, yang jelas berbasis video. Lainnya adalah Foursquare yang berbasis lokasi. Di sini kami membahas beberapa yang relatif mirip, yaitu Facebook, Instagram, Twitter, dan Pinterest.

Facebook

Seperti media sosial pada umumnya, Facebook memiliki lini masa, bisa membuat kiriman dalam berbagai bentuk, punya berbagai bentuk interaksi (suka, reaksi, berbagi, dll), mendukung tagar (hashtag), bisa mengirim pesan pribadi (lewat Messenger), dan juga bisa membuat akun bisnis.

lord voldemort facebook account

Facebook sangat menekankah hubungan antar personal. Kamu teman siapa, kamu saudara siapa, kamu rekan siapa, dan seterusnya. Ketika kamu membuat posting, kiriman itu akan dilihat oleh mereka yang paling sering berinteraksi denganmu. Jadi penyebaran konten Facebook sangat mirip dengan berita mulut ke mulut. Kami pernah membahas faktor yang menyebabkan status Facebook populer.

Salah satu kelemahan Facebook adalah di bagian pencarian dan eksplorasi. Kita tidak serta merta bisa melihat apa yang sedang populer di Facebook. Sebagai contoh kongkrit, ketika kamu membuat Page, kamu “harus” mengundang teman untuk menyukai halaman tersebut (untuk kemudian mengikuti kirimannya). Contoh lain, orang tidak terlalu peduli dengan hashtag di Facebook.

Twitter

Fitur Twitter memang tidak sebanyak Facebook. Namun, sebagai media sosial ia memiliki fitur yang menjadi pondasi dari yang lain. Sebut saja sistem username (dengan @), hashtag, DM (direct message), dll. Ia juga mendukung media visual walau tidak punya bagian khusus (yang bisa ditata) untuk itu.

Twitter punya keunggulan untuk informasi yang cepat dan kekinian. Lini masanya aktual. Bahkan kamu bisa mendapat info darurat dengan cepat.

Sumber Gambar: Droid Life

Lalu, kalau kamu ingin ngobrol (bahkan dengan orang yang tidak kenal), Twitter merupakan media tepat. Percakapan yang cepat inilah yang kemudian mengarah ke Trending Topic. Hal ini juga yang menyebabkan Twitter sering jadi kanal perusahan untuk mendapat umpan balik dari konsumennya.

Karena konten cenderung berjalan lurus, kita akan cukup kesusahan mengelola tweet lama. Termasuk foto dan video yang pernah kita unggah. Lalu, karena Twitter bisa jadi sangat spontan, tweet pengguna bisa memicu kontroversi dan diskusi panas.

Instagram

Sudah jelas, Instagram berbasis media visual, baik foto maupun video. Namun ia tetap memiliki fitur media sosial pada umumnya. Yang menarik, dalam hal lini masa, Instagram lebih mirip Twitter daripada Facebook. Terutama untuk username, dan hashtag. Bahkan banyak yang berharap Instagram punya fitur seperti ReTweet. Sementara untuk komentar, ia lebih mirip Facebook.

melihat instagram stories di pc

Walau Instagram juga memperhitungkan kedekatan antar pengguna, ia memberi ruang cukup luas di sisi eksplorasi. Kita dengan mudah menemukan hal baru, teman baru, dan mengetahui apa yang sedang populer.

Salah satu yang menyebalkan dari Instagram adalah ia baru membolehkan meletakkan link di satu tempat, yaitu di biografi. Untuk sementara, walau tidak vital, hal ini merupakan sebuah keterbatasan.

Pinterest

Sebenarnya, saat ini format Pinterest lebih mirip YouTube. Yaitu memberikan saran konten di halaman awal. Sedangkan lini masa dari orang yang kamu ikuti ada di tab lain. Namun, secara umum ia masih punya fitur medsos yang mirip dengan yang ada di atas. Paling tidak dari sisi following, Like, atau mengirim pesan pribadi.

aplikasi pinterest android

Pinterest kerap digunakan sebagai sarana untuk mencari inspirasi atau tips. Yang menarik, di luar negeri Pinterest kerap jadi tempat tujuan ketika orang yang mau membeli sesuatu (di Indonesia saat ini lebih banyak yang memakai Instagram).

Namun, karena itu pula sisi sosial Pinterest jadi berkurang. Penggunanya cenderung pasif. Hanya menyematkan dan membuat koleksi. Jarang memberi komentar dan berinteraksi satu dengan lainnya.

More Stories
Bikin penasaran, Samsung Note 10 Siap Rilis Agustus Mendatang