Masih Minatkah Kalian, Jika Harga Ponsel Xiaomi di Indonesia Naik?

Xiaomi Mi Note 10

Xiaomi menyerah! Akhirnya Xiaomi memutuskan untuk menaikkan harga ponsel di Indonesia. Gimana, masih minat beli ponsel Xiaomi kalau harga naik?

COVID-19 menyebabkan nilai tukar dollar AS ke rupiah melambung. Hal tersebut membuat harga berbagai produk, khususnya produk impor ikut naik.

Walau nilai tukar rupiah naik, tapi Xiaomi mengatakan kalau mereka tetap tidak akan menaikkan harga jual ponselnya di Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, Maret lalu.

Sebulan kemudian, perusahaan akhirnya menyerah. Xiaomi akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga jual ponsel mereka di Indonesia.

Sumber Gambar : Mi

Harga Ponsel Xiaomi di Indonesia Naik

Xiaomi adalah vendor smartphone yang terkenal mematok terjangkau untuk produknya. Bahkan untuk ponsel flagship mereka, harganya lebih terjangkau dibanding ponsel flagship milik vendor lain.

Inilah yang membuat Xiaomi diincar banyak orang di Indonesia. Yah seperti yang kalian tahu, mayoritas orang Indonesia lebih suka yang ‘murah meriah enak’ kan?

Sayangnya, beberapa waktu lalu Xiaomi mengkonfirmasi kalau mereka bakal menaikkan harga ponsel di Tanah Air. Kenaikan harga ini dipicu pandemi COVID-19 dan nilai tukar rupiah yang kian melemah.

Kenaikan harga diawali pada Redmi 8 varian 4GB / 64GB. Harga ponsel ini di Indonesia awalnya adalah Rp 1,7 juta, sekarang naik menjadi Rp 1.849.000.

Sejauh ini, baru model itu saja yang kami sesuaikan harganya,” kata Alvin Tse dalam konferensi virtual beberapa waktu lalu.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, selisih harga Redmi 8 tidak jauh beda kok. Apalagi Xiaomi sempat memotong harga seri tersebut. Bisa dibilang, selisih harga lama dengan yang baru hanya Rp 50.000-an saja.

Apakah semua produk Xiaomi bakal naik harganya? Tidak kok. Alvin menjelaskan kalau hanya model-model tertentu saja yang bakal mengalami koreksi harga. Apalagi kalau nilai tukar rupiah semakin melemah.

Sebenarnya Xiaomi bukan vendor pertama yang menaikkan harga karena COVID-19. Sebelumnya ada OPPO dan Realme yang sudah lebih dulu menaikkan harga ponsel mereka.

Ya tidak heran. Mengingat dampak yang ditimbulkan COVID-19 ke ekonomi bukan main-main. Pandemi ini membuat beberapa pabrik bahan baku ponsel tutup. Sehingga harga logistik dan lainnya ikut naik.

%d blogger menyukai ini: