Mencoba Navigasi Gestur Ala Android P dan iPhone X

navigasi dengan gestur

Navigasi di handphone sedang mengalami perubahan. Alih-alih menggunakan tombol, sekarang navigasi mengarah pada penggunaan gestur atau gerakan jari di layar. iPhone X mengawali hal itu, dan Android P juga mengadaptasi sistem navigasi gestur.

Sekarang kamu pun bisa mencoba navigasi gestur tersebut di handphone Android milikmu. Di sini kami mencoba dengan aplikasi Navigation Gestures dari XDA. Hasilnya mungkin tidak sama persis seperti di iPhone X atau di Android P. Karena aplikasi ini pun masih cukup baru. Tapi paling tidak kamu bisa mencoba. Setelah itu silakan nilai sendiri.

Bagaimana Navigasi Gestur Bekerja?

Kalau kamu sudah pernah menggunakan sistem One Button Nav di handphone Motorola, sistemnya tidak jauh berbeda. Huawei juga punya yang sejenis dengan sebutan Navigation Dock. Kalau tidak salah OnePlus pun punya sistem seperti ini.

Nanti akan ada obyek berbentuk pil duduk di bagian tempat kotak navigasi berada. Pil ini bisa kamu gerakkan ke kiri, ke kanan, ke atas, dll. Fungsi masing-masing gestur tergantung setelan yang kamu lakukan. Setelan dasar akan membuat geser ke kiri untuk ‘Kembali’ menggantikan tombol ‘Back’ dan geser ke kanan untuk membuka ‘Daftar aplikasi terakhir’ menggantikan tombol ‘Recent Apps’.

perbandingan navigasi

Perbandingan navigasi dengan tombol dan dengan gestur (pil)

Saat ini sebagian besar orang mungkin berpikir lebih enak memakai sistem tombol. Tidak salah juga. Tapi sistem ini bisa dan kemungkinan besar berubah. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba untuk mengenal penggunaan sistem gestur tersebut. Tampilan layarmu juga akan terlihat unik. 😀

Di samping itu, ada manfaat lain tersembunyi. Navigasi ini akan berguna kalau tombol fisik, seperti volume dan power, di handphone-mu rusak. Kamu bisa menambahkan kedua fungsi itu di dalam navigasi ini.

Memakai Aplikasi Navigation Gestures

Di sini kami akan memberi tutorial untuk aplikasi Navigation Gesture dari XDA. Kenapa memilih aplikasi ini? Hm, XDA punya komunitas besar dan aktif. Selain itu mereka punya catatan teknis lengkap. Tapi karena aplikasi ini masih terhitung baru, jangan berharap kalau penggunaannya semulus kotak navigasi biasa.

Saya mencoba aplikasi ini dengan dua buah handphone: Huawei Nova 2 Lite dan ASUS ZenFone Max Pro M1. Keduanya menggunakan Android 8.1 Oreo. Jadi mungkin akan ada perbedaan.

PERHATIAN!
  1. Kamu akan diminta memberikan ijin ‘Tampilkan di atas aplikasi lain’. Tindakan ini memungkinkan pil aktif, tapi belum menghilangkan kotak tombol navigasi.
  2. Untuk menghilangkan kotak tombol navigasi, kamu harus memberi ijin menghapusnya. Hal ini kamu lakukan dengan program Android Debug Bridge (ADB) lewat command prompt (atau PowerShell) Windows atau Terminal di macOS.

Kalau ingin mencoba, silakan download Navigation Gestures dari Play Store.

Tampilkan Di Atas Aplikasi Lain

Navigation Gesture akan meminta ijin ini ketika kamu membuka aplikasi pertama kali. Aplikasi akan mengarahkan kamu ke setelan tersebut.

Kalau kamu ingin tahu letaknya, silakan lihat di Setelan > Aplikasi & Notifikasi > Lanjutan > Akses aplikasi khusus > Tampilkan di atas aplikasi lain.

tampilkan di atas aplikasi lain

Setelan ‘Tampilkan di atas aplikasi lain’ di ASUS ZenFone Max Pro M1

Ijin Menghapus Kotak Tombol Navigasi

Untuk menghapus kotak tombol navigasi, kamu harus menggunakan apa yang disebut Android Debug Bridge (ADB).

Ada 4 hal yang harus kamu lakukan.

  1. Mengaktifkan USB Debugging di handphone.
  2. Mengaktifkan akses ADB.
  3. Mengaktifkan ijin akses ADB (untuk menghilangkan kotak tombol navigasi).
  4. Aktifkan navigasi gestur di aplikasi.

1. Aktifkan USB Debugging di Handphone

  1. Buka ‘Setelan’ di handphone.
  2. Masuk ke ‘Sistem’ (‘System’).
  3. Masuk ke bagian ‘Tentang ponsel’ (‘About phone’).
  4. Ketuk ‘Nomor bentukan’ (‘Build number’) sebanyak 7 kali untuk mengaktifkan .Opsi developer’ (‘Developer mode’).
  5. Kembali ke ‘Sistem’ dan masuk ke ‘Opsi developer’.
  6. Cari dan aktifkan ‘Debugging USB’
  7. Sekarang kamu harus pindah ke komputer untuk mengatur ADB.

2. Aktifkan Akses ADB di Handphone

ADB di Windows
  1. Download file ADB untuk Windows.
  2. Ekstrak file tersebut.
  3. Buka Windows Explorer dan masuk ke folder hasil ekstrak tadi.
  4. Buka Command Prompt dari dalam folder (direktori) ADB tersebut.
    • Bisa dilakukan dengan tekan Shift + Klik kanan, lalu pilih ‘Open command window here’. (beberapa pengguna Windows 10 mungkin akan membuka ‘PowerShell’, bukan ‘Command Prompt’).
  5. Hubungkan handphone ke komputer dengan kabel USB.
  6. Di notifikasi handphone, ubah pilihan ke ‘File transfer (MTP)’.
  7. Di Command Prompt, ketik perintah: adb devices.
    • Dalam beberapa kasus, perintahnya bisa berbentuk ./adb devices.
  8. Di layar handphone kamu akan mendapat notifikasi untuk ijin USB Debugging dari komputer. Tekan ‘OK’.
    • Kalau itu komputermu sendiri, kamu bisa centang pilihan ‘Always allow from this computer’.
  9. Masukkan ulang perintah: adb devices.
    • Kalau sukses, kamu akan melihat nomor seri (serial number) handphone di Command Prompt.
ADB di macOS
  1. Download file ADB untuk Mac.
  2. Ekstrak file tersebut.
  3. Buka Terminal.
  4. Di Terminal, masuk ke folder/direktori ADB yang tadi kamu ekstrak dengan perintah: cd /Users/NamaPengguna/Folder/Sub-folder.
    • Sebagai contoh: cd /Users/anom/Downloads/platform-tools
  5. Hubungkan handphone ke komputer dengan kabel USB.
  6. Di notifikasi handphone, ubah pilihan ke ‘File transfer (MTP)’.
  7. Di Terminal, ketik perintah: adb devices.
    • Dalam beberapa kasus, perintahnya bisa berbentuk ./adb devices.
  8. Di layar handphone kamu akan mendapat notifikasi untuk ijin USB Debugging dari komputer. Tekan ‘OK’.
    • Kalau itu komputermu sendiri, kamu bisa centang pilihan ‘Always allow from this computer’.
  9. Masukkan ulang perintah: adb devices.
    • Kalau sukses, kamu akan melihat nomor seri (serial number) handphone di Terminal.

3. Ijin Akses ADB

Masih di Command Prompt (Windows) atau Terminal (macOS) dan masih dari dalam folder/direktori platform-tools (lihat langkah ke-4 di poin 2 di atas), ketik perintah: adb shell pm grant com.xda.nobar android.permission.WRITE_SECURE_SETTINGS.

Dalam beberapa kasus, bentuk perintah bisa berbentuk: ./adb shell pm grant com.xda.nobar android.permission.WRITE_SECURE_SETTINGS.

Kalau berhasil, tidak tidak ada peringatan keluar dan kamu bisa melanjutkan mengaktifkan navigasi gestur di handphone.

4. Aktifkan Navigasi Gestur di Aplikasi

Kalau kamu sudah melakukan semua langkah di atas, kamu sudah bisa mengaktifkan dua pilihan yang ada di dalam aplikasi Navigation Gestures.

  1. Aktifkan pil navigasi gestur di pilihan ‘Gesture Enabled’.
  2. Sembunyikan kotak navigasi di pilihan ‘Hide Navigation Bar’.
aktifkan navigasi gestur

Mengaktifkan navigasi gestur di Huawei Nova 2 Lite

Kalau kamu sudah mengaktifkan kedua pilihan ini. Kamu bisa mengatur fungsi gestur yang ada di pil melalui tombol setelan di pojok kanan atas.

Selain mengatur fungsi gestur, kamu juga bisa mengatur penampilan pil dan beberapa setelan lain (misalnya non aktif kalau masuk full screen, dll).

Pengalaman Penggunaan

Seperti sudah saya sebut di atas, aplikasi ini masih terhitung baru. Oleh karena itu, saya menemukan beberapa hal yang tidak nyaman. Misalnya, pil navigasi gestur TIDAK menggantikan posisi kotak navigasi (mungkin belum). Jadi posisinya bisa menumpuk elemen lain di handphone.

Di ASUS ZenFone Max Pro M1 yang menggunakan Nova Launcher, pil menumpuk di atas kotak pencarian Google (atau kalau layout lain mungkin di depan ikon aplikasi). Sedangkan di Huawei Nova 2 Lite, posisinya cukup aman, tapi juga terlalu berdekatan dengan elemen lain. Misalnya tombol untuk membersihkan semua aplikasi.

penggunaan navigasi gestur

Pil navigasi di ASUS ZenFone Max Pro M1 (atas) dan Huawei Nova 2 Lite (bawah)

Selain itu, pil navigasi gestur ini masih kurang responsif. Tidak seperti tombol atau seperti One Nav Button yang saya dulu gunakan di Moto G5s Plus dan Moto Z2 Play.

Yah, begitulah cara memakai navigasi gestur yang meniru iPhone X atau Android P. Seperti yang juga sudah saya katakan, kamu boleh saja coba-coba. Kalau tidak suka pun tidak apa-apa. Paling tidak, kamu bisa mengenal fitur ini dan tahu ada cara lain yang berfungsi kalau tombol fisik (volume dan power) di handphone-mu rusak. Selamat mencoba.

Ada komentar?