Review Moto Z2 Play: Handphone Flagship Yang Disederhanakan

review moto z2 play

Moto Z2 Play dan Moto Z2 Force adalah generasi kedua handphone unggulan Motorola. Kali ini saya punya kesempatan menggunakan salah satunya. Inilah review Moto Z2 Play.

Seri Moto Z dari Motorola merupakan handphone flagship unik. Handphone ini mengusung tema modular. Kamu bisa menggabungkannya dengan aksesoris lain yang disebut Moto Mods. Ada kamera, kontroler game, speaker, proyektor, dll.

Dari kedua handphone Moto Z generasi kedua ini, Moto Z2 Play adalah handphone yang beredar di Indonesia. Handphone Motorola lain yang beredar di Indonesia tahun 2017 adalah Moto G5s Plus, Moto E4 dan Moto C.

Salah satu catatan yang saya buat di review handphone ini adalah Moto Z2 Play lebih mirip Moto G5s Plus daripada Moto Z yang jadi generasi sebelumnya. Baik dari sisi spesifikasi maupun penampilan.

BACA JUGA
Review Moto G5S Plus: Kualitas Prima Dengan Harga Terjangkau

Desain dan Hands-on Moto Z2 Play

moto z2 play depan belakang

  • Desain elegan (perkembangan lebih baik dari generasi sebelumnya)
  • Solid dan enak digenggam

Saya pernah mengkritik di review Moto Z karena penampilannya yang kurang mewah sebagai handphone flagship. Kabar baiknya, Moto Z2 Play punya penampilan yang jauh lebih baik. Salah satunya, karena yang ada di tangan saya ini yang berwarna hitam.

Bagian depannya yang hampir seluruhnya tertutup kaca enak dilihat. Fingerprint scanner yang dulu berbentuk bujur sangkar yang canggung sudah berganti dengan bentuk oval. Lebih sesuai dengan bentuk keseluruhan handphone.

Motorola membuat bagian belakang handphone seri Z agar bisa tertutup Moto Mods. Pendahulunya, Moto Z, memang memberi kesan “harus ditutup”. Moto Z2 Play punya desain belakang yang jauh lebih baik.

Bagian belakangnya yang berwarna abu-abu gelap memiliki garis pinggir melengkung dan lingkaran logo M Motorola berwarna hitam. Elegan. Kalau ada kesan “harus ditutup”, hal itu terasa dari bagian belakang yang datar dan kamera yang menonjol keluar (sedikit terlihat kurang wajar).

Bodinya memberi kesan premium. Berbalut metal dan walau cukup tipis, terasa solid digenggam. Termasuk dari segi bobot.

Tombol volume dan power di samping bodi punya desain khas seri Z. Kecil dan terletak agak ke atas. Terus terang saya kurang suka, karena ukuran dan jarak masing-masing tombol tidak jauh berbeda. Sehingga kadang suka salah pencet kalau mau membuat screenshot.

Secara keseluruhan, saya suka dengan penampilan dan rasa Moto Z2 Play di tangan. Perkembangan yang bagus dari tim desain Motorola.

Layar Moto Z2 Play

  • Bagus tapi tidak istimewa
  • Warna cenderung hangat

Layar Moto Z2 Play adalah layar super AMOLED sebesar 5,5 inci (~70,1% rasio layar dan bodi). Resolusinya Full HD 1080 x 1920 dengan ketajaman layar 401. Layar ini terbuat dari Corning Gorilla Glass 3.

Seperti saya sebut di atas, Moto Z2 Play lebih mirip Moto G5s Plus. Moto Z2 Force punya spesifikasi yang lebih tinggi dari saudaranya ini.

Secara keseluruhan, walau tidak memiliki ketajaman layar tinggi, penampilan gambar di layar tetap bagus. Terutama karena super AMOLED.

Ada sedikit catatan. Warna di layar cenderung sedikit hangat. Tidak terlihat kalau kamu memegang handphone ini sendiri. Tapi kalau disandingkan dengan handphone lain—saya membandingkannya dengan Moto G5s Plus—akan terlihat. Misalnya di warna abu-abu atau warna kayu.

Sistem Operasi dan Aplikasi Moto

  • Mendekati Android murni
  • Fleksibel

Moto Z2 Play hadir dengan Android 7.1.1 Nougat dan akan mendapat update Android 8 Oreo. Jadi kamu sudah bisa menikmati beberapa keuntungan Android Nougat. Kamu juga bisa menggunakan Google Assistant kalau mau.

Lalu, handphone Motorola merupakan salah satu handphone Android dengan skin yang paling mendekati Android murni. Moto App Launcher tidak merubah banyak penampilan keseluruhan dari Google Now.

Seperti handphone Motorola lain, Moto Z2 Play memiliki fitur khas Moto seperti Moto Actions, Moto Display, dan Moto Voice. Tentunya, karena ini seri Z, ada juga Moto Mods.

Beberapa fitur tersebut menurut saya tidak terlalu fungsional. Tapi namanya juga pilihan. Fitur tambahan Moto ini bisa kamu non-aktifkan kalau tidak suka. Menurut saya, fleksibilitas ini cukup nyaman.

BACA JUGA
Moto Z: Masih Menggiurkan Setelah Setahun Berlalu

Performa Moto Z2 Play

performa baterai moto z2 play

  • Memadai untuk keperluan sehari-hari
  • Fast charging memberi keuntungan besar

Moto Z2 Play punya spesifikasi yang cukup biasa untuk sebuah handphone seri Z. Prosesornya “hanya” Qualcomm® Snapdragon™ 626 Octa-core dengan GPU Andreno 506, RAM 4 GB, memori internal 64 GB dengan dukungan SD card sampai 2TB.

Yah, saya cukup punya banyak kegiatan di handphone. Mulai dari ngobrol, main game (kalau Mas Afit dan Mas Ndar main Mobile Legends, saya main Battle Bay ???? ), sampai bekerja ringan. Jadi multi-tasking aplikasi sering saya lakukan. Kemudian, saya juga sering menggunakan handphone sebagai hotspot. Mungkin kedengarannya standar. Tapi sejauh ini saya tidak menemukan masalah saat menggunakan handphone ini.

Baterai Moto Z2 Play sebesar 3000 mAh dengan dukungan fast charging (Motorola menyebutnya Turbo Charge). Dari ukurannya tidak istimewa. Setara dengan Moto G5s Plus dan lebih besar dari Moto Z2 Force.

Lagi-lagi saya tidak bermasalah dengan baterai Moto Z2 Play. Kalau tidak main online game atau fakir sinyal, daya bisa bertahan hampir sehari penuh. Keuntungannya jelas ada di fast charging. Turbo charge mampu mengisi daya dengan cepat. Hm, kalau ada yang perlu disebut, handphone bisa jadi hangat kalau fakir sinyal. Maklum bodi metal jadi lebih terasa.

Kamera Moto Z2 Play

aplikasi kamera moto z2 play

  • Warna natural
  • Lebih baik dari yang diduga

Kamera belakang

Kamera Moto Z2 Play di bagian belakang (kamera tunggal) memiliki spesifikasi 12MP (f/1.7, 1,4µm), laser autofocus (sampai 5 meter), phase detection auto focus (PDAF), color correlated temperature (CCT), HDR, auto night mode. dan ditemani dual LED flash. Videonya mendukung kualitas 480p (30fps) 720p (120fps) 1080p (60fps), dan 4K (30fps).

Selain mode standar, fitur foto di dalamnya ada Professional Mode dan Panorama. Sedangkan untuk fitur video mendapat tambahan Slow Motion.

hasil foto moto z2 play

Hasil foto Moto Z2 Play di luar ruang

foto kamera belakang Moto Z2 Play

Hasil foto kamera belakang Moto Z2 Play

foto makro moto z2 play

Foto makro Moto Z2 Play

foto low light moto z2 play

Foto low light Moto Z2 Play

Karena sudah sedikit terbiasa dengan kamera ganda Moto G5s Plus, terus terang saya sedikit meremehkan kamera Moto Z2 Play. Saya lupa kalau kamera ini, walau prosesornya kelas menengah, tetap keluarga seri Z. Sistem dibalik kameranya tetap kelas flagship.

Hasil foto Moto Z2 Play jauh lebih baik dari yang saya kira. Warna yang muncul terlihat natural. Bukaan yang besar (f/1.7) bisa untuk membuat foto ruang tajam (DoF) sempit dengan baik. Walau tidak sebaik kamera ganda, kalau dilakukan dengan benar, bisa membuat efek yang mirip.

Begitupun dengan foto low light. Secara umum, saat kondisi cahaya rendah, foto memang akan menunjukkan noise dan warna yang tipis. Namun bentuk obyek dan tempat jatuh cahaya masih terlihat.

Kamera depan

Kamera depan Motorola Z2 Play punya spesifikasi 5MP (f/2.2, 1,4µm) wide angle, dengan color correlated temperature (CCT) dan dual LED flash. Kualitas video meliputi 480p (30 fps), 720p (120 fps), dan 1080p (30 fps).

Dari sisi fitur, kamera depan dilengkapi HDR, beautification, dan Professional Mode. Sedangkan videonya punya fitur tambahan Slow Motion.

foto kamera depan moto z2 play

Foto selfie Moto Z2 Play

Begitu pun hasil foto dari kamera depan. Hasilnya lebih baik dari yang saya kira. Dengan cahaya agak rendah dan sedikit backlight (foto di atas), hasilnya masih bisa diterima. Cukup jelas, walau ada sedikit noise terlihat.

Value

  • Berkualitas, enak dipakai
  • Terlalu mirip Moto G5s Plus

Secara keseluruhan, memakai Moto Z2 Play menyenangkan. Sekali lagi, tergantung bagaimana kamu memakainya. Namun sejauh ini saya tidak menemukan masalah yang berarti.

Permasalahan utama dari handphone ini mungkin ada di harganya yang cukup tinggi. Harga Moto Z2 Play dibandrol di kisaran Rp 6.499.000. Cukup tinggi kalau hanya melihat prosesornya. Seperti saya sebut, Moto Z2 Play terlalu mirip dengan Moto G5s Plus.

Tanpa menggunakannya terlebih dahulu, orang bisa beralih ke Moto G5s Plus yang lebih ekonomis. Moto Z2 Play memiliki nilai atau fitur yang lebih tersembunyi. Bagaimanapun, sekali lagi, handphone ini masih keluarga seri Z. Beberapa kualitas flagship bisa kamu temukan di sini dan enak dipakai.

Jadi pada akhirnya, handphone ini memang merupakan handphone flagship yang disederhanakan. Ketika menulis review Moto Z2 Play ini, dalam hati saya masih berharap Moto Z2 Force-lah yang hadir. Dengan begitu, memilih jadi lebih mudah.

[junkie-button url=”http://store.urbandigital.id/motorola-moto-z2-play-64gb-4495412″ style=”blue” size=”medium” type=”round” target=”_blank”] Beli Moto Z2 Play Di Sini [/junkie-button]

Ada komentar?