NGERI! Kelemahan Aplikasi TikTok Terkuak, Bisa Dibobol Hacker

Kelemahan dari aplikasi TikTok telah terkuak. Sistem keamanan aplikasi tersebut dapat dibobol, serta informasi pribadi pengguna bisa diubah hacker.

TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang populer. Sebagai media sosial yang digunakan banyak orang, keamanan data TikTok tentu perlu diprioritaskan.

Seperti yang kita ketahui, untuk menggunakan TikTok, pengguna perlu mendaftar lebih dulu. Seperti biasa, proses pendaftaran yakni mengisi username, email, dan kata sandi.

Tentunya sebagian besar pengguna percaya kalau data pribadi mereka di TikTok tersimpan aman. Apalagi aplikasi yang satu ini pasti memiliki sistem keamanan yang baik.

Namun TikTok baru-baru ini mengungkapkan kelemahan besar dari aplikasi mereka. Kelemahan tersebut ada pada sistem keamanan yang sempat dibobol oleh hacker.

Sumber Gambar : Stuff

Kelemahan Sistem Keamanan Aplikasi TikTok

Sampai saat ini, TikTok telah digunakan lebih dari 1 miliar orang. Bahkan TikTok menjadi aplikasi favorit di kalangan remaja di seluruh dunia.

Sayangnya, di balik gemerlap aplikasi tersebut, tersembunyi suatu hal yang menakutkan. Hal tersebut adalah rentannya keamanan aplikasi.

Sebenarnya kelemahan aplikasi TikTok ini telah terungkap sejak November 2019. Namun TikTok baru mengungkapkan ke publik pada bulan Januari 2020.

TikTok berkilah dan mengatakan tidak punya bukti bahwa kelemahan itu pernah dieksploitasi. Selain itu, TikTok juga mengungkapkan kalau tidak ada kasus pelanggaran terhadap akun pengguna.

Sementara itu, terbongkarnya kasus ini berawal dari perusahaan peneliti keamanan, Check Point Research. Perusahaan itu menemukan kalau TikTok sebenarnya telah dibobol hacker.

Perusahaan membeberkan kalau hacker pernah mengirim tautan jahat lewat SMS ke pengguna TikTok. Apabila tautan tersebut diklik, hacker akan punya akses ke akun pengguna TikTok tersebut.

Hacker tidak hanya mengambil informasi pribadi pengguna. Lebih dari itu, hacker bahkan menghapus video, hingga mengunggah video pribadi pengguna ke publik.

Menurut situs New York Times, perusahaan Check Point Research sebenarnya sudah memberi tahu TikTok hal ini sejak November 2019. Namun perbaikan baru dilakukan pada 15 Desember 2020.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya TikTok diawasi ketat karena masalah sistem keamanan. Sebelumnya, Angkatan Laut AS bahkan sempat melarang personelnya menggunakan aplikasi ini.

Alasannya tentu saja khawatir jika informasi pribadi personel dibobol hacker. Seperti kita ketahui, informasi pribadi personel tentara tentu sangat penting dan bersifat sensitif.

Hal ini dapat menjadi pelajaran untuk kita semua. Walau sistem keamanan aplikasi sudah diperbaiki, namun hacker pasti selalu mencari cara untuk menembusnya. Lalu, bagaimana menurut kalian tentang kasus ini?

banner cybersport
%d blogger menyukai ini: