Google Kembangkan Kamera Selfie Bawah Layar Dengan Sistem Cermin

Obsesi akan tampilan layar penuh di smartphone memang belum pudar. Terbukti dengan munculnya rancangan Google untuk teknologi kamera bawah layar.

Perubahan posisi kamera depan alias kamera selfie ini sudah terlihat dari sejarah ponsel itu sendiri. Mulai dari kamera yang nangkring di notch, menggunakan sistem pop-up, memakai sistem flip, dengan lubang di layar, sampai ada di bawah layar.

Saat ini ponsel yang sudah menerapkan sistem kamera bawah layar adalah ZTE. Sementara merek lain masih mematangkan teknologi mereka.

Google sudah mempublikasikan paten untuk rancangan kamera bawah layar versi mereka. Paten “Full-screen display with sub-display camera” tersebut menunjukkan sistem cermin untuk mengantar tangkapan cahaya ke sensor kamera.

Sistem cermin seperti ini mungkin sudah pernah kamu lihat di kamera SLR (single lens reflect) atau sistem kamera periskop pada ponsel yang memiliki fitur zoom canggih.

paten teknologi kamera bawah layar google
Sistem cermin kamera bawah layar (gambar: Google)

Yang menarik, saat kamera selfie aktif, cermin akan memantulkan tangkapan cahaya dari luar ke sensor (sebelah kiri / 224). Sedangkan saat kamera tidak aktif, cermin akan berubah posisi dan memantulkan tampilan layar kecil di dalam (sebelah kanan /210) ke layar utama.

Jadi pada prinsipnya, pada kondisi normal, tampilan dari layar kecil di dalam akan mengisi kekosongan di lubang kamera. Cara ini terlihat seperti trik pesulap.

Tentu, rancangan Google ini masih berupa paten. Jadi tidak ada jaminan kalau teknologi ini yang nantinya akan dipakai untuk sistem kamera bawah layar di ponsel Pixel (yang buatan Google).

Bisa kita duga kalau nantinya, kamera bawah layar akan menjadi tren smartphone berikutnya. Namun, harus kita akui pula, sedahsyat apa pun gembar-gembor teknologi ini, kompetisi baru akan berjalan sebenarnya jika Apple mulai menerapkannya di iPhone.

%d blogger menyukai ini: