Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Perkembangan Menarik Paska Huawei Dicekal

foto: Bloomberg
Anom Penulis

Pencekalan Huawei oleh pemerintah Amerika Serikat memang berimbas berat. Banyak perusahaan menahan kerjasama mereka dengan Huawei. Namun setelah itu, ada juga kejadian menarik paska Huawei dicekal.

Pemerintah Amerika memang sudah cukup lama menganggap Huawei menjadi kaki tangan pemerintah Cina. Walau begitu, sejauh ini belum ada bukti jelas yang dipublikasikan. Hal ini juga diperburuk dengan trade war antara Anerika dan Cina.

Berita Huawei dicekal naik ke permukaan ketika Google mengumumkan menahan dukungan Android dengan Play Store. Huawei hanya bisa mengembangkan Android berdasar AOSP tanpa dukungan bursa aplikasi. Walau Huawei menyebutkan kalau mereka sudah memiliki sistem operasi alternatif, tetap saja banyak yang tidak yakin dengan produk Huawei mendatang.

Apalagi hal serupa juga terjadi pada kerjasama dengan berbagai pihak. Mulai dari Qualcomm, ARM, dll. Facebook dan WhatsApp pun memutuskan dukungan instalasi aplikasi di perangkat Huawei.

Apa saja kejadian menarik setelah geger blacklist Huawei itu?

Huawei Menjual Perusahaan Kabel Bawah Laut

Huawei sudah mengumumkan akan menjual salah satu usahanya, Huawei Marine, yang bergerak di bidang pembangunan dan pemeliharaan insfrastruktur kabel bawah laut. Jaringan kabel bawah laut ini merupakan bagian dari jaringan global yang mengantar koneksi berkecepatan tinggi ke berbagai negara di dunia.

foto: Brent Lewin/Bloomberg

The Washington Post menyebutkan bahwa kabel bawah laut ini rentan dalam hal keamanan karena membawa banyak informasi tak terenkripsi. Salah satu hal yang menjadi kekuatiran Amerika.

Dengan menjual salah satu perusahaannya yang rentan kontroversi, Huawei mungkin bisa menekan pihak pemerintah Amerika untuk bisa lebih jelas soal pencekalan tersebut.

Huawei Bekerjasama dengan Rusia

Salah satu perkembangan lain yang menarik adalah kerjasama Huawei dengan MTS, salah satu provider telekomunikasi terbesar di Rusia, untuk koneksi 5G. Kerjasama ini dihadiri oleh Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin.

Baca Juga:  Huawei Mate Xs 2 Sajikan Spesifikasi Snapdragon 888, Stylus Support, dll
foto: Alexander Zemlianichenko

The New York Times menyebutkan bahwa Rusia juga menguji perlengkapan teknologi 5G dari perusahaan lain, seperti Nokia dan Ericsson. Belum jelas apakah Rusia akan menggunakan teknologi 5G dari Huawei secara nasional atau tidak.

Teknologi 5G sendiri dianggap sebagai salah satu faktor penting dari pencekalan Huawei. Jargon menyebutkan bahwa di era digital saat ini, siapa yang menguasai jaringan data akan menguasai dunia.

Beberapa negara barat yang mengikuti langkah Amerika beralih ke teknologi dari Nokia atau Ericsson. Walau begitu Inggris, Perancis, dan Jerman termasuk negara yang menolak keputusan blacklist Amerika. Mereka masih mempertimbangkan teknologi 5G Huawei dengan peraturan yang lebih ketat.

Tidak sedikit yang melihat kerjasama Huawei dengan Rusia akan menyebabkan dunia terbagi lagi menjadi dua poros barat dan timur. Apalagi kalau negara-negara Eropa “termakan” keputusan Amerika.

Google Mengkritik Pencekalan Huawei

Walau merupakan salah satu perusahaan yang menahan kerjasama dengan Huawei pertama kali, Google mengkritik keputusan pemerintah Amerika tersebut.

Berdasar laporan dari The Financial Times, Google bertemu dengan pemerintah Amerika dan menyatakan kalau pencekalan Huawei justru memperburuk keamanan nasional.

Google menyebutkan bahwa kalau Huawei dicekal lebih lama, bisa menyebabkan adanya dua versi Android. Yang asli dan yang hybrid. Versi hybrid akan punya kemungkinan lebih besar untuk diretas.

Argumen lain yang diajukan Google adalah kalau sistem operasi buatan Android berjalan, hal itu bisa merugikan posisi absolut Google di Android.

Memang, sampai saat ini belum ada yang sukses menghadirkan sistem operasi ketiga di smartphone. Blackberry dan Microsoft (Windows Phone) sudah menelan pil pahit tersebut.

Tapi jumlah pengguna ponsel Huawei tidak sedikit. Sebelum pencekalan terjadi, Huawei duduk di posisi nomor dua smartphone paling laris di dunia. Selain itu, Huawei juga melakukan banyak inovasi teknologi.

Baca Juga:  Huawei Mate 50 Series Siap Rilis Tanggal 6 September 2022

Dalam jangka panjang, berbagai perusahaan teknologi Amerika akan kehilangan akses ke perusahaan smartphone terbesar kedua di dunia. Kalau Huawei berhasil membuat Android versi mereka, Google dan teman-teman tidak hanya kehilangan pelanggan, tapi juga mendapat pesaing baru yang kuat. Ingat, Huawei berhasil menggeser Apple dari posisi kedua.

Huawei Kembali Jadi Anggota Asosiasi SD, Bluetooth, dan Wi-Fi

Huawei sempat dikeluarkan dari keanggotaan Wi-Fi Alliance, SD Association, dan Bluetooth SIG. Namun, sekarang keanggotaan itu sudah pulih kembali. Ketiga asosiasi itu memang tidak mempublikasikan keputusan tersebut. Baik saat mengeluarkan atau menarik kembali.