Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Habis Ledek iPhone 12, Ponsel Samsung dan Xiaomi Pun Tanpa Charger

Anom Penulis

Sungguh klasik. Sehabis ledek iPhone 12 yang rilis tanpa charger di dalam boks penjualan, Samsung dan Xiaomi pun bakal melakukan hal yang sama.

Ya, Apple mengumumkan peluncuran iPhone 12 seiring dengan pemberitahuan kalau mereka tidak akan menyertakan charger dalam boks penjualan. Alasannya, konsumen kemungkinan besar masih memiliki pengisi daya dari ponsel sebelumnya, dan juga demi menjaga lingkungan.

popculture.id

Seperti biasa, ketika Apple mengumumkan sesuatu yang kontroversial, para kompetitor pun ramai mengejeknya. Melalui media sosial, mereka membuat kiriman yang menunjukkan kalau mereka masih memiliki apa yang dihapus oleh Apple.

Dalam kasus charger ini, Samsung mengunggah gambar pengisi daya dengan keterangan bahwa smartphone Galaxy masih menyertakannya.

tweet samsung charger

Sama seperti perusahaan asal Korea itu, Xiaomi pun mengunggah video di Twitter yang menunjukkan ada charger di dalam boks penjualan Mi 10T Pro. Mereka mengatakan kalau tidak meninggalkan apa pun di dalam penjualan ponsel mereka itu.

Ironisnya, berdasar bocoran spesifikasi perangkat dalam pendaftaran di ANATEL (badan regulator di Brazil), nampak kalau Samsung tidak akan menyertakan charger di dalam boks penjualan Galaxy S21, untuk semua varian.

Hal yang senada juga terjadi pada Xiaomi. Lei Jun, co-founder Xiaomi, sudah memberi konfirmasi di Weibo kalau Mi 11 juga tidak akan memiliki charger di dalam boks penjualan. Alasannya pun sama dengan yang diutarakan Apple.

Sebenarnya hal ini merupakan lagu lama yang sudah terjadi beberapa kali. Kalau kamu ingat, ejekan serupa juga muncul ketika Apple menghapus colokan audio 3,5mm dan tanpa EarPods. Kemudian hadir lagi ketika Apple meletakkan “poni” di iPhone X.

Yah, kita juga sama-sama tahu kalau kemudian berbagai merek smartphone Android mengikuti langkah Apple itu. Bahkan kali ini, Samsung langsung menghapus semua kiriman soal charger itu di media sosial.

Ironis, tapi klasik dan klise.

    %d blogger menyukai ini: