PUBG Menuntut Fortnite Untuk Kemiripan Konsep Game

game mobile battle royale
Anom Penulis

Seperti kita ketahui bersama, game battle royale sedang naik daun. Yang akhir-akhir ini sering jadi bahan pembicaraan tentu saja PUBG dan Fortnite. Persaingan keduanya semakin memanas dengan PUBG menuntut Fortnite atas konsep game bersangkutan.

The Korea Times menyebut kalau gugatan pelanggaran hak cipta itu diajukan oleh PUBG Corp dan ditujukan terhadap Epic Games Korea. Gugatan itu sendiri sudah diajukan di Seoul Central District Court pada bulan Januari.

Sekedar mengingat, game PlayerUnknown’s Battleground (PUBG) dirilis sebagai versi beta untuk Windows di Steam pada bulan Maret 2017. Secara resmi, game ini dirilis untuk Windows dan Xbox One pada bulan Desember 2017. Sedangkan versi PUBG mobile (Android dan iOS) dirilis pada bulan Maret 2018.

Fortnite, yang dibuat oleh Epic Games, dirilis untuk early access pada bulan Juli 2017 untuk Windows, macOS, PlayStation 4 dan Xbox One. Namun game itu baru memiliki mode “Save the World“. Sedangkan Fortnite Battle Royale sendiri baru dirilis pada bulan September 2017.

Dirilisnya Fortnite Battle Royale memancing reaksi dari pihak PUBG.

Pihak PUBG menyadari kalau game mereka dibangun dengan menggunakan Unreal Engine 4 buatan Epic Games. Mereka menyebutkan bahwa saat PUBG dibuat, mereka bekerja sama dengan pihak Epic Games. Namun, ketika mendapat kabar dan mencobanya sendiri, pihak PUBG merasa Fortnite meniru pengalaman bermain yang ditawarkan oleh game PUBG.

After listening to the growing feedback from our community and reviewing the gameplay for ourselves, we are concerned that Fortnite may be replicating the experience for which PUBG is known.

— Chan Han Kim, Bluehole

Epic Games, di sisi lain, mengakui kalau mereka suka dengan game battle royale seperti PUBG dan H1Z1. Mereka menyebutkan di blog resmi kalau Fortnite akan jadi versi mereka sendiri untuk game battle royale.

We love Battle Royale games like PUBG and thought Fortnite would make a great foundation for our own version.

— Donald Mustard, Epic Games

Battle royale saat ini sudah menjadi genre tersendiri, seperti MOBA, RPG, RTS, FPS, dll. Tanpa melihat detil tuntutan dari PUBG ke Epic Games, kelihatannya tuntutan ini terlihat berlebihan. Toh ada begitu banyak game sejenis berkembang.

Hal yang sama pun terjadi di genre lain. Suatu sistem permainan yang menarik dan menjadi tren, pasti mendorong game sejenis muncul. Lihat saja berbagai bursa aplikasi dan permainan.

Repotnya, hal ini bisa jadi pisau bermata dua untuk PUBG. Kita bisa menganggap tuntutan ini muncul karena kesuksesan Fortnite mobile di iOS. Apalagi sebentar lagi Fortnite untuk Android akan dirilis. Ironisnya, game PUBG terjangkiti permasalahan performa dan cheat.

Walau PUBG menuntut Fortnite di Korea, imbasnya bisa ke pemain global. Toh, siapa pun bisa menimbang mana yang lebih bagus dan memilih game kesukaannya. Ya kan?

    %d blogger menyukai ini: