Review ASUS Zenfone Live L1: Terlalu Standar Di Tengah Persaingan

review asus zenfone live l1

ASUS Zenfone Live L1 merupakan sebuah handphone dengan harga relatif murah. Dari sisi spesifikasi, handphone ini tergolong sebagai entry level. Apakah cukup memadai untuk keseharian? Berikut review ASUS Zenfone Live L1 dari kami.

Handphone ini masuk ke Indonesia bersamaan dengan handphone andalan ASUS, Zenfone 5 dan 5Z. Bedanya, yang disebut terakhir ini masuk ke kategori kelas menengah dan atas.

ASUS memang memposisikan Zenfone Live L1 untuk mereka yang baru menggunakan smartphone atau mereka yang ingin handphone ekonomis. Harga handphone ini yang sekitar Rp 1.699.000 memang memancing minat. Tapi apakah memang begitu?

Desain & Bodi

Secara keseluruhan, bodi Zenfone Live L1 nyaman dipegang. Hanya saja, karena sudah terbiasa memegang Zenfone Max Pro M1, bodi handphone ini jadi terasa cukup kecil di tangan. Padahal ukuran layarnya cukup lega, yaitu 5,5 inci. Sedangkan dari sisi estetika, hm… boleh dibilang biasa saja.

Handphone ini tidak memiliki fitur sensor sidik jari. Fakta yang cukup menarik mengingat Moto E4 Plus, yang pernah kami ulas, memilikinya dengan harga tidak jauh berbeda. Untuk yang sudah terbiasa menggunakan sensor sidik jari (seperti saya), hal ini cukup mengecewakan.

asus zenfone live l1

Penampilan ASUS Zenfone Live L1

Berbeda dengan Zenfone Max Pro M1, handphone ini memiliki speaker dan colokan micro USB di bagian bawah dan colokan audio 3,5mm di bagian atas. Konstruksi ini cukup umum, walau tidak sepraktis yang meletakkan semua di satu sisi (di bagian bawah).

Berikutnya, Zenfone Live L1 mendukung dual SIM dan kartu micro SD. Konfigurasinya sama seperti Max Pro M1. Dua slot SIM dan satu micro SD. Saya menemukan posisi SIM card tidak semantap di Max Pro. Semoga ini berhubungan dengan potongan kartu saya saja.

slot sim card asus zenfone live l1

Slot dual SIM card dan MicroSD

Layar

Layar ASUS Zenfone Live L1 merupakan layar IPS LCD sebesar 5,5 inci. Layar ini memiliki resolusi HD+ 1440 x 720 pixel dengan rasio 18:9. Sesuai standar masa kini. Ketajaman layarnya “hanya” ~293 ppi.

Walau begitu, penampilan gambar di layar cukup baik. ASUS kelihatannya memang menaruh perhatian tersendiri untuk layar. Karena kualitas yang keluar cukup konsisten di antara semua handphone mereka.

Audio

Tidak ada masalah dari sisi audio untuk komunikasi. Baik microphone dan speaker bekerja baik. Jelas dan jernih.

Sedangkan untuk multimedia, suaranya juga nyaring. Tapi, terima kasih untuk ZenUI, audio untuk multimedia lebih punya dimensi daripada Max Pro yang mengunakan Android murni. Tentunya karena ada fitur AudioWizard yang mengijinkan kita mengatur preferensi suara beserta equalizer.

audio wizard zenui

Fitur AudioWizard

Sebagai sebuah handphone, jelas suara bass yang keluar di speaker tidak akan “nendang”. Suara treble akan terdengar lebih nyaring. Tapi dengan pengaturan yang tepat, kamu bisa mendapat suara yang lebih bulat dan — seperti saya sebut di atas — lebih berdimensi.

Dengan earphone, hm… suara yang keluar sedikit lebih kecil. “Magic” seperti yang ada di Huawei Nova 2 Lite tidak saya temukan di sini. Lalu, saya merasa kalau mecari setelan yang “cocok” untuk semua lagu bisa cukup menantang.

Kamera

Kamera belakang Zenfone Live L1 memiliki kualitas 13MP (f/2.0) dengan PDAF. Sedangkan kamera depan berkualitas 5MP (f/2.4). Fitur di dalam aplikasi kamera cukup banyak. Ada HDR, portrait mode, beautify, panorama, dan time lapse. Menarik bukan?

aplikasi kamera zenfone live l1

Aplikasi kamera

Tapi sayangnya saya kurang terkesan dengan kamera Zenfone Live L1 ini. Pada berbagai kesempatan, aplikasi kamera berusaha mendongkrak pencahayaan semaksimal mungkin. Ini menyebabkan bidang dengan cahaya terang cenderung over-exposed dan terlihat hanya cahaya putih flat. Jauh lebih parah dari Zenfone Max Pro M1.

Portrait mode aplikasi kamera juga tidak “secerdas” Max Pro M1. Rata-rata, kamera harus memiliki jarak cukup dekat dengan obyek untuk bisa memunculkan efek bokeh. Kalau kurang dekat, efek blur di latar belakang tidak muncul. Jadi terlihat biasa saja.

Bagaimana dengan foto low-light? Kalau dilihat di handphone, hasilnya cukup gelap dengan detil kurang nampak. Begitu foto saya pindah ke komputer, detil lebih terlihat, tapi noise pun cukup banyak. Sebuah hasil yang standar, sesuai kelas handphone ini.

Sedangkan kamera depan… Hm, kalau kamu lihat di handphone (gambar relatif kecil), hasilnya terlihat cukup baik. Tapi kalau foto itu kamu besarkan (atau kamu lihat di komputer), terlihat kalau detilnya kurang bagus. Dalam beberapa kasus, kalau cahaya kurang baik, portrait mode di kamera depan bisa terlihat tidak natural.

live l1 outdoor

Outdoor

live l1 semi outdoor

Outdoor

live l1 indoor malam

Indoor

live l1 closeup

Close-up, Portrait

live l1 low light

Low-light

live l1 selfie

Selfie

live l1 selfie portrait

Selfie Portrait Mode

ZenUI

ZenUI merupakan skin Android khas ASUS. Seperti EMUI untuk Huawei dan Honor, atau FunTouch OS untuk Vivo. ZenUi 5 di Zenfone Live L1 memberikan beberapa fitur menarik. Mulai dari Memory Cleaner, One Hand Operation, Glove Mode, AudioWizard, Screenshot lebih mudah, Game Genie, dan masih banyak lagi.

Membicarakan ZenUI dan berbagai fiturnya bisa sangat panjang. Jadi saya pikir, saya tidak perlu terlalu dalam membahasnya.

Yang jelas, saya suka pengaturan Home Screen yang mengijinkan kita menaruh wallpaper dengan efek (termasuk blur), dan bisa melakukannya terpisah, baik untuk Home dan Lock Screen. Saya juga suka adanya fitur ‘No Alert’ di Game Genie, sehingga kita tidak terganggu notifikasi ketika main game.

game genie zenui live l1

Fitur Game Genie

Performa

Terus terang, melihat spesifikasi ASUS Zenfone Live L1, saya tidak berharap banyak. Chipset Snapdragon 425 Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53 dengan Adreno 308 memang merupakan chipset low-end. Apalagi dengan RAM 1GB dan penyimpanan hanya 16GB.

Ketika saya melakukan sinkronisasi data dan aplikasi (termasuk beberapa game), tidak butuh waktu lama sampai media penyimpanan hampir penuh. Yah, untungnya handphone ini mendukung microSD.

Untuk performa, selama untuk kegiatan sehari-hari — chatting, media sosial, dll — kemampuan handphone ini sangat memadai. Namun untuk main game cukup terasa tidak nyaman. Yah, Zenfone Live L1 bisa dipakai untuk main game seperti Asphalt 8 Airborne (tidak bisa untuk Asphalt 9), Battle Bay, bahkan PUBG Mobile. Namun ketika saya coba — terutama untuk online game — permainan sering terasa “melayang” dan tidak cukup responsif.

baterai zenfone live l1

Baterai ASUS Zenfone Live L1

Bagaimana dengan baterainya? Kapasitasnya cukup standar, yaitu 3000mAh. Tapi kalau kamu hanya memakainya untuk keperluan sehari-hari (tanpa main game), handphone ini bisa bertahan lebih dari 1 hari sejak kapasitas penuh. Paling tidak ketika saya coba, setelah lewat 1 hari 11 menit, masih tersisa kapasitas 22%-23% (perkiraan).

Kesimpulan

Harus kita terima bahwa handphone ASUS Zenfone Live L1 memang handphone low-end. Dengan begitu baik fitur maupun performa tidak akan menyamai kelas di atasnya. Berbeda dengan kesan yang saya dapat dari Zenfone Max Pro M1, di sini saya merasa beberapa fitur hanyalah gimmick semata. Karena memang tidak mencapai apa yang saya harapkan.

Toh, kalau kamu hanya membutuhkan handphone dengan fungsi standar, Zenfone Live L1 bisa memenuhinya. Fungsi standar di sini dalam arti telepon, chatting, sekedar memotret (bukan mencari hasil yang bagus), atau main game ringan. Kalau kamu berharap lebih, silakan cari handphone lain.

Persaingan di wilayah ini pun cukup keras. Karena di rentang harga serupa ada Xiaomi Redmi 5A dan Moto E4 (juga Moto E4 Plus kalau mau menambah dana sedikit). Tantangan besar untuk ASUS Zenfone Live L1.

ASUS Zenfone Live L1
  • Desain & Bodi
  • Layar
  • Audio
  • Kamera
  • Fitur
  • Penggunaan
  • Harga/Performa
3.3

Summary

ASUS Zenfone Live L1 adalah handphone yang cukup pas-pasan. Nyaman dipakai untuk keperluan standar, tapi tidak memiliki value lebih (dibanding kompetitor lain).

Ada komentar?