Review Nokia C3: Harga Murah, Bisa Main “LoL: Wild Rift”

review nokia c3

Sebuah smartphone dari merek yang terhitung teman lama bagi kami mampir. Ya, sebuah smartphone Nokia, dan inilah review Nokia C3.

Nokia C3 adalah sebuah smartphone kelas pemula dengan spesifikasi yang terhitung low-end. Jadi memang hanya ponsel yang menekankan fungsi yang cukup dasar, seperti berkomunikasi, menelusuri internet, mengolah dokumen, dan menikmati hiburan ringan.

Harga Nokia C3 sendiri adalah Rp1.599.000. Relatif sangat terjangkau dan tidak berat di kantong. Pastinya menarik melihat apa yang kita dapat dengan harga seperti itu.

Yuk, kita lihat lebih jauh lewat review Nokia C3 ini.

Paket Penjualan

Ketika kamu membuka kotak kemasan, kamu akan menemukan hal yang cukup mengejutkan. Di dalam kotak, terdapat smartphone itu sendiri, clear silicon case, charger, kabel charger microUSB, earphone, dan baterai terpisah di samping beberapa brosur panduan.

unboxing nokia c3

Ya, baterainya terpisah. Saya cukup kaget. Toh hal ini bisa membuat saya sedikit tersenyum. Karena walau sudah cukup jarang, baterai terpisah memberi kesempatan kamu menggantinya dengan mudah kalau nantinya ada masalah.

Kalau kamu pernah memakai ponsel Nokia di jaman Windows Phone, kamu akan menemukan layout yang akrab di dalam ponsel ini. Ada slot microSD, dua slot nano SIM card, dan tentu saja slot baterai.

bagian dalam nokia c3

Membuka bodi ponsel sendiri cukup mudah. Ada takikan kecil di pinggir layar pada bagian kanan bawah (kalau layar menghadap kita). Tinggal mengungkit dari titik itu lalu mengurutkan sepanjang bodi akan membukanya.

Desain & Hands-on

Yah, karena smartphone ini terhitung low-end, maka dari sisi desain pun nampak cukup biasa. Layar smartphone ini masih memiliki bingkai konvensional. Tanpa notch atau lubang kamera.

Ukuran smartphone ini relatif besar dengan layar yang berukuran 5,99 inci. Bodinya boleh dibilang sama besar dengan ROG Phone 1 yang saya pakai. Tapi bobotnya yang 184,5 gram terasa ringan dibanding ROG Phone.

Di bagian belakang kita akan melihat modul kamera, sensor sidik jari, dan merek Nokia. Bodi yang berwarna Nordic Blue ini memberi sedikit sensasi unik, karena nampak perpaduan nuansa metalik tapi sekaligus juga warna doff (matte).

Kalau kamu menyentuh bagian belakang Nokia C3, kamu akan merasakan ada tektur di permukaannya. Ini membuat bodi smartphone terasa kesat dan tidak licin waktu dipegang. Bagus.

Sebagai tambahan tombol volume dan power, di sisi lain smartphone bisa kamu temukan tombol khusus untuk Google Assistant. Dengan begitu kamu punya alternatif lain mengaktifkan fitur ini selain dengan suara dan swipe di layar. Terus terang, saya jarang memakai tombol ini.

Secara keseluruhan, walau sekilas berkesan biasa saja dan tidak ada yang istimewa, desain Nokia C3 tidak murahan.

Layar

Ponsel Nokia C3 memiliki ukuran layar 5,99 inci. Layar IPS LCD ini memiliki kualitas resolusi HD (720×1440) dengan rasio 18:9 dan tingkat ketajaman ~269ppi. Data ini menunjukkan ketajaman layar yang tidak tinggi. Tapi gambar dan teks di layar masih tajam dan bisa kamu lihat dengan jelas.

Karena layarnya merupakan IPS LCD, jelas tingkat kontras dan kehitamannya tidak sepekat layar AMOLED. Kalau kamu atur tingkat kecerahan layar di atas 50%, kamu akan melihat kalau warna hitam mulai cenderung keabu-abuan. Tapi kalau tidak kamu jejerkan dengan ponsel berlayar AMOLED, hal ini tidak terlalu terasa.

  • tampilan layar nokia c3 waktu buka website

Nokia C3 tidak memiliki perlindungan Corning Gorilla Glass. Nokia hanya menyebutkan kalau ponsel ini memiliki layar yang kokoh. Sejauh pengalaman saya, selama kamu hati-hati, hal ini tidak menjadi masalah.

Audio

Tidak banyak yang bisa saya bahas soal audio. Karena memang tidak ada fitur khusus untuk audio di Nokia C3. Secara umum, ya biasa saja.

Walau begitu, suara yang keluar dari speaker lantang, tanpa kelebihan treble (suara sss). Kadang suara notifikasinya justru agak terasa terlalu keras. Yang jelas tidak ada masalah atau kritik untuk audio.

Kamera

Kamera utama di ponsel Nokia C3 adalah kamera tunggal 8MP dengan bukaan f/2.0, punya fitur autofocus dan HDR, juga dilengkapi lampu kilat LED. Sedangkan kamera selfie di depan memiliki kualitas 5MP dengan bukaan f/2.4.

Di dalam aplikasi kamera, terdapat pilihan mode Panorama, Square, Photo, Video, dan Time Lapse. Fiturnya sangat sederhana. Kamera belakang bisa merekam video dengan kualitas 1080p@30fps, sedangkan kamera depan merekam 720p@30fps.

aplikasi kamera nokia c3

Secara umum, hasil fotonya mungkin bisa dibilang “cukupan.” Karena memang tidak ada yang istimewa dari sisi ini. Untuk review Nokia C3 ini saya mencoba mengambil foto dalam beberapa situasi, baik di luar ruang maupun di dalam ruang, termasuk saat malam hari.

Seperti aplikasi kamera bawaan jaman sekarang, kamera ponsel ini cenderung mendongkrak pencahayaan. Jadi bagian yang punya kadar cahaya tinggi (over-exposed) akan terlihat berwarna putih flat.

foto kamera belakang

Dalam kondisi cahaya rendah β€” misalnya malam hari β€” kamera bisa mengambil gambar dengan cukup baik. Dalam arti foto terlihat jelas. Namun, hasil fotonya terus terang kurang begitu bagus.

Baik di luar ruang maupun di dalam ruang. Beberapa bagian yang over-exposed tampak flat. Kalau foto kamu perbesar, akan terlihat kalau kurang tajam dengan noise (artifak JPG) terlihat di beberapa bagian.

foto kamera belakang (malam)
foto kamera belakang (dalam ruang)

Bagaimana dengan kamera depan? Kalau cahaya bagus, hasil foto selfie relatif bagus. Tapi karakteristik tampilan flat pada bagian over-exposed tetap ada. Sedangkan dalam kondisi cahaya yang agak redup, walau gambar cerah, noise terlihat dan kontras berkurang.

foto selfie (luar ruang, siang)
foto selfie (dalam ruang, malam)

Sistem Operasi

Smartphone Nokia C3 ini datang dengan sistem operasi Android 10. Murni Android dari Google, tanpa skin apapun. Di dalamnya terdapat beberapa aplikasi yang sudah hadir (pre-install).

Karena ini Android 10, maka kamu sudah bisa menikmati navigasi dengan gestur ala Google (pendekatannya bisa berbeda dengan merek lain). Kalau kamu tidak terbiasa, kamu juga bisa tetap memakai kotak navigasi dengan 3 tombol sakti.

Lalu karena Android murni ala Google, kamu juga mendapat pengalaman khas Google, termasuk halaman pencarian dan berita di sebelah kiri layar utama. Bahkan seperti sudah disebut di atas, ada tombol khusus untuk Google Assistant.

Performa

Spesifikasi internal Nokia C3 yang saya coba ini meliputi chipset Unisoc SC9863A octa-core, RAM 2GB, kapasitas penyimpanan 16GB, dan baterai 3040mAh. Yah, memenuhi standar Andoid Go yang ditetapkan Google lah.

Mungkin kamu melihat nama yang agak asing di spesifikasi itu. Ya, chipset-nya buatan Unisoc, perusahaan semikonduktor asal Cina.

Secara umum, performa Nokia C3 mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari yang sederhana. Misalnya ngobrol di WhatsApp, browsing, membuka media sosial, nonton YouTube, mengetik dokumen, sampai main game.

Tapi terus terang, ada lag dalam hal tertentu. Seperti membuka aplikasi pertama kali, membuka aplikasi dari notifikasi, dan membuka Google Assistant dengan perintah suara. Menariknya, beralih antar aplikasi yang sudah terbuka relatif cukup cepat.

Lalu, saya memasang dua game di dalam Nokia C3 ini, Brawl Stars dan League of Legends: Wild Rift. Hahaha, yah memasang Wild Rift sebesar Β±2GB memang langsung bikin penyimpanan penuh (saya belum pasang microSD).

Kamu bisa memainkan Wild Rift relatif baik di Nokia C3. Tapi memang untuk animasi tertentu kamu akan menemukan lag. Cukup wajar mengingat spesifikasi yang ada.

Lalu bagaimana dengan baterainya? Hm, untuk kapasitas 3040 mAh, baterainya lumayan awet. Dengan catatan kamu hanya memakainya untuk kegiatan umum. Kalau kamu pakai main game, penurunannya lumayan.

pemakaian baterai nokia c3

Saya mendapatkan waktu pemakaian 17 jam dari kapasitas baterai 100% sampai ke 29%. Kegiatan yang saya lakukan standar dan cukup ringan. Ngobrol di WhatsApp, browsing, buka email, nonton YouTube, dan main game. Tapi toh, dengan baterai 29% masih cukup banyak waktu tersisa.

Cuma memang Nokia C3 tidak mendukung fast charging. Jadi butuh waktu cukup lama untuk mengisinya sampai penuh. Yah, sekitar 2 jam lah.

Kesimpulan

Yah, memang tidak banyak yang bisa kita harap dari smarphone kelas pemula alias low-end. Sisi positif dan negatifnya cukup berimbang. Bahkan sisi positifnya bisa menjadi sisi negatif juga. Misalnya fitur yang minim membuat ponsel ini simpel dipakai.

Kalau kamu mencari ponsel yang benar-benar simpel (misal buat anak atau orang tua), mungkin Nokia C3 bisa jadi pilihan. Karena sistem Android murni memang sederhana, dan secara umum, smartphone ini memang berfungsi dengan baik.

Namun kalau kamu mencari ponsel murah tapi masih punya fitur yang sedikit lebih canggih, mungkin Nokia C3 kurang pas. ASUS Zenfone Live L2, misalnya, punya fitur kamera lebih lengkap dan sedikit lebih bagus.

Jadi untuk review Nokia C3 kali ini, kami berpendapat bahwa ponsel ini “cukupan.” Bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, namun tidak menawarkan sesuatu yang lebih.

review nokia c3
Nokia C3
Ringkasan
Sebagai smartphone kelas pemula (low-end) yang murah, Nokia C3 sangat sederhana. Fungsional tapi tanpa fitur lebih.
Pros
Layar besar
Simpel
Bodi tidak licin
Cons
Sedikit lag di beberapa hal
Minim fitur
3.5
banner cybersport
%d blogger menyukai ini: