Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Review ROG Phone 6: Semakin Absolut Duduk Di Posisi Puncak Ponsel Gaming

foto rog phone 6
gambar: Anom | Urbandigital.id
Anom Penulis

Ponsel gaming terbaru ASUS, ROG Phone 6 akhirnya mendarat ke pangkuan kami. ASUS menghadirkan beberapa fitur baru di ponsel ini. Misalnya refresh rate layar sampai 165Hz dan sistem pendingin baru. Inilah review ROG Phone 6 dari kami.

Varian yang kami pegang dalam review ini adalah versi standar — bukan versi Pro — yang memiliki spesifikasi RAM 8GB dan kapasitas penyimpanan 256GB. Warnanya Pantom Black. Mari kita lihat apa yang dimiliki ponsel gaming baru ASUS ini.

Unboxing ROG Phone 6

Ada sedikit kekecewaan melihat kemasan raja ponsel gaming ini. Kotak penjualannya nggak sekeren generasi sebelumnya, ROG Phone 5. Kotak yang dulu punya cover tebal dan dibuka ke samping, kini jadi kotak biasa.

Tapi toh hal ini sebenarnya tidak berpengaruh banyak. Karena setelah membukanya kita jarang bersentuhan dengan kotak kemasan ini lagi. Yah, kecuali kalau mau menjual ulang.

Di dalam kotak kemasan ini, kita akan menemukan ponsel itu sendiri, casing (Aero Case), charger 65W dengan kabel USB-C ke USBC, earphone ASUS ZenEar Pro (EA009B), pin ejector, dan kartu AR.

Ya… ASUS tetap setia dengan earphone, tidak seperti ponsel premium lain. Lalu, gambar AR yang dulu ada di kotak kemasan, kini muncul dalam bentuk kartu.

Bodi dan Desain

Secara keseluruhan, bodi ROG Phone 6 masih membawa semua kekhasan ponsel gaming itu. Misalnya masih bingkai atas-bawah untuk kamera dan speaker atau masih ada logo ROG yang bisa menyala di bagian belakang.

Bagian belakangnya juga masih melengkung di bagian samping, sementara layarnya datar. Bagian belakang ini tampak glossy. Namun ternyata tidak terasa licin di tangan.

Tentu, secara instingtif, kita akan memasang Aero Case untuk melindungi ponsel ini. Desain Aero Case ini juga baru, menyesuaikan dengan bentuk kamera dan layar kecil yang menampilkan logo ROG dalam dot matrix.

Yap. Logo ROG memang masih menggunakan desain dot matrix seperti generasi ke-5. Tapi kini dalam layar kecil. Walau lebih kecil, menurut saya secara keseluruhan penampilannya lebih rapi. Terutama kalau pakai casing.

Desain modul kamera belakang ROG Phone 6 juga mendapat perubahan. Saya lebih suka desain yang sekarang daripada yang sebelumnya.

Layar dan Audio

Untuk layar, spesifikasinya secara umum masih serupa dengan generasi sebelumnya. ROG Phone 6 memiliki layar Samsung AMOLED 6,78 inci dengan rasio 20,4:9 (2448 x 1080).

Layarnya juga masih dilindungi Corning Gorilla Glass Victus. Hm, nggak perlu terlalu kuatir dengan goresan.

Nah, yang membedakan dengan generasi sebelumnya adalah refresh rate layar yang lebih tinggi. Kini layarnya memiliki refresh rate sampai 165Hz! Gila-gilaan.

Ini memberikan pengalaman penggunaan yang luar biasa. Gerakan dan efek visual berjalan dengan sangat halus pada game yang mendukungnya. Saya mendapatkan sekitar 163fps di game Brawl Stars dan 143fps di game Assoluto.

gambar screenshot game assoluto

Apalagi dengan touch latency 23ms (generasi sebelumnya 24ms). Kontrol dan aksi bisa benar-benar responsif. Jadi, asik buat main game FPS, MOBA, atau RPG hack ‘n slash.

Bagaimana dengan audionya? Hm, speaker Rog Phone selalu menjadi fitur favorit saya. Karena suaranya memang nyaring dan tidak pecah.

ROG Phone 6 memiliki speaker stereo dengan Dirac HD dan amplifier Cirus Logic. Sisi audio ini juga didukung dengan teknologi dari Qualcomm Snapdragon Sound dan codec aptX Adaptive.

Kamera

Seperti yang sering saya sebutkan, ROG Phone memang ponsel gaming. Jadi memang “tidak menjual” kemampuan kamera secara khusus seperti ponsel flagship lainnya.

Tapi bukan berarti kamera ROG Phone 6 jelek lho. Kemampuannya cukup lumayan. Misalnya bisa merekam video berkualitas 8K. Tapi mari kita lihat lebih jauh.

Baca Juga:  Samsung Galaxy A13 & A23 Hadirkan Spesifikasi yang Hampir Mirip

Ada perubahan spesifikasi kamera pada ponsel ini. Jika ROG Phone 5 dan ROG Phone 5s menggunakan kamera 64MP, versi terbaru ini “hanya” menggunakan kamera 50MP.

Di sisi lain, versi terdahulu itu memiliki ukuran sensor kamera 1/1.73″, sementara yang baru lebih besar, yaitu 1/1.56″. Artinya, cahaya bisa lebih banyak ditangkap oleh sensor.

Yah, kalau kamu bukan orang yang memperhatikan detil, hal ini tidak akan berpengaruh. Karena hasil fotonya tetap bagus kok. Sayang ketika saya memotret di luar, cuacanya kurang mendukung.

Tapi bisa kamu lihat kalau kamera belakang mampu mengambil gambar dengan cahaya rendah (low light) dengan baik, bahkan dengan mode potret (lihat foto kucing).

Kemudian dalam kondisi mendung pun bisa responsif menangkap obyek bergerak (lihat foto orang jalan). Rentang cahaya yang ditangkap pun baik.

Begitupun dengan kamera selfienya. Bisa memotret dengan jernih, termasuk pakai mode potret (bokeh).

Sebagai catatan, ponsel ini memberikan hasil video dengan tingkat saturasi warna cukup tinggi. Jadi agak terasa kurang natural. Tapi hal ini kurang terlihat di layar ponsel.

Secara umum, kualitas kamera ponsel ini sudah lebih dari cukup untuk keperluan sehari-hari.

Performa & Pemakaian Daya

Bicara soal performa, yah… memang inilah inti dari ponsel satu ini. Mari kita lihat angka-angka benchmark. Untuk review ROG Phone 6 ini, saya mencoba dengan Geekbench 5 dan 3DMark Wild Fire Extreme (termasuk Stress Test).

Di Geekbench, ponsel gaming ini mendapat skor single-core 1307 dan skor multi-core 4197. Sedangkan untuk hasil uji OpenCL, skornya adalah 6612.

Sedangkan untuk 3DMark Wild Life Extreme, hasil skornya 2809. Sedangkan untuk 3DMark Wild Life Extreme Stress Test, skor Loop terbaiknya 2829 dan Loop terendah 2673.

Yang jelas, saya bisa main Genshin Impact dengan kualitas grafis rata kanan di 60fps dan tidak lag. Begitu juga dengan GRID Autosport dan Undecember.

Yang menarik, kelihatannya sistem pendingin baru yang ASUS terapkan berfungsi dengan baik. Karena memang ada penurunan suhu.

Dulu waktu saya main Genshin Impact di ROG Phone 5, suhunya bisa mencapai 61 derajat Celcius. Di sini, yang saya alami, suhunya berada di kisaran 46-47 derajat (saya main sekitar 2 jam).

gambar screenshot suhu genshin impact

Bagaimana dengan daya tahan baterainya? Secara teori, baterai berkapasitas 6000mAh bakalan awet. Tapi di sisi lain, layar dan spesifikasi ponsel yang berkemampuan tinggi juga punya resiko.

Walau begitu, jika dipakai buat aktivitas sehari-hari, baterainya memang awet. Karena ada pengaturan penggunaan secara dinamis. Sehingga kinerja ponsel tidak melulu gas pol.

Tapi memang, begitu kita main game dan X Mode aktif, baterai bisa berkurang cukup signifikan. Apalagi kalau game itu terhitung berat. Di sisi lain, pengisian daya dengan charger 65W ini sangat cepat.

Ini waktu pengisian yang saya dapatkan:

  • 19% – 37% 10 menit pertama
  • 37% – 53% 10 menit berikutnya (total 20 menit)
  • 53% – 68% 10 menit berikutnya (total 30 menit)

Saya memang biasa mengatur 20% sebagai kondisi untuk mengisi daya. Bisa kamu lihat, hanya butuh 20 menit untuk mengisi 34% daya (dari 19% ke 53%).

Kemudian ponsel ini menyesuaikan kecepatan pengisiannya. Pada awal pengisian, proses akan berjalan cepat. Namun melambat ketika semakin penuh.

Artinya, jika baterai ponsel tiris, kamu bisa mendapatkan kondisi yang memadai dalam waktu cepat. Tidak perlu kuatir dalam kondisi darurat.

Pengisian daya ini tentu juga bergantung aktivitas aplikasi di latar belakang dan apa yang kamu lakukan. Saya mendapatkan rata-rata pengisian dari 20% ke 100% memakan waktu 40-60 menit.

Baca Juga:  Benchmark ASUS Vivobook Pro 14 OLED (M3400): Nggak Kalah Sama Laptop Lain

Fitur Gaming

Salah satu fitur yang menjadi kekhasan ROG Phone sejak pertama rilis adalah colokan USB di bagian samiping. Ini juga menjadi fitur favorit saya.

Karena kita bisa main game, sambil mengisi daya atau menggunakan headphone (yang pakai colokan USB-C seperti ROG Fusion II 500).

Fitur kedua yang menarik dan semakin canggih adalah AirTrigger. Fitur yang berfungsi layaknya tombol bahu kontroler game ini kini mendukung lebih banyak gestur.

screenshot setelan airtrigger rog phonr 6

Kamu bisa tap saja, tap di dua poin pada satu sisi (seperti R1 dan R2), kombinasi tap dan swipe, dll. Ada sekitar 6 pilihan untuk itu.

Berdasar pengalaman saya, memang butuh sedikit membiasakan diri dalam memakai fitur ini. Saya sendiri baru terbiasa dengan yang tap saja.

Selain itu, ponsel ini juga mendukung kontrol berbasis gerakan (gyroscope). Misalnya memiringkan ponsel untuk belok kiri, atau mengarahkan ke kanan saat membidik.

Nah, yang untuk membidik ini sangat asik dipakai jika kamu sudah terbiasa. Bisa lebih responsif.

Di samping fitur di atas, kamu juga bisa memanfaatkan Game Genie untuk merekam layar, melihat statistik kondisi ponsel saat bermain, mematikan notifikasi, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Ya, ROG Phone sudah sejak lama menjadi salah satu tolok ukur ponsel gaming. ASUS selalu berani bereksperimen memberikan terobosan fitur baru. Sampai kadang tampak berlebihan.

Pada kenyataanya, berbagai fitur itu — terutama yang berhubungan dengan gaming — tetap bertahan. Bahkan lebih berkembang lagi. Artinya keunikan yang dimilikinya memang banyak dipakai.

Begitupun dengan ROG Phone generasi terbaru ini. Kelihatannya layar 165Hz, berbagai pilihan AirTrigger, kapasitas RAM dan baterai yang ekstra besar tampak berlebihan.

Toh semua fitur ini memang memberikan kenikmatan sendiri dalam pemakaiannya. Baik untuk gaming atau sehari-hari.

Lagipula, kalau dipikir-pikir, dengan harga ROG Phone 6 cukup bersaing jika kita bandingkan dengan ponsel flagship lain. Terutama jika kamu hobi main game. Silakan bandingkan sendiri.

Jadi, kalau kamu memang hobi main game, apalagi kalau terhitung kelas berat, ponsel ini jelas wajib kamu pertimbangkan.

Spesifikasi ROG Phone 6

Layar
  • 6,78 inci, 9:20,4 (1080 x 2448)
  • AMOLED, 165Hz, HDR10
  • Corning Gorilla Glass Victus
Chipset Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1 (4 nm)
RAM & Penyimpanan
  • 8GB RAM, 256GB 
  • 12GB RAM, 256GB
Kamera Belakang
  • 50 MP, f/1.9, (wide), 1/1.56″, 1.0µm, PDAF
  • 13 MP, f/2.2, (ultrawide)
  • 5 MP, (macro)
Kamera Depan 12 MP, 28mm (wide)
Audio
  • Speaker depan stereo (Dirac HD Sound)
  • Colokan 3,5mm, 32-bit/384kHz audio
Baterai Li-Po 6000 mAh
Sensor Sidik jari (di bawah layar, optikal), accelerometer, gyro, proximity, compass
Konektivitas
  • Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6e, tri-band, Wi-Fi Direct, hotspot
  • Bluetooth 5.2, aptX Adaptive
  • GPS
  • NFC
  • USB Type-C 3.1 (samping), USB Type-C 2.0 (bawah)
Warna Phantom Black, Storm White

Berapa harga ROG Phone 6?

Harga ROG Phone 6 dimulai dari Rp10.999.000, tergantung dari pilihan sesuai ukuran RAM dan kapasitas penyimpanannya.

Yang tersedia di Indonesia adalah kombinasi RAM + penyimpanan: 8GB + 256GB dengan harga Rp10.999.000 dan 12GB + 256GB dengan harga Rp13.999.000.

Itulah review ROG Phone 6 dari kami. Jika kamu benar-benar ingin punya ponsel gaming yang mantap ini, kamu bisa kunjungi situs resmi ROG untuk melihat detilnya lebih jauh.


foto rog phone 6
ROG Phone 6
Semakin Absolut Di Puncak
ROG Phone 6 punya banyak fitur yang mendorong kepuasan main game lebih jauh lagi dibanding ponsel lain atau bahkan genrasi sebelumnya.
PROs
Tampilan layar tajam dan mulus
Audio dahsyat
Baterai besar, pengisian cepat
Sistem pendingin baru berfungsi lebih baik
CONs
Rekaman video punya saturasi agak terlalu tinggi
4.8
Sultan!
Situs Resmi