Review Vivo V7+: Handphone Dengan Kamera Selfie 24 MP!

vivo v7+ dengan kamera selfie

Kali ini saya berkesempatan mencoba handphone Vivo V7+. Sebuah handphone yang disebut memiliki kamera selfie yang oke. Yah, mari kita lihat bersama.

Vivo merilis V7+ pertama kali di India pada 7 September 2017. Kemudian menyusul di berbagai negara lain di Asia, termasuk Indonesia. Vivo menyebutkan bahwa mereka merancang handphone ini untuk anak muda dan profesional muda.

Hands-on Vivo V7+

handphone vivo v7+

Saat melihat handphone ini, saya cukup terkesan dengan penampilannya. Yang saya pegang adalah handphone Vivo V7+ black matte (selain itu ada warna champagne gold). Harus saya akui, desain adalah hal menarik pertama yang saya catat di sini. Elegan.

Walau cukup besar, secara mengejutkan handphone ini nyaman dipegang. Mungkin karena perbandingan lebar dan tinggi yang pas. Lebarnya 75,74 mm dan tingginya 155,87 mm. Sedangkan tebalnya hanya 7,7 mm. Sedikit peringatan, tanpa cover, bodi bagian belakangnya sedikit rentan tangan berminyak. Mungkin karena warna hitam doff.

Begitu layar saya nyalakan, sontak saya tersenyum. Bagian depan Vivo V7+ punya desain mutakhir. Dengan layar besar dan nyaris tanpa bingkai (~78,4% rasio layar dengan bodi), juga sudut layar membulat.

Layar Vivo V7+ memiliki besar 5,99 inci, dengan resolusi 720 x 1440 piksel. Walau tingkat ketajaman layar disebut hanya ~269 ppi, tampilan di layar tetap bagus. Soal kekuatan layar? Oh, tenang, ada Corning Gorilla Glass 4.

Oya, handphone Vivo V7+ masih memiliki colokan 3,5 mm dan masih menggunakan colokan micro USB. Lalu hal lain yang layak disebut adalah speaker besarnya terletak di bawah. Kalau main game, seringkali suaranya teredam dengan tangan.

BACA JUGA
Review ZenFone Zoom S: Smartphone Terbaik Untuk Bepergian

Performa Vivo V7+

Vivo V7+ memiliki prosesor Qualcomm Snapdragon 450. Yah, tidak begitu powerful. Tapi untuk kegiatan sehari-hari bukan masalah besar. Saya toh menggunakan Moto E3 Power yang punya prosesor mirip (Mediatek MT6735p).

Di sisi lain, Vivo V7+ punya RAM 4 GB. Ini berarti punya ruang leluasa untuk multi-tasking. Kamu juga tidak perlu kuatir dengan memori internal. Ada 64 GB dan mendukung SD card sampai 256 GB.

Dari sisi baterai, handphone ini punya kapasitas 3225 mAH. Sejauh yang saya gunakan—memotret, merekam video, install aplikasi, sampai main game (lebih dari satu jam)—keawetan baterainya lumayan. Tidak istimewa, tapi juga tidak mengecewakan.

Mengingat prosesor yang agak mepet, saya tidak akan heran kalau seiring waktu performa Vivo V7+ menurun. Hm, tergantung banyaknya aplikasi dan bagaimana kamu menggunakannya juga. Sebagai pembanding, Moto E3 Power yang saya pegang, walau masih bisa dipakai dengan baik, sudah mulai terasa “beban”-nya.

Kamera Vivo V7+

Nah, kita masuk ke wilayah yang paling menarik kedua. Kamera. Terutama kamera depan alias untuk selfie.

Oke mari kita lihat dulu spesifikasinya. Kamera belakang sebesar 16 MP (f/2.0), dengan sensor 1/3 inci (1.0 µm), phase detection focus dan dilengkapi dengan LED flash. Namun kejutannya ada di depan, yaitu kamera 24 MP (f/2.0). Wow!

mode profesional kamera vivo v7+

Mode Profesional kamera Vivo V7+

Dari sisi fitur, kamera Vivo V7+ punya banyak. Ada Portrait Bokeh, Photo Watermark, Voice, Palm, Gender Detection, HDR, Live Photo, Ultra HD, PPT, Professional, Slow, Time-Lapse Photography, Face Beauty, Panorama, Group Selfie, Camera Filter.

Secara umum, hasil foto kamera Vivo V7+ memuaskan. Memotret berturut-turut berjalan cukup lancar. Hasilnya pun jernih.

Saat saya mencoba memotret makro, hasilnya lebih baik dari yang saya kira. Fokus bisa mengejar jarak yang cukup pendek. Obyek yang jadi fokus pun memiliki kontras ketajaman yang bagus, baik dengan latar belakang maupun depan.

Kejutan lain hadir ketika saya mencoba memotret dalam kondisi low light. Memang ada banyak noise dan JPEG artifact muncul. Tapi secara keseluruhan, obyek tetap terlihat jelas. Gradasi gelap terang pun tidak buruk.

hasil foto kamera belakang vivo v7+

Hasil foto kamera belakang Vivo V7+

hasil foto makro kamera belakang vivo v7+

Hasil foto makro kamera belakang

hasil foto low light kamera belakang vivo v7+

Foto low light kamera belakang

Hasil kamera belakang memang oke. Tapi yang jadi bintang di handphone Vivo V7+ ini adalah kamera depan. Angka 24 MP cukup bikin penasaran. Di era algoritma pengolah gambar digital jadi jagoan, apa arti megapiksel besar?

Awalnya saya cukup pesimis. Ternyata, secara umum, hasilnya bagus. Lebih dari yang saya kira. Paling tidak untuk foto selfie biasa, hasilnya memuaskan.

Sedangkan untuk efek Photo Bokeh, saya mendapatkan hasilnya kurang konsisten. Terutama untuk bidang yang menjadi kabur alias punya efek bokeh. Jarak titik fokus cukup sensitif. Bergeser sedikit (maju atau mundur), bidang di sekeliling obyek bisa terpengaruh efek blur.

Sebenarnya tidak mengherankan. Karena efek ini merupakan hasil dari pengolahan digital satu kamera, bukan dari kamera ganda.

hasil foto selfie vivo v7+

Foto selfie dengan Photo Bokeh dan kondisi low light

Sementara untuk kondisi low light, sekali lagi hasilnya cukup mengejutkan. Sama seperti kamera belakang, walau ada noise, cahaya bisa ditangkap dengan baik. Hasil foto jauh lebih terang dari kondisi asli.

Yang menarik dari sisi selfie selain Photo Bokeh adalah Group Selfie. Fitur ini memanfaatkan efek panorama di kamera depan. Dengan memutar handphone ke kanan dan ke kiri, kita bisa mendapat foto lebih luas. Jadi membuat selfie bersama teman lebih mudah (dalam kondisi handphone tegak).

Oh kamera handphone ini juga punya fitur live photo. Tapi sejauh ini, saya belum berhasil menemukan apa yang saya harapkan (seperti iPhone dan Google Pixel 2). Mungkin saya yang kurang cermat.

Untuk video, secara umum hasilnya bagus. Tapi sayangnya, untuk video slow motion (yang juga sedang tren), hasilnya kurang begitu bagus. Gambarnya seperti ada noise. Tidak jernih.

BACA JUGA
Review Singkat Samsung Galaxy Note 8: Smartphone Untuk Orang Kreatif

Sistem Operasi

Vivo V7+ menggunakan Funtouch OS 3.2. Sistem operasi dari Vivo ini dibangun berdasar Android 7.1 Nougat. Tapi, jangan salah. Penampilannya berbeda jauh dengan Android biasa. Funtouch meminjam elemen iOS sebagai tampilannya.

Kendala pertama yang ada, saya akui berasal dari diri saya sendiri. Saya sudah terlalu terbiasa memegang tampilan antar muka Android. Jadi terasa sedikit canggung. Terutama membuka control center (harus swipe dari batas layar bagian bawah).

Saya pikir, pembahasan soal tampilan yang seperti iOS ini layak punya tempat tersendiri. Jadi, silakan baca artikel tentang Funtouch OS.

Kesimpulan

Jadi, bagaimana akhirnya? Yah, bisa kamu lihat, secara umum Vivo V7+ adalah handphone yang baik. Penampilan oke dan kamera oke. Untuk performa dan UI Funtouch, saya pikir cukup relatif.

Harga Vivo V7+ ada di kisaran Rp 4.600.000. Kalau hanya mempertimbangkan prosesor, jelas harga ini mahal. Namun, sebuah handphone bukan hanya masalah prosesor semata. Ada fitur lainnya.

Desain, kamera, RAM, memori internal, dan berbagai fitur lainnya memiliki nilai di atas handphone dengan tingkat prosesor sejenis. Nah, sekarang tergantung kamu. Apa yang kamu cari dari sebuah handphone?

[junkie-button url=”http://store.urbandigital.id/vivo-v7-plus-64gb-4652458″ style=”blue” size=”medium” type=”round” target=”_blank”] Kunjungi Toko [/junkie-button]

Ada komentar?