Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Rumor: Snapdragon 888 Lite Bisa Bikin Ponsel Flagship Lebih Murah

Indri Penulis

Rumor terbaru mengatakan bahwa Qualcomm tengah mengembangkan Snapdragon 888 lite, chipset yang bisa bikin ponsel flagship lebih murah.

Qualcomm memiliki beragam jenis chipset yang mayoritas didedikasikan buat smartphone. Sebagai salah satu produsen chipset mobile terbesar di dunia, Qualcomm memenuhi kebutuhan chipset smartphone dan tablet Android di semua segmen harga.

Contohnya Snapdragon 888 yang menjadi prosesor mobile top-of-the-line (termahal), lalu ada Snapdragon 870 (peningkatan dari Snapdragon 865) yang dapat mengurangi harga smartphone flagship.

Baru-baru ini ada rumor terbaru yang mengatakan jika Qualcomm sedang mengembangkan versi lite dari Snapdragon 888. Chipset ini kabarnya mampu mengurangi harga ponsel flagship, tanpa mengurangi performanya.

Rumor Snapdragon 888 Versi Lite

Leaker terkenal, Roland Quandt sempat membagikan beberapa detail tentang chipset yang diklaim punya nama model SM8325 ini. Quandt yakin bahwa chipset ini adalah ‘turunan kelas bawah’ dari Snapdragon 888 (SM8350).

Saat ini prosesor tersebut masih dalam tahap pengembangan. Quandt juga mengatakan kalau chipset ini akan membantu produsen menyediakan kemampuan prosesor terbaru, sambil membuat harga ponsel flagship tidak terlalu mahal.

Sayangnya, Quandt tidak merinci detail lain tentang prosesor ini. Tapi kemungkinan, prosesor ini akan dibuat menggunakan proses 5nm, bukan 7nm seperti yang ada di Snapdragon 870.

Quandt cuma mengatakan kalau prosesor ini tidak akan memilih modem 5G terintegrasi. Itu artinya, produsen smartphone punya opsi meluncurkan ponsel flagship varian 4G. Otomatis harganya pun bakal lebih terjangkau.

Baca Juga:  Rumor: Snapdragon 8 Gen 2 akan Mendukung AV1 Decoding

Oke biar lebih jelas, kita flashback ke Snapdragon 888 yang hadir dengan modem Snapdragon X60 5G terintegrasi. Prosesor ini memang menawarkan dukungan 5G dan kinerja yang oke. Tapi di sisi lain, prosesor ini membuat harga ponsel flagship 5G sangat mahal.

Bandingkan dengan versi yang lebih lama seperti Snapdragon 865 dan Snapdragon 865+. Keduanya hadir tanpa modem bawaan.

Hal tersebut membuat produsen punya opsi untuk menambah dukungan 5G ‘dengan biaya tambahan,’ atau melewatkan dukungan 5G (membuat versi 4G-nya) agar harga smartphone tidak terlalu mahal.

Contoh yang lebih nyata bisa kita lihat pada merek spin-off Vivo iQOO, yang meluncurkan iQOO 3 varian 4G (ditenagai Snapdragon 865) dengan harga sangat murah.

Nah, bisa saja Qualcomm nantinya dapat memberikan opsi lain buat produsen smartphone. Yakni menawarkan kinerja kelas unggulan tanpa 5G, khususnya di negara-negara yang belum tersedia 5G di dalamnya.