Sensor 3D Vivo Punya Resolusi 10 Kali Lipat Dari iPhone X

sensor 3d vivo di handphone
Anom Penulis

Teknologi sensor biometrik pengenalan wajah memasuki babak baru. Vivo mengumumkan sensor 3D Time of Flight di MWC Shanghai 2018. Disebutkan bahwa sensor 3D Vivo memiliki resolusi 10 kali lipat dari iPhone X.

Otentikasi biometrik menjadi standar sarana keamanan baru di smartphone. Motorola Atrix memperkenalkan sensor sidik jari di tahun 2011, dan Apple mempopulerkannya dengan Touch ID di iPhone 5S pada tahun 2013. Sedangkan sensor retina hadir di Lumia 950 dan 950 XL di tahun 2015.

Namun ada dua otentikasi biometrik yang hangat dibicarakan saat ini. Sensor 3D untuk pengenalan wajah dan sensor sidik jari di layar. Seperti kita ketahui bersama, Apple membuat otentikasi pengenalan wajah menjadi standar baru dengan Face ID di iPhone X. Sementara Vivo menjadi perusahaan pertama yang menerapkan sensor sidik jari di layar dengan Vivo X20 UD, Vivo X21 UD, dan Vivo NEX.

Ternyata ambisi Vivo tidak berhenti sampai di situ. Perusahaan smartphone asal Cina ini juga mengembangkan sensor 3D yang disebut sebagai Time of Flight (TOF).

Vivo menyebutkan kalau teknologi ini bisa memetakan obyek dalam jarak tiga meter secara akurat. Selain itu, sensor ini juga bisa memperkirakan waktu yang ditempuh cahaya dari sensor ke obyek untuk terpantul kembali. Hal ini membuka banyak kemungkinan baru untuk penggunaan pengenalan wajah, gestur, gerakan, fotografi 3D dan teknologi augmented reality (AR).

Vivo juga menyebutkan kalau teknologi sensor 3D Time of Flight menggunakan 300.000 titik sensor. Jumlah itu memiliki titik sensor 10 kali lebih banyak dari Structured Light Technology saat ini. iPhone X merupakan perangkat yang menggunakan teknologi tersebut di Face ID dengan 30.000 titik sensor.

Walau teknologi ini saat ini belum hadir untuk penggunaan praktis (baik di handphone maupun perangkat lain), Vivo menyatakan kalau Time of Flight sudah bukan sekedar konsep. Tapi sudah teruji dan sudah memeuhi standar industri yang berlaku. Penggunaannya dalam penggunaan sehari-hari akan segera hadir.

Mengingat apa yang sudah dilakukan oleh Vivo dengan sensor sidik jari di layar dan handphone full screen dengan kamera pop-up, kelihatannya memang hal ini bukan sekedar janji. Toh Vivo sudah berhasil membuktikan pernyataan mereka sebelum ini.

Begitu juga kalau melihat arah perkembangan teknologi. Augmented, virtual, dan mixed reality masih gencar dikembangkan. Sensor 3D dengan kemampuan seperti itu akan memainkan peranan penting di sini.

Memang luar biasa apa yang dilakukan oleh Vivo. Beberapa waktu terakhir ini, mereka terus membuat gebrakan yang membuat kagum. Kita tunggu saja bagaimana sensor 3D Vivo hadir di produk mereka.

    %d blogger menyukai ini: