Serial “Arcane” Memberikan Kisah Keren untuk “League of Legends”

Arcane

Entah kamu pemain game “League of Legends” atau bukan, serial “Arcane” yang tayang di Netflix layak kamu tonton. Serial ini memiliki cerita yang bagus, tampilan artistik keren, dan latar belakang tokoh yang memuaskan untuk game populer tersebut.

Saya sendiri bukanlah pemain game “League of Legends.” Yah, paling hanya main “Wild Rift” secara kasual. Tapi menonton “Arcane” memberi kepuasan tersendiri.

Tidak mudah mengembangkan film dari game. Terutama yang mampu memuaskan para fans. Lihat saja “Assassin’s Creed,” “Max Payne,” “Need for Speed,” sampai “Warcraft.”

Mungkin itu sebabnya kenapa Riot Games dan Netflix memilih format serial. Tentu melihat juga kesuksesan serial “The Witcher.” Pilihan animasi pun tepat, karena bisa lebih mudah dan konsisten menjaga sisi artistik, seperti di game.

“Arcane” Sebagai Cerita “League of Legends”

Riot Games dan Netflix menyajikan serial “Arcane” dalam 3 babak (Acts). Masing-masing Act terdiri dari 3 episode berdurasi sekitar 40 menit.

Serial ini mengambil latar di Piltover dan Zaun (the Undercity). Untuk sementara, cerita memiliki fokus pada 4 karakter dari dua wilayah itu. Vi dan Jinx (Powder) di Undercity, lalu Jayce dan Viktor di Piltover.

jinx dan vi dari league of legends di serial arcane

“Arcane” memberikan kisah di masa lalu, sebelum para karakter itu menjadi apa yang kita liat di game saat ini. Bagaimana keempat tokoh itu berusaha memiliki arti dalam kehidupan mereka.

Di samping itu, ada pula berbagai karakter lain dari Runeterra, seperti Caitlyn, Ekko, dan Heimerdinger, juga karakter baru, seperti Vander, Mel, Mylo, dan Silco. Masing-masing tokoh memiliki hubungan dan jalinan cerita yang juga menarik.

viktor dan jayce dari league of legends di serial arcane

Sejauh artikel ini ditulis (Netflix baru merilis Act 1), kisah yang dibawa oleh “Arcane” mengalir dengan baik, punya konflik yang emosional, dan membuat kita penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

Animasi Keren

Sebagai serial animasi, tampilan artistik jelas menjadi faktor penting. “Arcane” yang mengambil pendekatan artistik yang seperti lukisan, menerapkannya dengan tepat.

Serial ini masih berpijak pada karakteristik di game, baik tokoh maupun lingkungannya, namun memiliki kekhasan tersendiri. Jadi kita tidak merasa lepas dari game, namun juga tetap menikmati “Arcane” sebagai sesuatu yang berdiri sendiri.

Yang tidak kalah menarik, beberapa adegan bisa tampak dramatis dan emosional. Salah satu faktor penentu dari gaya visual ala lukisan itu dan digabung dengan pencahayaan yang keren.

Lalu, nampaknya proses animasi juga digarap dengan serius. Kita bisa melihat emosi dan ekspresi tokoh-tokoh yang ada dari detil yang ada di dalam sebuah adegan.

Dari sisi kualitas animasi, saya pikir “Arcane” sedikit lebih keren dari serial animasi Netflix lain, atau bahkan serial “What if…?” dari Marvel. Yah, ini opini saya sih.

Layak Diikuti

Secara keseluruhan, sejauh ini serial “Arcane” memenuhi harapan saya sebagai cerita yang muncul dari game. Narasinya asik, gambarnya keren, dan bikin penasaran. Sekali lagi, kamu tidak perlu jadi fans “League of Legends” untuk bisa menikmati serial ini.

“Arcane” sudah tayang di Netflix dengan 3 episode pertama (Act 1) mulai tanggal 6 November 2021. Act 2 (episode 4,5, dan 6) akan tayang pada tanggal 13 November 2021, dan Act 3 (episode 7, 8, dan 9) akan tayang pada tanggal 20 November 2021.


Release Date
06/11/2021
Judul
Arcane
Deskripsi
Serial Animasi
Genre
Fantasi, Petualangan, Fiksi Ilmiah
Adaptasi
League of Legens
Tayang
%d blogger menyukai ini: