Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Samsung Pertimbangkan Jual Smartphone Tanpa Charger Dalam Box

smartphone samsung dan charger
Anom Penulis

Kelihatannya tren baru akan muncul di dunia smartphone. Setelah Apple, Samsung pun dikabarkan mempertimbangkan menjual smartphone tanpa menyertakan charger di dalam paket penjualan.

Ya, sebelum ini, Apple dirumorkan akan merilis iPhone 12 tanpa charger di dalam box. Alasannya agar biaya produksi tidak membengkak.

popculture.id

Rumor Rencana Samsung

Menurut ET News, Samsung juga mempertimbangkan hal serupa dan sedang mendiskusikannya dengan berbagai pihak terkait. Alasannya juga senada. Yaitu untuk memangkas biaya, terutama menyeimbangkan dengan biaya chipset 5G.

Untungnya, Samsung belum akan menerapkan hal tersebut tahun ini. Kemungkinan besar, rencana Samsung merilis smartphone tanpa charger akan mulai berjalan tahun 2021. Samsung juga disebut akan menjual charger resmi secara terpisah.

Entah bagaimana perhitungan biaya produksi tersebut. Memang sebelum ini juga terdengar rumor kalau harga chipset Snapdragon 875 dari Qualcomm akan naik. Tapi rumor itu tidak menyebutkan seri chipset lain. Jadi belum jelas juga seri smartphone Samsung apa saja yang terkena imbasnya.

Fitur Semakin Berkurang

Kalau kamu cermati, semakin hari fitur yang dinikmati oleh konsumen semakin berkurang. Sebelum ini Apple sudah menghapus colokan audio 3,5 mm dan menawarkan earbuds nirkabel. Secara perlahan, industri smartphone pun mengikuti langkah tersebut. Termasuk Samsung.

Memang belum semua seri smartphone seperti itu. Namun seiring perkembangan teknologi (baca: earphone Bluetooth), bukan tidak mungkin colokan audio itu akan musnah nantinya.

Begitupun dengan charger. Saat ini, colokan pengisi daya sudah mulai beralih ke USB type-C. Dengan bentuk colokan yang seragam, pemakaian charger pun bisa semakin mudah (hm, entah bagaimana dari sisi daya).

Kemudian, ada pula teknologi pengisi daya nirkabel (wireless charging). Teknologi ini, walau sudah cukup lama hadir, adaptasinya dulu tidaklah cepat. Baru akhir-akhir ini teknologi itu semakin cepat dikejar perkembangannya. Terutama untuk kecepatan pengisian daya.

Wajar bila kemudian muncul kecurigaan kalau berkurangnya fitur ini sekedar untuk membuat laku aksesori. Parahnya, harga smartphone kelas atas semakin mahal.

Wah, bisa-bisa kita kembali memakai sandi asap atau semafor buat berkomunikasi. ?

    %d blogger menyukai ini: