Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Wireless Headphone Sony WH-1000XM3 Masih Asik Di Tahun 2022

Anom Penulis

Suatu hari, saya diajak rapat oleh Mas Afit. Namun, ternyata pertemuan itu bukan hanya sekedar rapat saja. Ia meminjamkan sebuah wireless headset Sony WH-1000XM3 untuk saya coba. Tentu, sebagai penyuka film, musik, dan game saya tertarik.

Sony WH-1000XM3 adalah wireless headphone dengan desain closed-back over-ear yang mendukung noise cancelling dan diumumkan pada acara IFA 2018 dan meluncur secara global pada bulan Agustus 2018.

popculture.id

Saat saya menulis artikel ini, situs resmi Sony Indonesia sudah tidak mencantumkan produk ini. Yang tersedia adalah versi yang lebih baru, yaitu WH-1000XM4 dan WH-1000XM5.

Pencarian di Google menghasilkan beberapa penjualan di toko online dengan harga yang beragam. Ada yang menaruh harga Rp2,8 juta, tapi ada pula yang mencantumkan Rp3,8 juta.

Jadi, yah… kalau kamu berminat membeli wireless headphone lawas ini, mungkin perlu sedikit riset untuk menemukan ketersediaan barang dengan harga yang pas di toko online.

Fitur & Spesifikasi

Sebagai sebuah wireless headphone, Sony WM-1000XM3 punya beberapa fitur menarik yang juga cukup canggih. Seperti HD noise cancelling yang ditenagai prosesor QN1, optimasi atmospheric pressure, dan smart listening dengan Adaptive Sound Control.

Kalau mau bicara masalah spesifikasi teknis, headphone ini punya driver berukuran 40mm bertipe dome, punya active frequency response 4Hz-40.000Hz dan untuk komunikasi Bluetooth 20Hz – 20,000Hz.

Selain itu, headphone ini juga mendukung penggunaan melalui kabel dengan colokan mini stereo (3,5mm). Colokan itu hanya ada di satu sisi headphone (single-sided) dan bisa dicopot kalau tidak kamu pakai.

Lalu, halaman resmi Sony (Asia) menyebutkan kalau baterai headphone ini mampu bertahan sampai 30 jam pemakaian aktif dengan Noice Cancelling aktif. Sementara waktu untuk charging (mengisi daya) adalah 30 menit sampai penuh.

Pengalaman Memakai Sony WH-1000XM3

Yah… Headphone ini memang bukan barang baru. Baik dari sisi perilisan maupun pembelian. Tapi justru ini yang membuatnya menarik.

Apa Enak Dipakai?

Jujur, saya lebih memilih over-ear headphone dari pada in-ear earbuds. Kelihatannya konstruksi kuping saya memang kurang cocok untuk earbuds.

Paling tidak itu sudah saya rasakan ketika mencoba ROG Cetra II. Jadi saya jelas antusias mencoba headphone Sony ini.

Yah, pertama… Bantalan telinganya empuk dan pas. Lalu tulang penyangganya yang dilengkapi dengan bantalan juga bisa disesuaikan dan duduk di kepala dengan baik.

Jadi sebagai wireless headphone, Sony WH-1000XM3 ini memang enak dipakai. Bahkan ketika kita bergerak pun, headphone bisa tetap stabil berada di kepala.

Bagaimana dengan Suaranya?

Sampai artikel ini saya tulis, saya sudah menggunakan headphone ini untuk mendengarkan musik (Lossless atau Dolby Atmos di Apple Music, iPhone dan Mac), nonton film/serial (Ms. marvel di Disney+), dan main game (di handphone). Sejauh ini sangat saya puas dengan kualitas suaranya.

bass drop yang seharusnya dramatis, tendangannya kurang ‘thrilling’

Walau begitu, saya punya sedikit catatan.

Untuk musik, saya mencoba berbagai genre dan setelan equalizer. Secara umum, suara bass-nya cukup tebal, tapi dentumannya tidak se-menendang yang saya bayangkan.

Misalnya, kalau kamu dengarkan lagu dance atau elektronik, seperti “Summertime Sadness (Lana Del Rey vs Cedric Gervais)” atau “Popcorn / Sweet Nothing (feat. Florence Welch)” dari Steve Aoki (Tomorrowland Winter).

Di bagian bass drop yang seharusnya dramatis, tendangannya kurang ‘thrilling’ dan tidak sampai menggempur dada. Emosi yang seharusnya memuncak di bagian bass drop jadi agak kurang klimaks.

Dalam hal ini, earphone ROG Cetra II lebih punya daya tendang. Mungkin karena earphone itu berjenis in-ear yang “menembak” suara langsung ke lubang telinga.

Tapi selebihnya, suara dari headset nirkabel Sony ini memang menyenangkan. Audio yang keluar mantap dan surround-nya juga terasa. Sebagai contoh jika mendengarkan “Bohemian Rhapsody” dari Queen atau “Everything in Its Right Place” dari Radiohead. Suaranya datang dari sana sini dan imersif.

Begitu juga jika mendengarkan lagu jazz. Entah itu lagu-lagu Diana Krall sampai lagu “A Love Supreme, Pt. 1: Acknowledgement” dari John Coltrane atau “Moanin'” dari Art Blackey & The Jazz Messenger.

Untuk menonton film juga asik (saya nonton “Ms Marvel,” “Doctor Strange,” dan “The Boys”). Baik ucapan tokoh maupun efek suara, mulai dari suara gemuruh sampai dentingan, semua audio yang ada di dalam film bisa hadir sangat baik.

Yah, kalau dari segi suara ini, kita bisa sedikit membayangkan nuansa nonton bioskop, bukan dari laptop atau TV di rumah (kalau TV-mu layar besar ya lebih asik lagi). Bahkan jadi agak lucu kalau nonton di ponsel. Rasanya suara lebih “besar” dari pada tampilan visual.

Oya, karena headphone Sony WH-1000XM3 ini punya prosesor dan sensor di dalamnya, jadi sudah cukup cerdas. Ia akan mengenali posisi kita dan lingkungan. Lalu bisa secara otomatis menyesuaikan profil Noise Cancelling dan Ambient Sound.

Selain masalah audio, perlu saya sebutkan kalau baterai wireless headphone Sony ini juga awet. Bahkan sebagai produk lawas, headphone ini masih bisa saya pakai lama tanpa harus mengisi baterai ulang.

Wireless Headphone Mantap

Sony memang sudah terkenal untuk produk elektroniknya, terutama untuk dunia hiburan. Entah itu yang berhubungan dengan tampilan visual maupun audio.

Wireless headphone ini pun menjadi bukti expertise Sony tersebut. Kualitas Sony HW-1000XM3 ini saya acungi jempol, terutama mengingat kalau ia bukanlah produk baru.

Jadi, kalau kamu berminat membeli wireless headphone dan bertemu headphone lama ini, kamu tetap layak mempertimbangkannya.

    %d blogger menyukai ini: