Teori Konspirasi: Bill Gates Buat Vaksin COVID-19 Untuk Memata-matai Orang Banyak

bill gates
Anom Penulis

Seiring wabah yang mendunia, berkembang pula berbagai teori konspirasi soal coronavirus. Salah satu teori konspirasi itu menyebutkan kalau Bill Gates mengmbangkan vaksin COVID-19 untuk memata-matai orang banyak.

Teori konspirasi ini cukup populer di samping beberapa teori lain. Teori yang paling populer menyebutkan teknologi jaringan 5G-lah menjadi penyebab munculnya virus COVID-19. Teori ini bahkan menyebabkan perusakan prasarana umum telekomunikasi — yang konyolnya, bukan 5G.

Bagaimana dengan teori Bill Gates ini?

Disebutkan: Vaksin COVID-19 berisi microchip

Teori konspirasi menyebutkan kalau Bill Gates mengembangkan vaksin COVID-19 yang memiliki microchip. Keping mikro ini merupakan alat pelacak. Sehingga ketika vaksin disebar, Bill Bates bisa memantau aktivitas warga dunia.

Isu privasi memang menjadi masalah sensitif di era digital ini. Terutama karena banyak teknologi yang menggunakan sistem pelacakan dan pendataan. Misalnya cookie dari sebuah situs di browser. Beberapa perusahaan besar — seperti Google dan Facebook — kerap mendapat sorotan untuk masalah ini.

Bill Gates sendiri dulu juga sering mendapat predikast buruk. Terutama karena ia mendorong Windows menjadi sistem operasi nomor satu di dunia dengan keras. Bill Gates dan Microsoft memiliki reputasi yang cukup buruk di era 2000-an.

Kalau bicara fakta, Bill Gates bersama organisasi Bill and Melinda Gates Foundation memang mendanai pengembangan vaksin COVID-19. Mereka juga sudah memberi donasi sampai sebesar $300 juta.

Yah, terus terang teori konspirasi ini cukup konyol.

Teori konspirasi soal Bill Gates Banyak Dipercaya

Yang lebih konyol lagi, teori konspirasi tersebut banyak dipercaya oleh warga Amerika. Di antara berbagai teori konspirasi yang tidak masuk akal itu, teori Bill Gates dan COVID-19 ini termasuk yang bertahan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh YouGov, mereka yang percaya teori ini datang dari pemirsa Fox News dan pendukung Partai Republik. Porsi terbesar hadir dari pemirsa Fox News, diikuti di posisi kedua oleh pendukung Partai Republik dan pendukung Presiden Donald Trump dari pemilu 2016.

foto: The Collegiate Live

Tentunya efek kepercayaan pada teori konspirasi ini bisa berakibat fatal. Mereka yang percaya bisa menolak diberi vaksin — jika sudah ada — dan menjadi rentan pada virus. Yang tertular pun akhirnya punya kemungkinan menulari orang lain. Pada akhirnya, akan sulit mengakhiri pandemi COVID-19 ini.

Hal ini juga menjadi suatu bukti bahwa kita jangan segera percaya berita atau gosip yang tersebar. Cek lebih lanjut kebenarannya. Kalau tidak mendasar ya tidak usah dipercaya. Karena hal ini bukan soal diri sendiri, tapi sudah menyangkut kepentingan orang banyak.

Bill Gates sudah memberi tanggapan soal teori konspirasi ini.

    %d blogger menyukai ini: