Tips Menjaga Baterai Laptop Supaya Tetap Awet

Anom Penulis

Kita selalu ingin baterai laptop tahan lebih lama. Namun dalam penggunaan sehari-hari, kita sering lalai. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk menjaga baterai laptop supaya lebih awet.

Laptop masa kini sudah banyak yang memiliki kapasitas baterai besar. Selain itu terknologi juga sudah dan selalu berkembang sehingga baterai tahan lebih lama. Teknologi fast charging juga membantu mempermudah penggunaan sehari-hari.

Tapi tidak semua laptop memiliki fitur seperti itu. Oleh karenanya, kita sendiri yang harus menjaga baterai laptop agar lebih awet. Harus diakui, faktor manusia lah yang menentukan.


Baca juga: 7 Laptop Dengan Baterai Tahan Lama


Kurangi tingkat kecerahan layar

Layar menjadi salah satu bagian yang menggunakan daya paling besar. Selama kita gunakan, layar — tepatnya screen backlight — akan terus memancarkan cahaya.

Memang, saat ini sudah banyak layar yang menggunakan LED backlight. Namun, pertimbangannya tetap sama. Kalau kita atur, penggunaannya akan lebih awet lagi.

Ubah pengaturan daya

Pengaturan daya standar di laptop mungkin sudah cukup cerdas untuk menyesuaikan penggunaan. Tapi kamu bisa mengoptimalkan pengaturan daya lebih jauh bila ingin.

Gunakan fitur “Battery Saver” atau “Power Saver”. Atur kapan monitor jadi non-aktif seefisien mungkin. Begitu juga untuk kapan laptop masuk ke kondisi “Sleep” atau “Hibernates”. Kalau tersedia, kamu bisa mengatur bagaimana aplikasi atau komponen laptop bekerja di “Advance Setting”.

Matikan Wi-Fi dan Bluetooth

Matikan kedua perangkat itu apabila tidak digunakan. Apabila terus aktif, kedua perangkat ini akan mencari koneksi secara berkala. Hal ini bisa menguras baterai apabila terjadi terus menerus.

Penggunaan Wi-Fi dan Bluetooth memang terlihat sepele. Tapi mengontrolnya akan membantu kamu menjaga baterai laptop lebih tahan lama.

Cabut kabel daya kalau baterai sudah penuh

Saat ini, baterai lithium-ion sudah lebih canggih, dan bisa mencegah kelebihan daya. Beberapa laptop juga sudah menyediakan perangkat yang mengontrol daya masuk saat baterai hampir penuh.

Kalau ada aplikasi atau pengaturan lebih jauh, atur batasan daya sehingga baterai mengurangi kemampuan mengisi dayanya. Baterai akan mengisi daya dengan lebih lambat ketika sudah terisi sekitar 80%.

Namun, tidak semua laptop memiliki fungsi semacam itu. Jadi, jangan lupa cabut kabel daya kalau baterai sudah penuh.


Baca juga: Beli Laptop atau Tablet? Mana yang Tepat Untuk Kamu?


Cabut perangkat lain yang tidak digunakan

Keluarkan CD / DVD dari laptop dan cabut perangkat USB (flash drive, external harddisk, USB web cam, dll). Ketika kamu membuka Windows Explorer (atau Finder di Mac), sistem akan aktif membaca perangkat tersebut. Kalau memang tidak digunakan, hal ini akan memboroskan baterai.

Kontrol penggunaan program

Mungkin kamu sering membuka banyak program / aplikasi, atau membuka banyak tab di browser. Dalam kondisi tertentu, penggunaan seperti itu akan menghabiskan RAM, dan menggunakan virtual memory di hard disk.

Bisa jadi laptop-mu cukup powerful untuk menangani hal itu, sehingga tidak memperlambat kinerjanya. Di sisi lain, penggunaan baterai tetap akan meningkat karena komputer secara aktif mengatur penggunaan virtual memory di hard disk.

Gunakan SSD

Hard disk masih banyak ditemui di berbagai laptop. Perangkat ini merupakan perangkat mekanik yang memutar piringan di dalamnya saat bekerja. Biasanya ada keterangan berapa RPM di spesifikasi hard disk laptop. Dengan demikian menuntut penggunaan daya yang lumayan.

SSD atau Solid State Drive, menggunakan daya yang lebih kecil, karena bersifat digital dan tidak memiliki perangkat yang bergerak. SSD juga akan membantu transfer data bergerak lebih cepat.

    %d blogger menyukai ini: