Piringan Hitam (Vinyl) Kualitas HD Akan Hadir

toko piringan hitam
Foto: Mirta Fratnik

Di masa ketika musik dengan format digital sudah jadi standar, piringan hitam (vinyl) mengalami perkembangan. Pada tahun 2019, high definition vinyl atau piringan hitam HD akan hadir.

Seperti kita ketahui, perkembangan media musik berkembang mulai dari piringan hitam, kaset, compact disc (CD), sampai murni dalam bentuk digital. Kepopuleran piringan hitam menurun secara drastis sekitar tahun 1988 – 1991. Paska tahun 2000, format digital (lewat internet) mulai mengambil alih. Kini, perangkat khusus untuk menyetel musik sudah tidak dibutuhkan lagi.

Namun tren baru muncul secara tidak diduga. Piringan hitam kembali populer. Sejak tahun 2007, penjualan piringan hitam kembali meningkat, dan naik secara cukup drastis paska tahun 2010.

Bahkan, menurut CNN, Sony akan memproduksi piringan hitam kembali pada Maret 2018. Sony menghentikan produksi vinyl pada tahun 1989. Bayangkan, setelah 29 tahun!

BACA JUGA
5 Lagu Rock Alternatif Indonesia Tahun 90-an Legendaris

“High Definition Vinyl”

Nah, menurut Pitchfork, ada sebuah paten didaftarkan di Eropa untuk “High Definition Vinyl” pada tahun 2016 . Sebuah start-up asal Austria, Rebeat Innovation, mendapat investasi sebesar $4,8 juta untuk mewujudkannya. Seperti sudah disebut di atas, mereka berencana merilis album dalam format “HD vinyl” pada tahun 2019.

Proses pembuatan “piringan hitam HD” ini meliputi proses mengubah audio digital menjadi peta topografis 3D. Pemetaan itu kemudian dicetak di piringan hitam dengan bantuan laser dan “stamper“. Hasilnya adalah piringan hitam dengan waktu putar 30% lebih lama, amplitudo 30% lebih jauh, dan secara keseluruhan memberikan proses yang lebih stabil.

Rebeat Innovation sudah memesan perangkat laser seharga $600.000. Target jangka pendek yang hendak dicapai adalah mempresentasikan hasil uji coba produksi vinyl tersebut di acara Making Vinyl di bulan Oktober. Kalau semua lancar, “HD vinyl” akan tersedia di toko-toko pada musim panas tahun 2019.

Bukan Sekedar Tren

Kembalinya piringan hitam ke gelanggang musik kerap dianggap sebagai bagian dari gaya hidup retro atau hipster. Tapi melihat kecenderungan penjualan yang terus meningkat (sampai tahun 2017), kelihatannya ini bukan sekedar tren semata.

Sebagai sebuah media, mungkin piringan hitam sudah menjasi sesuatu yang klasik. Sesuatu yang punya kelas tersendiri dan tidak lekang oleh masa. Ibaratnya seperti trilogi film Star Wars pertama, yang jadi tonggak budaya dan terus dipertahankan dengan teknologi mutakhir.

twenty one pilots blurryface red and balck edition

Piringan hitam versi merah & hitam album Blurryface dariTwenty One Pilots

Di samping itu, memang ada sesuatu yang “hilang” ketika musik digital hadir. Baik piringan hitam, kaset, atau CD memiliki kemasan. Seringkali, desain kemasan itu menjadi daya tarik tersendiri.

BACA JUGA
10 Lagu Rock Alternatif Era 90-an yang Wajib Kamu Ketahui

Ya, ada sebuah kepuasan melihat desain cover yang keren. Apalagi kalau bukan sekedar desain cover. Tapi seluruh kemasannya punya desain unik (biasanya kalau limited edition, dll). Seorang kolektor pasti tahu kenikmatannya.

Tidak hanya piringan hitam beserta kemasannya yang menarik. Turntable yang dipakai untuk memutarnya pun tidak kalah keren. Kamu bisa menemukan berbagai bentuk, mulai yang retro sampai yang modern, mulai yang biasa sampai yang portable dan mendukung Bluetooth speaker.

Jadi, tidak heran kalau piringan hitam HD ini nantinya bisa jadi standar mendengar audio tersendiri. Karena bersamanya hadir pula gaya hidup yang tidak hanya menarik dan unik. Bukankah begitu?

Ada komentar?