Nonton Video Dibayar! Ini Cara Aplikasi Zynn Saingi TikTok

Persaingan media sosial berbasis video semakin memanas. Aplikasi Zynn bersiap menjadi rival TikTok. Aplikasi ini bahkan menawarkan imbalan pada pengguna yang menonton konten video dan merekomendasikan pada teman.

Suka tidak suka, TikTok memang merupakan salah satu aplikasi media sosial paling populer saat ini. Cukup populer sampai Instagram pun mencoba membuat fitur seperti aplikasi tersebut di Brazil, yang disebut dengan nama Reels. Strategi ini sebelumnya sukses membungkam Snapchat ketika Instagram merilis Stories.

Aplikasi Zynn sendiri saat ini belum tersedia di Indonesia. Namun Mashable menyebutkan kalau aplikasi ini berhasil menjadi nomor satu di App Store iOS dan masuk 10 besar di Play Store Android. Sedangkan menurut The Verge, aplikasi Zynn boleh dibilang tiruan TikTok. Bahkan sampai ke tampilan antar mukanya.

Kalau kita lihat tampilan di Play Store sih memang seperti itu.

tampilan aplikasi Zynn

Salah satu aspek yang membuat aplikasi Zynn populer tentu saja imbalan yang mereka tawarkan. Kelihatannya ada beberapa jenis imbalan. Misalnya merekomendasikan aplikasi ini ke teman bisa mendapat uang. Sedangkan menonton video akan memberikan pengguna poin (yang nantinya juga kelihatannya bisa ditukar uang atau kupon).

The Verge sudah memberi konfirmasi sistem imbalan itu. Selain itu beberapa video di YouTube juga disebut sudah menunjukkan tanda terima imbalan tersebut.

The Information menyebutkan kalau sebenarnya aplikasi Zynn sudah menjadi rival TikTok di daratan Cina. Pembuat aplikasi ini, Kuaishou, memiliki aplikasi media sosial berbasis video yang menyaingi Douyin. Douyin adalah aplikasi TikTok versi Cina.

Kuaishou disebut mendapat investasi sebesar 2 milyar Dollar dari Tencent, raksasa teknologi asal Cina. Investasi ini diduga membantu Tencent meredam laju ByteDance, perusahaan pembuat TikTok dan Douyin. Kehadiran aplikasi Zynn di Amerika kelihatannya juga bertujuan sama.

Memberi imbalan pada pengguna jelas merupakan strategi jitu. Aplikasi berbasis video pendek Byte pun lahir dengan pertimbangan membayar rekan kreator. Zynn melangkah lebih berani dengan membayar pengguna — bukan hanya kreator — untuk mempromosikan aplikasi dan menonton video. Siapa tidak mau?

The Verge menyebutkan kalau sebagai konsekuensinya, kamu harus rela mendaftar akun Zynn dan “memberikan” info pribadi. Akun ini akan terikat dengan akun lain, seperti Google, Facebook, Twitter, atau nomor telepon. Zynn juga meminta akses lokasi dari smartphone. Sedangkan untuk menerima pembayaran, kamu harus menghubungkan akun PayPal.

Nah, bagaimana? Kalau aplikasi Zynn tersedia di Indonesia, apakah kamu berminat memakainya, bertahan di TikTok, atau memakai keduanya?

UPDATE

Apple dan Google menghapus aplikasi Zynn dari bursa aplikasi mereka karena dianggap sebagai aplikasi plagiat dan pengguna menampilkan konten curian.

Zynn menghapus sistem hadiah berupa uang, dan menggantinya dengan sistem Zyncheers. Sistem baru ini lebih bersandar pada poin yang diberi pada pengguna yang menyukai dan berkomentar pada sebuah video.

%d blogger menyukai ini: