Apple Salahkan Leaker Karena Acara Rilis iPhone Jadi Membosankan

Antara 'Kepentingan Bisnis' dan 'Pencitraan"

Habis ancam leaker, Apple sekarang salahkan leaker karena acara rilis iPhone jadi membosankan gara-gara ulah mereka. Hmm, yakin cuma itu aja?

Buat yang sering update info soal HP khususnya iPhone, pasti sudah nggak asing dengan yang namanya pembocor atau istilah kerennya leaker. Tanpa orang-orang ini, kita mungkin nggak bakal bisa mendapatkan bocoran soal calon iPhone yang akan rilis.

Meski dicintai banyak orang karena ‘jasanya,’ tapi leaker adalah salah satu musuh utama Apple. Sebab karena ulah mereka, orang-orang sudah nggak terkejut dengan iPhone yang dirilis Apple (ya karena bocoran iPhone yang beredar ada yang 95% tepat sasaran).

Geram dengan ulah leaker, beberapa waktu lalu, Apple sempat mengancam beberapa leaker China (seperti Kang dan Duan Rui). Apple mengatakan kalau mereka bakal menempuh jalur hukum di China untuk menuntut leakerleaker tersebut.

Meski diprediksi ancaman itu akan melumpuhkan aktivitas leaker dalam membocorkan iPhone baru, tapi tampaknya masih ada leaker bandel yang tetap menelateni profesinya.

Apple Kini “Salahkan” Leaker iPhone

Kabar terbaru yang kami dapatkan dari Vice, Apple baru-baru ini dengan jelas salahkan leaker yang masih membocorkan informasi penting mereka.

Ada dua alasan kenapa Apple salahkan leaker iPhone. Pertama, bocoran yang beredar membuat perasaan gembira dan mendebarkan saat Apple mengenalkan iPhone, berubah menjadi membosankan. Acara yang harusnya penuh kejutan, justru berubah menjadi ‘B aja.’

Alasan lain yang diberikan Apple untuk menuntut diakhirnya praktik pembocoran informasi dari leaker adalah, “Produsen aksesoris pihak ketiga dapat mengembangkan dan menjual casing ponsel dan aksesoris lain, yang sebenarnya tidak kompatibel dengan produk belum rilis,” kata Apple.

Sumber : Apple Insider

Nah sekarang pertanyaannya, apakah Apple benar-benar peduli dengan kesejahteraan produsen kasing pihak ketiga? Padahal kalau dipikir-pikir jika ada banyak kasing dari pihak ketiga yang nggak pas, pasti bakal cenderung meningkatkan penjualan kasing Apple sendiri kan?

Masih nggak berhenti sampai di situ saja. Apple juga menekankan kalau dalam kasus kasing iPhone pihak ketiga ‘banyak’ yang tidak pas, kesalahannya harus diberikan pada leaker iPhone. Sebab mereka membocorkan produk yang bahkan belum rilis.

Lebih lanjut, raksasa teknologi itu bahkan menyebut penjual aksesoris pihak ketiga sebagai ‘pengungkap illegal rahasia dagang Apple.’ Kalau praktiknya masih diteruskan, Apple bakal mengambil tindakan hukum seperti sebelumnya (contohnya kasus 2016 yang melibatkan Mobile Star LLC).

Sementara itu, kemarahan Apple sepertinya sudah sampai di ubun-ubun. Nggak cuma menyinggung leaker dan pembuat aksesoris pihak ketiga, Apple juga menuntut pemasok utamanya seperti Foxconn dan Wistron untuk melakukan pemeriksaan latar belakang kepada pekerjanya (bahkan sampai memasang kamera di badan pekerja).

Konon, selama ini pekerja Foxconn dan Wistron (khususnya yang bekerja di bagian perakitan) cuma digaji sedikit. Makanya mereka mencari kerjaan sambilan. Yakni sebagai pembocor informasi ke leaker China.

Mereka biasanya membocorkan gambar atau mencuri produk iPhone yang belum rilis, lalu diberikan ke leaker China. Semua itu tentu nggak gratis. Entah berapa gajinya, tapi mungkin honornya bisa lebih besar dari gaji mereka saat bekerja di Foxconn atau Wistron.

Di sisi lain, Apple bukan satu-satunya perusahaan yang benci dengan leaker. Samsung baru-baru ini juga mulai bergerak untuk menindak tegas para leaker. Namun mungkin caranya belum setegas Apple.

%d blogger menyukai ini: