Beberapa Konten yang Dapat Merusak Media Sosial

Posting konten buruk ke media sosial akan menghancurkan hubungan dengan pengikut. Hindari konten berikut agar media sosial kalian tidak rusak.

Media sosial saat ini menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Hampir setiap orang punya minimal satu akun media sosial baik Facebook, Instagram, Twitter, dll.

Platform ini menjadi ajang berinteraksi dengan banyak orang. Terkadang pengguna media sosial bahkan terpancang jumlah followers atau pengikut.

Mungkin perlahan akun media sosial kalian akan mendapat banyak pengikut. Tapi secara bertahap, pengikut mulai berkurang, dan hal ini akan merusak media sosial kalian.

Sumber Gambar : News Center

Kalian pasti penasaran dan ingin mencari tahu alasan berkurangnya followers. Salah satu hal yang dapat mengurangi jumlah followers adalah konten yang kalian unggah.

Supaya media sosial tetap berjalan baik, maka ketahui lebih dulu jenis konten yang perlu dihindari. Berikut ini beberapa konten yang dapat merusak media sosial kalian:

Konten yang Terlalu Penuh Aktivitas Promosi

Media sosial sering dipakai sebagai ajang promosi. Itu tidak salah. Bagaimanapun itu salah satu fungsinya. Tapi kalau terlalu banyak atau sering, bisa jadi masalah. Bahkan hal ini berlaku jika tujuan awal kalian menjadikan media sosial sebagai tempat jualan.

Bayangkan kalau setiap hari di depan rumah kalian ditempeli poster promosi. Tidak hanya menjengkelkan, tapi juga membosankan. Kalau kamu terus menerus membom follower dengan promosi, tentu mereka juga bosan dan jengkel.

Tapi berbeda apabila penggunaan media sosial berbasis aktivitas yang kreatif, dan juga ada interaksi dengan followers. Jadi, jangan sekedar menebar brosur. Jaga kualitas konten dan ritme yang dinamis.

Konten Fanatisme Politik dan Agama

Agama dan politik adalah dua bidang studi yang erat dengan masyarakat. Tapi di sisi lain, bisa sangat subyektif. Karena pandangan agama dan politik setiap orang berbeda.

Setiap kali kalian membuat posting konten politik dan religious, maka kemungkinan besar kalian tidak akan terhubung dengan semua audiens. Bisa jadi konten kalian tidak relevan, atau menyinggung orang yang tidak satu pandangan dengan kalian.

Apalagi kalau konten tersebut penuh bersifat fanatisme. Bisa bikin gerah dan memancing kebencian. Sebaiknya hindari mengunggah postingan yang menimbulkan kontroversi, supaya kalian tidak kehilangan followers.

Periksa terlebih dahulu obyektivitas konten. Ingat, media sosial sekarang menyaring konten jenis ini. Sebagai contoh Instagram yang bisa menghapus akun pengguna kalau melanggar konten terlarang.

Konten Negatif, Kebencian, dan Melecehkan

Ada waktu dan tempat untuk menyuarakan kekhawatiran kalian. Baik itu tentang masalah di sekitar atau masalah pribadi. Tapi kalau terlalu emosional, bukan di media sosial tempatnya.

Curcol boleh saja. Tapi jangan bikin follower bad mood. Apalagi kalau kalian sampai melontarkan kebencian atau bahkan sampai melecehkan sesuatu atau seseorang. It’s a definite no-no.

Begitu juga jika ada pengikut yang berkomentar buruk di media sosial kalian. Sebaiknya jangan ditanggapi. Sebab setiap respon akan mempengaruhi cara pandang followers dalam menilai kalian. Lagipula, nanti hasilnya adalah perdebatan tak bermutu.

Selain itu, hindari juga membeberkan masalah pribadi ke media sosial. Sebab followers tidak mau tahu masalah itu, dan mereka akan jengah jika setiap saat kalian curhat ke media sosial.

Tema Konten Terlalu Tidak Konsisten

Untuk membangun media sosial dengan banyak followers, sebaiknya tentukan tema terlebih dahulu. Misal kalian ingin konten bertema aktivitas jelajah alam, fashion, traveling, game, dll.

Tentunya ini berhubungan dengan kepercayaan dan selera. Mereka yang punya selera sama bisa punya komunitas seru. Lalu, kamu dan follower juga bisa bertukar ilmu.

Mengubah tema media sosial secara tidak jelas bisa mengurangi jumlah followers. Sebab mereka akan menilai kalian sebagai pribadi yang tidak konsisten. Berganti tema atau menyinggung tema lain tidak masalah, tapi tergantung caranya.

%d blogger menyukai ini: