Handphone Redmi Akan Jadi Merk Sendiri

merk redmi
Foto: Xiaomi

Sebuah kabar berhembus. Xiaomi berencana membuat jajaran handphone Redmi menjadi merk sendiri. Tidak lagi jadi satu dengan merk utama Xiaomi.

Selama ini jajaran handphone Xiaomi selalu terdiri dari dua kategori besar. Handphone Mi dan handphone Redmi. Xiaomi Mi biasanya merupakan handphone papan atas, sementara Redmi menyasar pangsa handphone murah.

Alasan Pemisahan Redmi

Lei Jun, CEO Xiaomi, menyebutkan kalau Xiaomi membuat merk Redmi terpisah (sebagai sub-brand) agar bisa secara khusus fokus pada pangsa tersebut. Hal ini bisa dimaklumi mengingat seri Redmi dan Redmi Note termasuk yang paling populer di antara semua produk Xiaomi.

Secara fokus di pangsa pasar, Xiaomi akan memiliki handphone Mi untuk kelas premium, handphone Redmi untuk kelas ekonomis, dan handphone Poco untuk handphone premium yang terjangkau. Di samping itu, masih ada Black Shark yang menyasar para penyuka game.

Di sisi lain, penyebutan nama produk pun bisa lebih enak. Daripada menyebut Xiaomi Redmi Note 6 Pro, lebih nyaman menyebut Redmi Note 6 Pro. Jadi urutannya jelas: merk-seri-generasi-varian. Masuk akal bukan?

Foto : Wccftech

Xiaomi rencananya akan mengumumkannya secara resmi pada tanggal 10 Januari. Mereka sudah meletakkan banner di situs resmi. Yang menarik, banner ini menyimpan easter egg.

Handphone Redmi Baru?

Kalau kamu lihat (di foto utama artikel), pada bagian bayangan tulisan Redmi terdapat angka 4800. Konon, angka itu merujuk pada jumlah megapixel kamera handphone. Jadi kemungkinan besar, akan segera hadir handphone Redmi pertama yang memakai kamera sebesar 48 MP.

Sebelum ini, presiden Xiaomi Lin Bin pernah memberi bocoran handphone Xiaomi dengan kapasitas kamera 48 MP. Apakah handphone ini yang dimaksud? Belum tahu.

kamera 48 mp xiaomi

Kamera handphone Xiaomi 48 mp (foto: Lin Bin, Weibo)

Secara umum, pemisahan merk ini sebenarnya sudah lazim. Terutama untuk merk dari Cina. Huawei kita ketahui memiliki Honor sebagai sub-brand. Lalu grup BKK Electronics memiliki OPPO, OnePlus, Vivo, dan yang paling baru Realme.

Walau merupakan sub-brand atau malah merk berbeda (untuk kasus BKK), kadang handphone yang rilis memiliki spesifikasi dan desain yang sangat mirip. Biasanya, seperti juga yang diniatkan oleh Xiaomi, mereka membedakan kategori kelas dan pangsa pasar. Seperti OPPO dan Vivo yang besar di Asia, dan OnePlus yang besar di Amerika.

Xiaomi juga kita ketahui berhasil masuk jajaran produsen handphone paling laris di dunia. Dengan memisahkan merk handphone Mi dan handphone Redmi, kita bisa berharap ada penawaran baru dari mereka. Benarkah begitu?

 

Ada komentar?