Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Smartphone di Awal 2019: Huawei Meningkat, Apple Anjlok

Foto: Apple

Persaingan smartphone memang menarik diperhatikan. Kepopuleran sebuah merek bisa berubah dengan cepat. Begitu pun smartphone di awal tahun 2019. Huawei berhasil meningkat pesat, sementara Apple dengan iPhone menurun tajam.

Salah satu badan riset yang melaporkan perkembangan ini adalah International Data Corporation (IDC).

IDC menyebutkan bahwa awal tahun 2019 (tepatnya kuartal pertama atau Q1), ada total 310,8 juta ponsel terjual. Jumlah ini merupakan penurunan dari kuartal sebelumnya. Lebih jauh lagi, merupakan kuartal ke-6 untuk penurunan penjualan ponsel sejak 2017.

Kedudukan Merek Smartphone di Awal 2019

Samsung memang masih berada di puncak. Namun Huawei secara agresif menanjak di bawahnya. Setelah berhasil mengalahkan Apple di tahun 2017 dan bersaing ketat, Huawei berhasil mendapat posisi yang cukup stabil tahun ini.

smartphone 2019 IDC
Data IDC untuk smartphone di awal 2019

Samsung, walau tetap berada di posisi puncak, juga mengalami penurunan. Samsung sendiri menyebut penjualan Galaxy S10 memiliki penjualan yang baik. Namun, persaingan ketat di ponsel kelas menengah dan bawah cukup memiliki imbas yang kuat.

Huawei akhirnya berhasil “mengamankan” posisi kedua di 5 besar merek ponsel dunia. Riset dan inovasi Huawei di kamera smartphone membawa hasil yang baik. Selain itu, Huawei juga memiliki portofolio ponsel menarik di berbagai kelas.

Apple dengan jajaran iPhone miliknya mengalami penurunan tajam. Data menunjukkan penurunan sampai 30,2% dari tahun lalu. Berbagai inovasi dari para pesaing, baik dari sisi desain dan teknologi ponsel, berhasil membuat konsumen beralih pilihan.

Persaingan Inovasi dan Kelas Menengah

Kita tahu bahwa dalam beberapa tahun terakhir, harga smartphone premium semakin mahal. Hal ini tentunya menyebabkan konsumen jadi lebih berhati-hati membeli ponsel baru. Kalau tidak ada peningkatan yang signifikan di smartphone generasi baru, pengguna ponsel premium lebih memilih menunggu.

Di sisi lain, juga dalam beberapa tahun terakhir ini, Huawei berdiri di garda depan inovasi teknologi bersama dengan beberapa merk asal Cina lain, seperti Vivo. Teknologi yang mereka kembangkan — seperti kamera dan sensor sidik jari — berhasil menarik banyak peminat.

Huawei Nova 4 (Foto: 91Mobiles)

Toh, yang paling menarik adalah tingkat adaptasi teknologi yang cepat di ponsel kelas menengah. Banyak teknologi turunan dari ponsel premium hadir di ponsel menengah. Mulai dari kamera ganda, kamera selfie yang lebih baik, sensor sidik jari, layar bezel-less, dll.

Ponsel dengan harga terjangkau yang beberapa tahun lalu “dipandang setengah mata” oleh merek ponsel populer, sekarang mendapat sorotan. Lihat saja bagaimana Xiaomi, Oppo, Vivo, dll berhasil merebut hati konsumen.

Faktor lain yang tidak kalah menentukan adalah wilayah. Negara seperti Cina dan India sudah menjadi wilayah strategis. Tentunya selain karena jumlah warga negara yang banyak, juga karena pertumbuhan teknologi yang tinggi.

Samsung Galaxy M20
Samsung Galaxy M20 (Foto: Samsung)

Di India, misalnya, Xiaomi berhasil mengalahkan Samsung. Sampai-sampai Samsung merubah jajaran ponselnya, dan merilis ponsel kelas menengah, yaitu seri Galaxy M. Indonesia, yang punya warga negara tidak sedikit, juga tidak jauh berbeda. Sebagai contoh, Realme cukup gesit merilis ponsel baru di Indonesia.

Tahun ini dan beberapa tahun mendatang, perkembangan teknologi smartphone akan kembali menggeliat. Kita sudah melihat inovasi ponsel lipat dari Huawei dan Samsung (walau Samsung Fold bermasalah). Lalu, teknologi koneksi 5G pun sudah didepan mata. Sudah ada beberapa merk yang merilis ponsel yang mendukung 5G.

Dengan perkembangan smartphone di awal tahun 2019 ini, tentunya akan menarik melihat perkembangannya di sepanjang tahun. Apa yang akan ditawarkan Samsung dengan Galaxy Note 10? Lalu bagaimana Apple dengan iPhone XI? Hm, kita lihat saja nanti.

More Stories
Cara Mengubah Browser Default di Windows 10