Pembuat Teknologi Kamera Ponsel Pixel Cabut Dari Google

Anom Penulis

Kabar mengejutkan hadir. Dua tokoh kunci pengembang teknologi kamera di Google Pixel keluar dari perusahaan. Tentu ini menghadirkan pertanyaan besar. Akankah Pixel menjadi salah satu jawara kamera smartphone?

Kedahsyatan kamera ponsel Pixel buatan Google lebih banyak berasal dari teknologi perangkat lunaknya. Bukan dari tingginya spesifikasi modul kamera. Istilahnya kerennya “computanional photography“.

Sebagai contoh, teknologi kamera di Pixel mampu membuat efek bokeh dengan satu lensa, sementara ponsel lain memanfaatkan dua kamera. Lalu teknologi ini juga terkenal dengan mode Night Sight yang menghalau gelapnya malam.

Tidak heran, aplikasi Google Camera kemudian banyak dirombak oleh fans agar bisa dipakai di ponsel lain. Saya senfiri pernah mencobanya di ASUS Zenfone Max Pro M1 dan di realme 5 Pro.

Keluarnya Tokoh Kunci Kamera Google Pixel

Tokoh pertama yang bertanggung jawab atas keajaiban teknologi kamera adalah Marc Levoy. Ia merupakan ilmuwan yang memimpin sebuah tim di Google Research. Semua keajaiban kamera Google Camera — termasuk HDR+, Portrait Mode, dan Night Sight — merupakan buah karyanya. Levoy cabut dari Google pada bulan Maret 2020.

Marc Levoy mempresentasikan kamera Pixel 4

Tokoh berikutnya yang cabut dari Google adalah Mario Queiroz. Sebelum ini ia sempat pindah dari jabatannya sebagai General Manager Pixel untuk bekerja di bawah Sundar Pichai langsung. Menurut The Information, ia kini bergabung dengan Palo Alto Networks.

Queiroz sudah terlibat dalam berbagai produk Google, mulai dari Nexus, Google TV, Chromecast, Google Wifi, Google Home, dan tentu saja Google Pixel.

Bagaimana Nasib Pixel?

Sejak kemunculannya pertama kali, Google Pixel selalu berhasil masuk ke dalam jajaran ponsel dengan kamera terbaik. Teknologinya mampu membuatnya sejajar dengan smartphone yang memiliki komponen kamera dahsyat.

Tentunya kepergian kedua tokoh tersebut bisa mengancam reputasi ponsel buatan Google ini. Terutama kalau belum ada pengganti yang sepadan. Apalagi Samsung juga sedang mengejar teknologi sensor kamera dan Apple disebut akan bermain-main dengan sensor LiDAR di iPhone 12.

Ironisnya, ponsel Pixel 4 sendiri mendapat kecaman untuk baterainya. Bahkan Rick Osterloh, pimpinan divisi perangkat keras di Google, juga disebut oleh The Information menunjukkan kekecewaannya.

Entah apakah Google punya trik lain untuk ponsel Pixel mendatang. Semoga saja masih ada inovasi lain yang seru. Jadi perbandingan kamera bukan hanya bicara adu besar sensor kamera saja.

    %d blogger menyukai ini: