Huawei Mengembangkan Sistem Operasi Alternatif Android

Huawei MWC 2017

Saat menyebut sistem operasi smartphone, mungkin hanya ada dua nama yang paling sering disebut. Android dan iOS. Kabar menyebutkan bahwa Huawei sedang mengembangkan sistem operasi sendiri sebagai alternatif Android.

Hal ini menarik. Huawei merupakan salah satu produsen smartphone terbesar di dunia. Belakangan, ia juga rajin melakukan gebrakan di dunia teknologi. Bukannya tidak mungkin Huawei membuat sistem operasi sendiri. Apalagi melihat perkembangan akhir-akhir ini.

Tech War Antara Amerika dan Cina

Beberapa waktu terakhir ini, terdapat ketegangan antara produsen smartphone asal Cina dengan pemerintah Amerika Serikat. Ketegangan seperti ini memang bukan berita baru. Sudah sejak lama produk teknologi Amerika sulit masuk ke daratan Cina. Sebut saja Google, Twitter, dll yang sulit masuk ke sana. Cina punya versi mereka sendiri.

Namun pukulan balik Amerika cukup telak. Salah satunya adalah pemerintah Amerika melarang perusahaan Amerika untuk menjual piranti keras dan lunak pada ZTE selama tujuh tahun (seperti dilaporkan oleh Reuters).

Walau tidak separah itu, Huawei pun mengalami nasib yang serupa. Pemerintah Amerika menahan provider dan perusahaan Amerika lain untuk bekerja samanya dengan Huawei. Best Buy, misalnya, akan menghentikan penjualan handphone Huawei di Amerika (seperti dilaporkan CNN).

Sejak itu Huawei merubah strateginya. Huawei menekankan perkembangan di Eropa dan Asia, dan akan mengembangkan terobosan teknologi di bidang lain, seperti cloud dan artificial intelligence. Yang mengembalikan kita pada berita kalau Huawei akan mengembangkan sistem operasi alternatif Android.

Sistem Operasi Huawei Dikembangkan Tapi Belum Perlu

Sebenarnya, proses mengembangkan sistem operasi Huawei pun sudah berjalan cukup lama. Tepatnya mulai pada tahun 2012. Rencana ini dimulai oleh founder Huawei Ren Zhengfei sebagai langkah kalau skenario terburuk terjadi. “We are developing our own OS out of strategic consideration, because won’t we be doomed if they suddenly cut off our food, don’t allow us to use Android or Windows 8.” (seperti dilaporkan South China Morning Post).

Namun Huawei cukup realistis untuk belum merilisnya karena sistem operasi ini belum sebaik Android dan belum punya banyak aplikasi.

Zhao Ming, Presiden Honor (salah satu merk handphone di bawah Huawei), menyebutkan hal itu secara spesifik. Dalam waktu dekat Huawei masih akan bekerja bersama Google dan menggunakan Android. “There is no doubt that Huawei is capable of doing it, but for now I don’t think it is necessary since we work very closely with Google and will continue to use its Android system.”

Langkah tersebut jelas sangat realistis dan taktis. Persaingan sistem operasi sudah sangat sulit ditembus. Kita sudah melihat apa yang terjadi dengan Microsoft dan Windows Phone. Sistem operasi Tizen dari Samsung pun belum beranjak maju.

Android, sebagai sistem operasi yang paling banyak dipakai di muka bumi, memang menjadi pilihan utama. Bagaimanapun sistem operasi ini gratis (AOSP). Kalaupun nantinya muncul permasalahan, hal itu bisa terjadi di akses pada layanan Google Play Store dan aplikasinya. Mungkin itu juga sebabnya Huawei membuat bursa aplikasi sendiri yang bernama Huawei AppGallery.

Yah, masing-masing pihak memang punya kepentingannya sendiri. Kita sebagai konsumen hanya bisa memilih apa yang terbaik di pasar. Kita lihat saja nanti, apakah sistem operasi Huawei akan hadir sebagai alternatif Android.