Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Viral OpenAI 3D POINT-E, Layanan Rendering Teks ke Gambar dalam Hitungan Menit

openai 3d point-e
Sumber: Hugging Face
Indri Penulis

OpenAI bikin layanan rendering 3D POINT-E. OpenAI 3D POINT-E diklaim bisa rendering teks ke gambar dalam hitungan menit saja.

OpenAI akhir-akhir memang lagi viral di kalangan netizen. Apalagi sejak salah satu layanannya, ChatGPT OpenAI populer di kalangan netizen.

Gimana nggak, ChatGPT OpenAI adalah layanan chatbot yang bisa jawab apapun pertanyaan pengguna. Walaupun belum secanggih Google Search, tapi tetap aja ChatGPT OpenAI bisa dipakai seru-seruan.

Nah baru-baru ini, OpenAI kembali viral setelah mereka berhasil menciptakan rendering 3D AI bernama POINT-E. Apa itu OpenAI 3D POINT-E? Yuk kita cari tahu bareng-bareng.

Apa Itu OpenAI 3D POINT-E?

OpenAI adalah perusahaan di belakang generator text-to-image, DALL-E. Baru-baru ini, OpenAI mengalihkan perhatiannya untuk bikin penerjemah teks menjadi gambar 3D bernama POINT-E.

Menurut sebuah salah satu artikel yang diterbitkan oleh OpenAI (via Techradar), POINT-E bisa ‘menghasilkan model 3D cuma dalam waktu 1 – 2 menit pada satu GPU.’

Durasi tersebut tentu super singkat. Sebagai gambaran, solusi sejenis POINT-E butuh waktu yang lebih lama untuk melakukan rendering 3D. Bahkan waktu yang dibutuhkan bisa sampai berjam-jam. Selain itu, solusi lain butuh lebih banyak GPU agar bisa rendering dengan lancar.

openai 3d point-e
Sumber: YouTube/OpenAI

Pertanyaannya, selain cepat, terus gimana kualitas rendering yang disajikan POINT-E? Menurut OpenAI, POINT-E memang sangat cepat dalam urusan rendering. Tapi teknologi yang dipakai masih kurang canggih, jadi hasilnya mungkin belum sebagus solusi rendering lainnya.

Meski metode kami masih kurang canggih dalam hal kualitas sampel, metode ini satu hingga dua kali lebih cepat untuk diambil sampelnya. Sehingga bisa menawarkan pertukaran praktis untuk beberapa kasus penggunaan,” kata OpenAI.

POINT-E dapat menghasilkan tampilan sintetik tunggal dengan model difusi text-to-image untuk menghasilkan cloud point 3D. Metode ini diklaim mampu mengurangi beban pada GPU, walaupun belum bisa menangkap detail yang lebih kecil.

Sementara itu, OpenAI juga telah merancang AI sekunder untuk meringankan sebagian proses rendering. Namun teknologi AI yang dipakai belum terlalu matang.

OpenAI menjelaskan kalau kadang-kadang teknologi tersebut AI besutan mereka bisa melewatkan objek yang tipis / jarang. Contohnya objek seperti batang tanaman, pembuatan ilusi bunga mengambang, dll.

Lebih lanjut, OpenAI juga berjanji untuk melatih kecerdasan buatan pada beberapa juta model 3D dan metadatanya. Tujuannya tentu saja untuk mempercanggih teknologi besutan mereka. Yah, walaupun kasus pemakaiannya saat ini masih bersifat terbatas.

Kita lihat aja perkembangan OpenAI 3D POINT-E. Kalau bisa dibikin jauh lebih canggih, mungkin rendering POINT-E bisa diaplikasikan ke aktivitas yang lebih berat. Contohnya aktivitas rendering dalam game.


Kalau kamu ingin memberikan pertanyaan atau masukkan, silakan tulis di kolom komentar atau kirim  email  ke [email protected]