Google Menetapkan Standar Handphone Android untuk Perusahaan

handphone untuk kegiatan bisnis perusahaan
Anom Penulis

Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan bisnis, Google menetapkan standar handphone untuk perusahaan dan memberikan rekomendasi handphone Android apa saja yang sesuai standar itu.

Kebutuhan perusahaan dalam menggunakan handphone jelas berbeda dengan kebutuhan masyarakat umum. Idealnya, handphone tidak boleh mengganggu produktivitas dan kegiatan bisnis. Kalau handphone lemot, bukan saja menghambat. Tapi juga memalukan.

Selain itu, ada juga sisi keamanan yang perlu dipertimbangkan. Tentunya ini bisa dipahami. Jangan sampai rahasia perusahaan jatuh ke pendekar berwatak jahat.

Melalui program Android Enterprise Recommended, Google berusaha menjamin hal itu. Nah, standar handphone bisnis seperti apa yang ditetapkan Google?

[irp posts=”48065″ name=”Handphone Android Terbaik di Tahun 2017″]

Standar Handphone untuk Perusahaan

Google menyebutkan di blog resmi kalau penetapan standar ini sudah melalui uji coba meliputi berbagai perangkat dan berbagai praktek bisnis.

Beberapa standar yang ditetapkan adalah:

  • Punya spesifikasi minimum perangkat keras yang mendukung Android 7.0+
    • RAM: 2 GB
    • Penyimpanan: 32 GB
    • Baterai: 8+ jam (aktif)
    • Kamera (depan/belakang): 2MP / 10MP
  • Mendukung proses distribusi masif dengan mudah (tidak perlu mengatur satu persatu).
  • Bisa menerapkan update keamanan Android paling lama 90 hari setelah Google merilisnya, minimal selama 3 tahun.
  • Ketersediaan perangkat yang tidak terikat dengan provider.
  • Konsistensi dalam aplikasi yang mengatur profil dan mengatur perangkat.

Kamu bisa membaca informasi yang lebih detil di halaman standar Android Enterprise Recommended.

Rekomendasi Handphone untuk Perusahaan

Mungkin kamu membayangkan handphone apa saja yang sudah memenuhi standar di atas. Jangan kuatir, Google memberikan beberapa contoh rekomendasi handphone bisnis.

Rekomendasi handphone bisnis itu meliputi:

  • BlackBerry KEYone dan Motion
  • Google Pixel, Pixel XL, Pixel 2, dan Pixel 2 XL
  • Huawei Mate 10, Mate 10 Pro, P10, P10 Plus, P10 Lite, dan P Smart
  • LG V30 dan G6
  • Motorola X4 dan Z2
  • Nokia 8
  • Sony Xperia XZ1, XZ1 Compact, XZ Premium, XA2, dan XA2 Ultra

Daftar di atas tentu tidak akan berhenti pada perangkat itu saja. Google menyebut bahwa akan lebih banyak handphone yang masuk seiring uji coba yang dilakukan.

[irp posts=”47668″ name=”Apa Yang Akan Jadi Tren Smartphone 2018?”]

Apa Gunanya untuk Konsumen Biasa?

Seperti sudah saya sebut di atas, kepentingan perusahaan berbeda dengan konsumen biasa. Tapi bukan berarti konsumen biasa tidak butuh handphone yang berkualitas tinggi (bisa diandalkan).

Bisa jadi kamu bekerja secara freelance, bisa jadi kamu punya bisnis online sendiri, atau bisa juga kamu seorang peneliti. Artinya, kebutuhan akan perangkat yang bisa diandalkan tetap ada.

Standar handphone untuk perusahaan dan rekomendasi dari Google tersebut bisa jadi panduan. Paling tidak, ketika kamu membeli salah satu handphone itu, kamu yakin akan kemampuannya dan yakin akan mendapat update secara rutin.

Tentu saja, kalau kamu belum punya kebutuhan seperti itu, mencari handphone yang ekonomis akan lebih baik. Yang murah meriah tapi tetap bisa diandalkan. Apa gunanya punya handphone bisnis atau handphone standar perusahaan, tapi fitur-fiturnya tidak terpakai?

    %d blogger menyukai ini: