Review Huawei P10: Masih Berani Bersaing di 2018

Huawei P10 rilis pada bulan Maret 2017 dan hingga artikel review ini diturunkan, smartphone ini belum juga hadir secara resmi di Indonesia. Namun kita sudah bisa mendapatkan Huawei P10 melalui lapak-lapak online yang ada di Indonesia.

Saya termasuk yang suka dengan smartphone ini, selain karena ukurannya yang pas, performanya juga mengagumkan. Bahkan Huawei P10 ini saya gunakan sampai saat ini sebagai smartphone utama untuk beberapa lama.

Dan inilah review Huawei P10 yang telah saya gunakan selama lebih dari tiga bulan.

Unboxing

Paket penjualan dari Huawei P10 termasuk lengkap. Selain gadget itu sendiri, saya mendapatkan kabel data, kepala charger, buku panduan, earphone dan casing transparan yang cukup baik dan keren untuk melindungi ponsel. Karena memang tidak resmi hadir di Indonesia, kepala charger nya berbentuk pipih dan membutuhkan adapter tambahan agar bisa digunakan di Indonesia.

Desain

Desain yang dibawa cukup mainstream, banyak orang akan menyukainya. Jika dilihat sekilas, pada bagian belakang mirip desain dari iPhone 7, sedangkan jika dilihat dari depan, mirip dengan desain produk Tiongkok pada umumnya. Tidak berkarakter layaknya desain smartphone keluaran HTC atau Moto.

Tapi, itu bukan masalah besar. Bagi yang suka smartphone berdesain kekinian, Huawei P10 memiliki kesan cantik dan mewah. Saya membeli varian berwarna emas. Warnanya tidak norak dan tetap berkelas. Namun jika kalian ingin terlihat elegan dan mewah, maka saya menyarankan untuk membeli yang berwarna hitam.

Hal yang menyenangkan di bagian ini adalah ukurannya yang nyaman di genggaman tangan. Bahkan untuk penggunaan dengan satu tangan, masih bisa dilakukan.

Sebagai penggemar ponsel dengan dimensi kecil, saya bisa bilang bahwa Huawei P10 merupakan ponsel “kecil” dengan desain terbaik kedua setelah iPhone 7/8 di tahun 2017 ini.

[irp posts=”45206″ name=”Handphone Layar Kecil Pilihan (5 Inci dan Di Bawahnya)”]

Layar

Huawei P10 sudah menggunakan teknologi IPS, jadi kecerahan dan kejernihannya sudah cukup untuk memanjakan mata. Ponsel ini memiliki layar 5.i inchi dengan rasio screen-to-body 71.2%. Sedangkan resolusinya sudah full HD, yaout 1080 x 1920 pixel. Untuk melindunginya, Huawei menyematkan teknologi Corning Gorilla Glass 5.

Selama penggunaan, saya tidak menemukan masalah, baik ketika browsing biasa, bermain game AoV atau menikmati video YouTube. Tidak ada masalah juga saat menggunakan ponsel ini di luar ruangan. Berbeda dengan layar OPPO F5, semua yang ditampilkan dilayar terlihat jelas, meskipun terkena sinar matahari.

Singkatnya, saya cukup puas dengan layar dari ponsel ini.

Kamera

Kamera adalah bagian terbaik dari Huawei P10. Dengan mengusung lensa yang sudah bersertifikat Leica, hasil kamera dari ponsel ini masih bisa disandingkan dengan Google Pixel 2 atau iPhone X.

Secara teknis, Huawei P10 memiliki dua lensa di kamera utama dengan kemampuan 12 MP (f/2.2, PDAF, OIS) + 20 MP Leica optics. Fitur lain ada 2x lossless zoom, phase detection dan laser autofocus dengan dual-LED dual-tone flash. Sedangkan untuk kamera depan, ponsel ini memiliki kemampuan * MP dengan f/1.9.

Untuk merekam gambar bergerak, Huawei P10 bisa digunakan untuk merekam video dengan kualitas 2160p@30fps dan 1080p@60fps.

Inilah hasil foto-foto dari kamera Huawei P10:

Fitur

Sama halnya dengan pabrikan lain, Huawei juga memberikan berbagai macam fitur untuk menarik pengguna smartphone. Beberapa fitur yang menjadi andalan antara lain:

Sensor sidik jari

Menjadi gimmick wajib untuk setiap ponsel mid-high, Huawei P10 juga menawarkan sensor sidik jari yang cepat dan responsif. Saat pertama kali melakukan setup pun saya tidak mengalami kendala seperti yang saya alami di beberapa ponsel. Semua berjalan mulus. Huawei P10 mengizinkan penggunanya untuk menyimpan hingga 5 sidik jari.

Dual-SIM

Bukan hanya wajib untuk ponsel flagship, keberadaan dual-SIM menjadi kewajiban semua lini ponsel agar laku dijual di pasar negara berkembang. Huawei P10 juga menghadirkan fitur dual-SIM (nano-SIM) hybrid. Kedua slot bisa berjalan di jaringan 4G.

EMIUI 5.1

Kustomisasi yang dilakukan oleh Huawei ini cukup baik. EMIUI yang ditawarkan sangat sederhana, nyaman dan cepat. Beberapa fitur andalan seperti twin app juga sudah terintegrasi pada EMIUI versi 5.1.

Yang paling saya suka, adanya pilihan untuk menghilangkan tombol kapasitif dan menggantikan fungsinya dengan satu tombol sensor sidik jari. Jadi saya bisa memilih back, home atau recent apps hanya dengan satu tombol saja. Lebh praktis.

NFC

Di tahun-tahun kebelakang, fitur ini masih dianggap kurang penting di Indonesia. Namun di tahun-tahun mendatang, dengan maraknya fintech dan anjuran untuk cashless, fitur NFC ini mulai dibutuhkan, baik untuk pembayaran atau sekedar cek saldo e-money. 

Fast charging

Siapa yang tak suka dengan fitur ini? terlbih lagi bagi orang yang mobile. Fast charging Huawei P10 cukup cepat, 30 menit sudah bisa terisi lebih dari 70%. Lebih cepat dari Turbo Charge milik Moto Z2 Play.

Baterai

Urusan performa baterai, ponsel mungil ini juga tak boleh diremehkan. Meskipun tidak selama ZenFone Zoom S atau Moto Z2 Play, namun daya tahan baterai dari Huawei P10 ini bisa dibilang baik. Saat melakukan tes daya tahan baterai dalam penggunaan normal sehari-hari, ponsel ini bisa bertahan hingga sore hari (kurang-lebih 9 jam).

Performa

Jika melihat dari spesifikasi hardware yang diberikan, jelas Huawei P10 memiliki performa yang memuaskan. Dalam tes pengujian juga demikian. Hampir tidak ada keluhan yang saya rasakan. Menggunakan ponsel ini untuk aktivitas harian yang sederhana seperti email, YouTube, browsing, hingga bermain game bisa berjalan mulus.

Spesifikasi Teknis

Jaringan GSM / HSPA / LTE
Rilis Maret 2017
Dimensi 145.3 x 69.3 x 7 mm (5.72 x 2.73 x 0.28 in)
Berat 145 gram
Build Front glass, aluminum body
SIM Dual SIM Hybrid (Nano-SIM, dual stand-by)
Layar 5.1 inchi (71.2% screen-to-body ratio)IPS-NEO LCD; Corning Gorilla Glass 5
Resolusi 1080 x 1920 pixels, 16:9 ratio (~432 ppi density)
OS Emotion UI 5.1 (Android 7.0 a.k.a Nougat)
Chipset HiSilicon Kirin 960
CPU Octa-core (4×2.4 GHz Cortex-A73 & 4×1.8 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G71 MP8
Memori Internal 4 GB/64GB
Memori Eksternal microSD hingga 256 GB
Kamera Utama Dual lensa 12MP (f/2.2, PDAF, OIS) dan 20 MP; Leica optic, laser autofocus, 2xlossless zoom, phase detection
Kamera Depan 8 MP, f/1.9
Kualitas Rekam Video 2160p@30fps, 1080p@60fps, check quality
3.5mm jack Yes
COMMS Bluetooth (4.2, A@DP, LE); GPS, NFC, USB Type-C
Sensor Fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass
Baterai Non-removable Li-Ion 3200 mAh battery
Varian Warna Mystic Silver, Rose Gold, Graphite Black, Dazzling Gold, Dazzling Blue, Greenery

Kesimpulan

Huawei P10 merupakan smartphone lengkap untuk penikmat ponsel layar kecil. Performa memuaskan untuk berbagai aktivitas, build material bagus, daya tahan baterai mencukupi serta berbagai fitur kekinian seperti fingerprint, NFC dan fast charging yang bisa ditemui pada ponsel ini bisa membuat Huawei P10 masih bisa digunakan dengan baik di tahun 2018.

Harga yang ditawarkan juga masih masuk akal (6 jutaan) sebagai ponsel flagship. Terlebih jika dibandingkan dengan Samsung Galaxy S8 atau iPhone 7/8/X.

Jika berbicara kelemahan, satu-satunya yang membuat was-was memilik iponsel ini adalah, tidak adanya garansi resmi yang diberikan. Karena Huawei memang tidak merilis Huawei P10 di pasar Indonesia secara resmi.

Beli Huawei P10

[wp-review id=”47868″]

More Stories
7 Fitur Smartphone Polytron Prime 7