5 Fitur Smartphone Dengan Inovasi Terheboh

Anom Penulis

Walau belum berakhir, tahun 2019 membuktikan menjadi tahun dengan banyaknya inovasi untuk fitur di smartphone. Kelihatannya seru membahas hal itu.

Kami beberapa kali membahas tren smartphone yang akan hadir. Misalnya di tahun 2018 dan di tahun 2019. Beberapa fitur dan teknologi tersebut ada yang memang melejit, namun ada juga yang kemudian… yah, biasa saja.

Lalu ada pula beberapa teknologi tertentu yang tiba-tiba menjadi perhatian. Biasanya beberapa merk smartphone mengumumkan prototipe atau konsep teknologi tersebut. Hal ini menandakan adanya persaingan untuk mencapai hal itu.

Mungkin kamu sudah bisa menduga beberapa di antaranya (atau bahkan semua). Tapi mari kita bahas lebih lanjut apa saja fitur smartphone dengan inovasi yang bikin heboh.

Luas Layar Smartphone

Ponsel Xiaomi Mi MIX Alpha

Sudah sejak beberapa tahun silam perkembangan dan persaingan layar smartphone terus terjadi. Mulai dari bingkai layar yang semakin tipis, pemakaian notch, lubang kamera di layar, penggunaan kamera selfie pop-up, dan lain-lain. Semua demi layar yang lebih besar dan lega.

Persaingan di layar smartphone kemudian bertambah dengan hadirnya ponsel lipat seperti Samsung Galaxy Fold dan Huawei Mate X. Kehebohan ini pun berlanjut ketika Xiaomi menunjukkan konsep Xiaomi Mi MIX Alpha dengan layar mengelilingi bodi ponsel.

Penerapan lubang di layar yang awalnya diduga menjadi standar baru, ternyata tidak seheboh itu. Begitupun dengan ponsel lipat. Tapi usaha memperbesar layar tetap menjadi perbincangan hangat.

Refresh Rate Layar

Selain besarnya layar, kehebohan juga terjadi di refresh rate layar. Refresh rate akan mengukur berapa kali layar bisa menampilkan ulang seluruh gambar dalam satu detik. Pada umumnya, smartphone memiliki refresh rate sebesar 60Hz yang berarti bisa menampilkan ulang seluruh gambar 60 kali di layar tiap detik.

Perangkat monitor atau TV sudah banyak yang mendukung refresh rate tinggi. Terutama yang ditujukan untuk gaming. Nah, seiring dengan kebangkitan ponsel gaming, persaingan menghadirkan refresh rate tinggi di layar smartphone pun hadir.

rog phone 2

Beberapa smartphone menghadirkan refresh rate sekitar 90Hz. Misalnya ROG Phone, OnePlus 7 Pro dan OnePlus 7T, juga Nubia Red Magic 3. Kemudian ada pula yang mampu menghadirkan tingkat lebih tinggi, yaitu sampai 120Hz. Misalnya ROG Phone 2 dan Razer Phone 2.

Kelihatannya, dengan semakin mantapnya kehadiram ponsel gaming, inovasi untuk fitur refresh rate di layar smartphone tetap akan terus berkembang. Yah, tinggal bagaimana pengembang game menerapkan hal itu di permainan mereka.

Resolusi Sensor Kamera

Resolusi sensor kamera dulu pernah menjadi pembicaraan di era Nokia 808 PureView dan Lumia 2010 PureView. Namun kemudian hal ini meredup seiring perkembangan teknologi pengolah gambar (perangkat lunak). Apalagi kemudian kamera ganda hadir.

Namun tahun 2019 menandai kembalinya sensor kamera dengan resolusi besar. Ya, memang sensor 48MP sudah hadir tahun lalu (Sony IMX586). Tapi tahun 2019 menunjukkan percepatan teknologi yang luar biasa.

Teaser sensor kamera 108MP Samsung (gambar: Xiaomi)

Samsung sudah mengumumkan sensor kamera ISOCELL BRIGHT GW1 dengan resolusi 64MP. Adaptasi terhadap sensor ini pun berlangsung cepat. Ponsel Redmi Note 8 Pro, Realme XT, dan Vivo NEX 3 5G yang memakai sensor ini sudah diumumkan.

Lalu, belum lagi perbincangan soal sensor 64MP usai, Samsung sudah mengumumkan sensor ISOCELL Bright HMX 108MP. Xiaomi pun sudah mengumumkan kerja sama dengan Samsung untuk memakai sensor tersebut.

Pemakaian Multi Kamera

Sejak kehadiran sistem kamera ganda beberapa tahun lalu, ada sebuah pertanyaan yang hadir. Sampai berapa banyak merk smartphone akan mengejar jumlah kamera?

Ternyata pemakaian multi kamera di smartphone terus berkembang dan tetap bertahan. Huawei mengawalinya dengan sistem 3 kamera di seri P20 tahun lalu. Di tahun 2019, pemakaian multi kamera semakin banyak dan beragam.

gambar: Realme

Sistem 3 kamera sudah lazim ditemukan. Bahkan iPhone 11 Pro dan Pro Max (jangan salah dengan obat sakit maag ya) sudah memakainya. Kemudian sistem empat kamera (Quad Camera) pun mulai menjadi standar baru. Realme memperbarui semua jajaran ponselnya dengan sistem ini. Tentu saja, yang paling gila adalah Nokia 9 PureView yang meletakkan lima kamera di belakang.

Ternyata pertanyaannya tetap sama. Walau sensor kamera semakin besar, sampai sejauh mana merk smartphone menambah sistem multi kamera itu?

Fast Charging

Kita tahu kalau ada beberapa ponsel di kelas menengah yang memiliki baterai besar, seperti 5000mAh. Lalu ada pula yang memakai baterai 6000 mAh, seperti ROG Phone 2 dan Samsung Galaxy M30s.

Tapi dari sisi inovasi, yang berkembang dengan pesat adalah inovasi di fitur pengisian daya cepat, baik dengan kabel maupun nirkabel di smartphone. Misalnya seperti di teknologi Mi Charge Turbo dari Xiaomi atau teknologi VOOC Flash Charge dari OPPO.

Perkembangan teknologi ini mampu membuat besar kapasitas baterai menjadi bukan masalah besar. Pengelolaan baterai di ponsel dan pengisian daya cepat mampu membuat penggunaan ponsel berjalan wajar. Karena mengisinya tidak pakai lama.

Lalu, walaupun pengisian daya nirkabel belum menjadi standar umum, namun perkembangan teknologi ini pun menjanjikan. Ketika wireless charger sudah umum dan lebih murah, pengisian dayanya sudah tidak selama dulu.

    %d blogger menyukai ini: